
Beberapa hari pun berlalu, seperti rencana awal Alex dan Sarah beserta Putri mereka akan tinggal di vila keluarga Novi,
dan mereka akan memulai hidup baru di sana,
Arsya pun membantu kakak nya pergi sembunyi-sembunyi dari rumah sakit tersebut, dengan mengunakan kursi roda Alex dan Arsya berusaha sekuat tenaga supaya tidak di ketahui oleh pihak rumah sakit beserta keluarga nya, meski mereka di hadang oleh para bodyguard Arsya pun berdalih bahwa akan membawa kakak nya keliling untuk mencari udara segar,
dengan mudah nya mereka pun mempertanyakan panutan Arsya.
Setelah beberapa menit Arsya pun melaju kan mobil nya kearah perbukitan tempat tinggal baru Alex nanti nya,
Arsya juga sudah menghubungi Novi dan Adit terlebih dahulu dan mereka sudah menunggu kedatangan Alex dan Arsya,
sebelum Arsya menjemput Alex di rumah sakit,
terlebih dahulu Arsya sudah membawa peralatan perlengkapan yang akan Alex butuh kan selama berada di sana,
tak lupa juga Arsya membawa beberapa dokumen penting milik Alex dan beberapa kartu debit milik Alex yang ia simpan serapat-rapat nya tanpa di ketahui oleh orang tua nya.
dengan jalan yang menanjak perjalanan yang di tempuh cukup memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan,
dan tak bersalah lama mereka pun telah sampai di sebuah vila yang cukup mewah dengan pemandangan yang asri dan udara yang belum tercemar sama sekali.
"sangat indah..."tutur Alex.
Arsya pun membantu Alex turun dari mobil dan mendudukkan Alex di atas kursi roda nya, karena Alex yang masih lumpuh saat ini,
Arsya pun mendorong kursi roda dan membawa Alex masuk kedalam vila,
di sana sudah ada Adit,Novi dan bulan yang menunggu kehadiran mereka.
"Sarah mana dit...?" tanya Alex yang tak mendapati kekasih tercinta nya itu.
"Sarah masih kuliah, nanti pulang nya bareng ayu pacar nya Arsya, nanti Arsya yang jemput yah,
"aaah kakak apaan sih" cercah Arsya yang malu saat di goda Adit di depan kakak nya.
"Alex, nggak apa-apa kan, Lo tinggal di sini sementara waktu?" tanya Novi yang tak enak hati, karena mengingat kehidupan Alex penuh kemewahan dan sekarang harus tinggal di vila lama tak berpenghuni itu.
"iya, tak apa kok,
terima kasih yah Nov, Lo udah izinin gue tinggal di sini"
"iya Lex, sama-sama..."
Di vila tersebut Novi dan Adit memasak makan malam nanti yang akan mereka nikmati bersama,
sedang kan bulan sudah berada di pangkuan papa nya saat ini dan Arsya sudah tancap gas untuk menjemput Sarah dan pujaan hati nya ayu.
Bulan sudah bisa berjalan saat ini, ia juga suka menggoda papa nya dengan mencoba mendorong kursi roda yang di naikin papa nya.
"Bulan, anak papa,
papa sayang nak sama kamu, maaf kan papa ya nak, kita harus tinggal di sini untuk sementara waktu"
Tak berselang lama mobil mewah pun terparkir di depan vila asri tersebut,
di sana sudah berdiri Arsya,ayu, Sarah dan seorang lelaki yang akan menjadi penghulu pernikahan Sarah dan Alex yang akan di selenggarakan secara sembunyi-sembunyi, mengingat mereka akan tinggal bersama saat ini, menikah adalah pilihan yang terbaik.
pernikahan siri secara sembunyi-sembunyi,
adalah cara terbaik untuk Alex dan Sarah,
mengingat orang tua Alex yang melarang keras hubungan anak mereka.