
POV ALEX
Setelah mengetahui kebenaran nya,
aku menjadi lebih tak mengenali siapa orang tua ku itu atau lebih tepatnya mama ku itu,
wanita cantik yang bernama Khanza, korban dari kebejatan mama menjelaskan bahwa mama ku memiliki rahasia besar,
yakni mama ku yang memiliki seorang anak dari lelaki lain atas perselingkuhan nya,
dan anak nya itu tak lain dan tak bukan sedang berada di kota ini saat ini,
anak hasil perselingkuhan nya mama adalah seorang lelaki tampan yang berusia sekitar belasan tahun.
Anak itu sekarang tinggal bersama orang tua angkat nya dan saudara angkat nya,
ia tumbuh menjadi anak yang berhati baik dan berbakti kepada orang tua angkat nya,
hingga saat ini dia belum mengetahui kebenaran bahwa dia bukan anak dari keluarga nya itu.
semua orang selalu menutupi kebenaran dari anak lelaki itu,
karena merasa takut itu akan mengakibatkan hal buruk terjadi kepada nya, seperti mental nya yang terganggu.
namun lebih parah lagi,
seumur hidup nya mama tidak pernah memberikan nafkah untuk nya atau menjenguk nya, dia di buang begitu saja oleh mama setelah melahirkan nya,
benar-benar tak punya perasaan mama,
tapi yang membuat aku bingung adalah,
kapan mama hamil anak itu atau lebih tepatnya mengandung anak itu,
seingat ku mama selalu berada di rumah dengan tampilan modis nya dan pakaian ketatnya.
atau jangan-jangan beberapa tahun yang lalu mama berdalih mau ke Amerika untuk berobat adalah sebuah alasan,
supaya mama bisa mengandung dan melahirkan anak itu tanpa di ketahui oleh papa dan keluarga nya ?
benar-benar licik cara mama,
sedikit pun tidak membuat papa curiga akan diri nya.
_____________________________________________
tanpa basa-basi Alex pun menceritakan perihal peristiwa yang ia alami hingga ia sampai di sini,
tak lupa juga Alex penceritaan tentang rahasia mama nya,
hingga membuat Sarah sesekali mengangguk paham atas apa yang dia alami suami nya ini.
"Jadi semua sudah selesai kak?"tanya Sarah, setelah Alex berbicara panjang lebar.
"Belum,kakak masih belum bertemu dengan lelaki itu,
mungkin secepat nya kakak harus mencari tau kebenaran nya itu."
"hmm iya kak" ujar Sarah ragu, ia sebenarnya tak rela jika Alex harus meninggalkan nya dengan bulan lagi,ia ingin bulan selalu bersama ayah nya seperti keinginan anak nya itu.
"papa,bulan udah sekolah loh pa...!
kelas 1 hehe"ucap bocah kecil itu antusias, sambil melirik ayah nya.
"ouh,masa sih nak kamu udah sekolah, seingat papa umur mu kan baru tiga tahunan kalau nggak salah,
masa sih udah di terima...?"ujar Alex meyakinkan, sambil melirik Sarah meminta penjelasan.
"bulan sekolah nya ikut-ikutan kak,
kasihan dia tinggal sendiri di rumah, makanya sekalian Sarah bawa kesekolah sambil belajar..."ujar Sarah menjelaskan.
"oh gitu, kakak hampir kaget loh tadi..."sambung Alex sambil mencium anak semata wayangnya.
"gimana?
udah selesai magang nya...?"tanya Alex sambil melirik istri tercinta nya Sarah.
"udah selesai kak,
hari Senin udah mulai ke kampus lagi."ujar Sarah menjelas kan dan Alex hanya mengangguk paham.
"Papa,bulan punya banyak teman loh pa..."ujar bulan sambil menarik tas mama nya.
"sayang,putus nanti nak..."ucap Sarah, karena melihat kelakuan anak nya yang menarik tas nya sambil mengambil sebuah handphone milik mama nya hingga memainkan nya dengan begitu lihai.
"papa, ini kak Tia, ini kak Joko, ini kak Oliv, ini kak ulan, ini kak rehan, ini...."ujar nya menyebutkan satu persatu nama teman-teman yang sedang berfoto bersama nya di kolam renang kemarin.