
Setelah kejadian di restoran beberapa hari yang lalu,Sarah pun kembali beraktivitas seperti mana biasa nya, ia sudah di terima di sebuah sekolah dasar yang tempat ayu dan yoga mengajar, Sarah sangat senang bisa bersama dalam mengajar murid-murid bersama sahabat nya, namun demikian ia juga masih bekerja di restoran milik keluarga teguh, untung-untung menambah puing-puing keuangan.
"Gue dengar-dengar Lo sempat ribut di resto teguh dengan suami Lo ?"tanya ayu saat jam istirahat mengajar.
"hmm iya, dia datang ke sana bersama calon istri nya, haha kasihan banget yah gue,"gelak Sarah seketika.
"kok Lo malah ketawa, kenapa nggak nangis aja ?"tanya ayu bingung.
"capek gue nangis Mulu, air mata pun sudah kering karena menangisi lelaki yang tidak menginginkan gue..."sambung Sarah.
"kehidupan gue memang semenyedihkan itu kan,haha miris..." uiar Sarah sambil memasukkan lontong sayur kedalam mulut nya.
"terus keputusan Lo bagaimana?"tanya ayu, ia tak ingin Sarah salah ambil langkah.
"iya gue sudah mengambil keputusan dan menurut gue, ini adalah keputusan terbaik gue."jawab Sarah mantap.
"kalau boleh gue tahu keputusan apa yang akan Lo ambil ?" tanya ayu, ia sangat kasihan dengan Sarah dan bulan mereka sudah sangat menderita.
"tentu saja keputusan yang gue ambil adalah tetap tinggal di sini bersama Kak Adit dan Kak Novi dan hidup berbahagia bersama mereka, gue nggak akan pergi kemana-mana gue hanya ingin hidup bahagia bersama keluarga kecil gue..." ucap Sarah tersenyum manis.
"apa yang akan Lo lakukan jika kak Alex kembali lagi, atau memaksa Lo kembali, bukan kah kalian belum resmi bercerai yah ?" tanya ayu lagi.
"perceraian juga akan terjadi sendiri nya tanpa ia menggugat cerai, sebab ia memang sudah menelantarkan anak dan istri nya meskipun kurung waktu belum empat bulan,tapi sedikit lagi, talak perceraian pun akan tetap jatuh dengan sendirinya, lagi pula kami hanya nikah siri, jadi tidak perlu repot-repot untuk menghadapi pengadilan agama,apa lagi hak asuh anak, pasti hak asuh bulan sudah pasti jatuh ke tangan gue, karena tidak ada pernikahan secara negara antara kami."ujar Sarah.
"iya,Lo benar juga, gue mendukung keputusan Lo itu, semoga kalian bisa berbahagia setelah perjalanan panjang yang telah kalian lalui..."ujar ayu sambil mengelus punggung sahabat nya.
"iya, thank doa nya yu..."
"hey, kalian lagi ngomongin apa, serius amat..." ujar yoga sambil mendudukkan bokong nya di samping ayu.
"bukan urusan Lo, begok..."ujar ayu sambil melirik yoga.
"kejam amat Lo, ntar nangis anak orang loh kalau di giniin sama Lo..."jawab yoga lagi.
"kalian ngomongin apa sih penasaran gue, atau jangan-jangan kalian ngomongin gue yah, haha gue juga tau kalau gue tampan, tanpa harus kalian omongin..."ucap yoga sambil tersenyum bahagia.
"kepedean lo, wajah aja hancur-hancur kayak gitu..."hina ayu.
"tapi Lo suka kan..."sambung yoga sambil menaik turun kan alis nya.
"cih, amit-amit jabang bayi, cowok gue tampan nggak kayak Lo..."sinis ayu.
"nggak kayak gue ? yah beda lah, dia kan kayak suami nya Sarah, apa lagi saudaraan apa Lo nggak takut di perlakukan sama kayak Sarah, di KDRT dan di perlakukan buruk oleh ibu nya..."ucapan yoga berhasil membuat ayu terdiam membisu, apa ia akan merasa kan hal yang sama seperti yang di alami oleh sahabat nya.
sedangkan Sarah langsung meraih pinggul yoga dan mencubit nya keras-keras.
"sakit bagok..."teriak yoga sambil mengelus Punggul nya yang perih
"kalau punya mulut itu di jaga, jangan asal ngoceh aja, Lo Jangan menjadi perusahaan hubungan orang Napa ? mentang-mentang udah putus dari chelsy, Lo mau ayu putus juga dari Arsya..." ujar Sarah langsung.
"yah bagus kalau di putus, gue kan selalu ada untuk nya, berarti gue dan dia memang jodoh yang tertunda..."sambung yoga terkekeh geli dengan ucapan nya sendiri.