
"Kak, kakak tidak apa-apa?" tanya Sarah, yang melihat kakak nya melamun sedari tadi sambil terus melirik kearah Novi dan bulan yang sedang bermain air.
"kakak tidak apa-apa kok dek, kamu lanjut saja main nya..."ujar Adit tersenyum kearah adik nya.
"beneran kakak tidak apa-apa, kalau kakak ada sesuatu, kakak boleh cerita ke Sarah, mana tau Sarah bisa membantu kakak ?"timpal Sarah.
"tidak, kakak tidak apa-apa, percayalah..."ujar nya tersenyum, sebab Adit tak ingin menambah beban Sarah, mereka kesini untuk liburan bukan untuk memikirkan masalah lain lagi.
"baik lah kak, kalau kakak butuh apa-apa, kakak bisa panggil Sarah yah..." ujar Sarah, Adit pun mengangguk mengiyakan dan Sarah pun pergi meninggalkan kakak nya.
...FLASH BACK...
"Tante,om, aku dan Novi saling mencintai, hubungan kami sudah sangat lama, aku mohon Tante,om, tolong Restui pernikahan kami..."ujar Adit memohon kepada kedua orang tua Novi.
"kamu hanya seorang pedagang bakso, bagaimana kamu bisa menafkahi anak saya dengan baik..." ujar seorang wanita yang tak lain adalah mama nya Novi.
"saya akan berusaha Tante, untuk memenuhi kebutuhan Novi dengan baik, bahkan saya akan berusaha mencari pekerjaan tambahan untuk mencukupi kebutuhan Novi, saya janji Tante ..."tambah Adit sambil menunduk memohon.
"Novi sudah saya jodoh kan dengan seorang TNI, dia jauh lebih baik dari kamu, lagi pula saya tidak ingin karir saya rusak gara-gara menerima menantu hanya seorang pedagang bakso, saya masih ingin mencalonkan diri setelah ini..." tambah ayah Novi lagi, dengan duduk di kursi kebanggaan nya dengan gaya yang angkuh.
" iya sudah, kalau itu keinginan mu, sana angkat kaki dari rumah ini, kami tidak membutuhkan anak durhaka seperti mu..."ujar papa Novi sambil menunjuk kearah pintu, Novi pun berdiri dan menarik tangan Adit untuk pergi bersama nya, ia rela meninggalkan keluarga nya asal ia dan Adit bisa bersama.
"ingat satu hal, jangan pernah kamu injakan kaki ke rumah ini lagi, karena kamu sudah bukan anggota keluarga ini lagi..."tambah ayah Novi melirik tajam kearah putri nya, sedang kan mama Novi hanya menangis melihat keputusan yang di ambil oleh Novi berserta ayah nya.
"kita lihat saja nanti, sejauh mana kamu sanggup hidup di dalam kesengsaraan, di kasih hidup enak malah memilih susah, dasar anak tak tahu di untung..."
Sebenarnya Novi bukan lah anak kandung di rumah ini, Novi hanya anak angkat yang di adobsi oleh papa dan mama nya,
kedua orang tua angkat nya ini, tidak memiliki seorang anak pun sudah bertahun-tahun lama nya, sehingga mereka mengadopsi Novi menjadi putri mereka dan menyekolahkan nya hingga ia serjana dan di pekerjakan di rumah dinas ayah nya.
Novi dan Adit pun pergi dari rumah itu, Novi sudah mantap dengan keinginan nya, ia sudah memutuskan jalan hidup nya, ia ingin bersama Adit untuk selama-lamanya,
meski ia sangat memimpikan pernikahan di hotel berbintang dengan di hadiri dan di pandang oleh ribuan mata, namun ia mengubur mimpi indah nya itu, dengan di saksikan beberapa orang saja, bahkan kedua orang tua nya tidak ikut serta dalam pernikahan nya, ia dan Adit pun melangsungkan pernikahan di sebuah KUA di kota mereka.
...FLASH BACK ON...