
Sarah membuka sosial media nya saat ini,
ia melihat ada begitu banyak pemberitahuan di sana, ada begitu banyak yang memesan produk yang Sarah jual, mulai dari pakaian, kosmetik dan alat perabotan lain nya,
Sarah lalu memberi list kepada ayu, Sarah tersenyum bahagia, akhirnya ada begitu banyak yang tertarik dengan produk yang ia jual.
Setiap hari ada begitu banyak transferan di ATM Sarah, Sarah sangat bahagia, ia bersyukur karena uang ini ia bisa menabung untuk masa depan bulan nanti nya.
pagi ini Sarah dan bulan sedang menuju kekantor jasa pengiriman barang,
Sarah tidak ingin kurir mengantarkan langsung paket ke rumah,
ia takut nanti akan membuat mertua nya salah paham atau terjadi hal yang tidak diinginkan nanti nya,
Sarah pun memanfaatkan kamar lama nya di kediaman Adit untuk menyimpan barang-barang dan berjual-beli di sana,
Adit terlihat senang melihat Sarah yang mencoba untuk mandiri, meski awal nya ia sempat tidak menyetujui keinginan Sarah untuk berjualan meskipun berjualan dengan via online, namun Sarah selalu membujuk nya dengan mengatakan ingin mengumpulkan uang untuk bulan, supaya bulan mendapatkan masa depan yang cerah,
akhirnya setelah begitu banyak cara membujuk akhirnya Adit luluh juga dan mengizinkan adik nya berjualan.
kuliah Sarah tetap berjalan, Sarah hanya menunggu waktu wisuda saja hingga ia resmi menggelar serjana.
"Sarah...sarah...
bulan, Papa pulang nak..."teriak Alex yang baru pulang bekerja, biasa nya Alex pulang saat menjelang malam, namun karena suatu hal ia pun pulang lebih awal.
"ma, Sarah dan bulan mana?"tanya Alex kepada mama nya.
"mana mama tau !
setelah kamu kerja dia bergegas pergi dari rumah dan pulang setiap sore nya,
dia pasti keluyuran nggak jelas tuh,
"mama jangan asal bicara yah, Sarah bukan wanita seperti itu ?"ucap Alex membela.
"terus dia kemana ?
suami pulang bukan nya di sambut, malah keluyuran nggak jelas..." ujar mama nya masih mengomel.
"kamu tau tidak, gara-gara dia jualan online, orang-orang malah mengira kamu tidak becus menjadi suami,
bahkan dia juga ngomongin kamu yang nggak-nggak di belakang, kata nya kamu yang tidak pernah memberi nafkah, maka nya dia terpaksa harus jualan online,
keterlaluan kan ?"ucap mama nya memanasi.
"kamu jadi suami yang tegas, jangan mau di hina dan di rendah kan oleh istri,
mama tidak suka yah, kalau sampai keluar besar Mahesa tau bahwa istri kamu berjualan seperti itu, mau di taruh di mana muka mama,
mama malu Alex," sambung nya lagi.
"mama nggak suka wanita itu membicarakan anak mama yang tidak-tidak ke orang-orang."
"Alex, kamu anak pertama mama pewaris perusahaan dan rumah sakit swasta xxx, kamu berpendidikan,
apa sih yang kamu harapkan dari wanita seperti istri kamu itu,
kamu memiliki segala-galanya nak, kamu bahkan bisa membeli beberapa wanita cantik dan seksi untuk menemani mu,
kenapa kamu masih mau bersama wanita jelek dan kucek seperti dia,
mama lebih setuju kamu sama Amel, sudah cantik, baik, berpendidikan dan sepadan dengan keluarga kita."
ujar wanita itu panjang lebar hingga berlalu meninggalkan Alex yang sibuk dengan pikiran nya.