
"hey, kok melamun..." ayu mendekati sahabat nya Sarah, yang kini duduk sambil memeluk lutut nya, ia terlihat tidak baik baik saja,
sedangkan bulan sudah di baring kan di atas kasur.
"hmm iya yu..." balas Sarah yang tersadar dari lamunan panjang nya.
"Lo kenapa Sarah, lelaki itu bicara apa pada Lo? apa dia ayah kandung nya Bulan...?"
Sarah mengigit bibir nya bimbang, rahasia yang ia tutup rapat-rapat, malah terbongkar beberapa menit hanya karena kecerobohan nya dan Alex, seharusnya ia mengontrol emosi nya, supaya ia tetap tenang dan tidak bersikap ceroboh seperti tadi, ia tak tau apa yang harus ia lakukan saat ini.
"hey, kok malah bengong sih...?"
"hmm iya yu, dia ayah kandung nya Bulan..." Jawab Sarah tak bersemangat.
Untuk beberapa saat mereka terdiam Sarah tidak tau bagaimana cara menjelaskan masalah nya kepada ayu dan kakak nya, meski tanpa sepengetahuan Sarah , ayu telah mendengar semua yang Sarah dan Alex bicarakan Secara diam-diam.
"ikuti kata hati lo, jangan mau menderita seperti ini lagi, jika lo masih mencintai dan menyayangi Alex dan masih mengharap Alex menikahi lo, hingga bertanggung jawab dengan lo dan bulan anak lo, maka terima saja permintaan maaf nya, seperti nya dia tulus mengungkapkan maaf nya tadi dan juga bersungguh-sungguh untuk memulai lembaran baru dengan lo..."
______________________________________________
Sarah menarik nafas panjang,
ia jadi dilema, sampai-sampai ia tak bersemangat untuk ke kampus pagi ini,
sedangkan ayu sudah berangkat sedari tadi,
ia masih saja memikirkan permintaan maaf Alex barusan.
Sarah memegangi kepalanya yang sangat sakit, segala memori berputar hilir mudik memutari otak nya, mulai dari awal pertemuan mereka, hingga Sarah jatuh cinta kepada Alex dan dia mengorbankan kehormatan nya, hingga sakit yang di berikan oleh alex, mulai dari kekejaman Alex meminta Sarah mengugurkan kandungan nya, Alex meninggal kan nya, hingga ia berjuang bersusah payah mengandung bulan, melahirkan bulan, hingga mendengar gosip miring para tetangga setelah kehadiran bulan.
tanpa sadar Sarah menitihkan air mata mengingat semua yang terjadi di antara nya dan Alex, Sarah pun menghapus air mata nya dengan kasar, setelah memandang sejenak anak nya yang sudah terlelap di Depan nya,
hingga bunyi ponsel nya pun berdering...
DRRRR
biasa nya kalau ada yang chat pasti dari grup,
ini malah chat pribadi,"
[selamat siang sayang,
sayang lagi apa...?]
[sudah makan sayang...?]
[sayang, anak kita sedang apa...
apa dia rewel setelah di tinggal papa nya tadi...?]
[sayang kok nggak di balas,
sayang lagi nggak ada pulsa yah,
aku isi yah...?]
Anda mendapatkan penambahan pulsa
Rp. 100.000 dari nomor 08xxxx
tgl 2010-06-07. Cek pulsa melalui *888#. Info CS: 188
[sayang udah masuk pulsa nya...?]
ternyata ini Chat dari Alex, gaya nya seperti mereka berpacaran dahulu, chat ini sukses membuat jantung Sarah berdebar debar tak karuan, bingung akan semua ini, padahal ia sudah menolak ajakan Alex buat berbaikan,
tapi apa arti chat yang seperti ini ???
Sarah tak bisa pungkiri, meski sebenarnya hati nya dak dit dut tak karuan, hingga tanpa sadar ia mengukir sedikit senyuman di bibir indah nya, rasa cinta yang sempat meredup seperti menemukan puing puing kebangkitan.