My Little Baby

My Little Baby
116. Perbuatan mertua



Alex berusaha membujuk Sarah untuk tinggal di kediaman mereka di rumah utama, ia tidak tega meninggalkan mama nya yang tengah sakit itu sendirian di rumah mewah tersebut, karena iba akhirnya Sarah pun mengikuti keinginan suami nya untuk tinggal sementara di sana beberapa hari.


saat di perjalanan Sarah mencoba mengatakan kepada suami nya bahwa uang yang di berikan oleh Alex tempo hari sudah habis dan Alex pun seperti merutuki diri sendiri yang telah Lalai memberi nafkah, ia pun mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah dan memberikan kepada Sarah untuk biaya hidup mereka beberapa hari.


Alex akan bekerja hari ini, karena beberapa hari yang lalu ia telah menerima peringatan dari pemilik apotik tempat ia bekerja, Alex pun meminta tolong Sarah untuk menjaga mama nya selama ia bekerja.


"Sarah...Sarah..."teriak seorang wanita bergema di penjuru rumah.


"iya ma..."ucap Sarah sambil berlari kearah kamar mama Riska.


"Sarah, kamu tau kan saya lagi sakit ? asisten rumah tangga juga sudah saya libur kan beberapa hari, mulai sekarang kamu yang harus bantu-bantu di rumah ini."ujar mama Riska, ia sengaja meliburkan asisten rumah tangga, supaya Sarah bisa bekerja mengantikan pekerjaan mereka.


"Sarah, pakaian saya sudah pada kotor semua, belum sempat di cuci, sana kamu laundry, jangan pakai deterjen yang murah, nanti bisa rusak baju mahal saya, itu di dalam kamar mandi ada merk deterjen nya, kamu beli langsung di minimarket, di sana pasti ada di jual..."ujar wanita itu sambil menunjuk kearah baju-baju kotor nya.


"tapi ma..."ujar Sarah gugup ia sungguh tidak berani meminta uang kepada mama Riska untuk membeli deterjen yang mama mertua nya ingin kan.


"tapi apa nya ? sana pergi..."ujar nya mengusir.


"u-uang nya ma..."ucap Sarah memberanikan diri sambil menutup kedua matanya, ia sangat yakin pasti mertua nya itu menatap geram kearah nya.


"uang ? iya uang kamu lah, itu kan uang anak saya juga, masih menjadi hak saya kan ?


sana beli, jangan bertingkat kamu yah..."ucap nya geram sambil menatap tajam.


"dasar menantu tidak tau di untung..."lanjut nya lirih sambil membuang muka kearah Sarah.


sekarang hanya tersisa beberapa lembar saja uang yang di berikan Alex pagi tadi, Sarah menarik nafas kasar dan berusaha menenangkan diri nya saat ini.


setelah beberapa saat setelah mencuci pakaian mertua nya Sarah pun mendatangi bulan yang sedang menonton kartun di laptop papa nya,


bulan sangat senang dan sesekali meniru gaya yang di perankan dalam sinema anak tersebut.


Sarah pun berbaring di samping anak nya, hingga ia terlelap karena kelelahan.


"Sarah...Sarah..."teriak menggema lagi suara mama Riska,Sarah yang sedang tidur terperanjat dan berlari kearah kamar mertua nya, ia takut terjadi sesuatu terhadap mertua nya nanti nya.


"Sarah....saya lapar, masakin saya ikan bakar sambal balado, saya kepengen makan itu."ujar nya memerintah.


"baik ma..."Sarah pun berjalan menuju dapur dan membuka kulkas mencari stok makanan, ternyata tidak ada makanan apa pun di sana, Sarah akhirnya kembali kekamar mertua nya, untuk melaporkan perihal habis nya bahan makanan.


"semua lauk pauk dan bahan-bahan masakan lain nya sudah pada habis ma, hanya tinggal beras saja di dapur..."ujar Sarah menjelaskan.


"ya sudah, kamu beli langsung, kenapa kamu malah kesini ? "ucap nya sambil membelalakkan mata.


"tapi ma... uang nya mana, Sarah sudah tidak punya uang lagi ma..."ujar Sarah berbohong, dia tak ingin nanti nya di anggap tak bisa berhemat oleh suami nya karena semua uang telah di habiskan oleh mertua nya.


"kamu jadi menantu pelit amat sih ? sana jadiin uang kamu aja, kamu jangan berbohong seperti itu, saya tau Alex memberi kamu uang pagi tadi kan ? kenapa kamu berbohong kepada saya ?"


Sarah hanya diam tak pernah akan perbuatan mertua nya ini.