My Little Baby

My Little Baby
185. Menemui Sarah



Di tempat lain terlihat Alex dan seorang wanita sudah sangat akrab dan sangat dekat, mereka tersenyum dan tertawa berbahagia, mengingat acara pernikahan mereka yang tak akan lama lagi.


"sayang,aku udah transfer yah ! semoga uang itu cukup untuk memenuhi kebutuhan anak mu Beberapa tahun ke depan..." ujar meci tersenyum bahagia, ia sudah tak sabar segera di persunting oleh Alex.


"terima kasih yah sayang, aku janji secepat nya kita akan bersama..." jawab Alex sambil memeluk erat tubuh meci di samping nya.


"iya sayang, segera lah temui wanita itu dan anak mu, talak lah dia dan segera lah pulang, kita akan melangsungkan pernikahan kita di gedung megah sayang...aku sudah mengatur semua nya...." antusias meci, dia sangat bersemangat bahkan dia sudah mengatur Skenario nya dengan Alex nanti nya.


"iya sayang,aku pasti akan segera kembali..."ujar Alex menambah erat pelukan nya di tubuh meci.


"kita pasti akan menikah..." sambung nya lagi dengan menyungging senyum licik.


Alex Sagat bahagia, karena sebentar lagi dia bisa membawa istri dan anak nya itu kabur dari kota ini dengan bermodal uang yang di berikan oleh meci.


"sayang,aku berangkat sekarang yah ?" ujar Alex, namun seperti nya meci tak rela berpisah dengan Alex, dia bahkan tambah memeluk erat tubuh Alex dan enggan melepas kan nya.


"sayang, besok saja yah...aku masih kangen soal nya..." ujar meci lagi, namun Alex hanya pasrah, sebab dia tak ingin membuat meci curiga atas niat jahatnya.


"baik sayang..." jawab Alex lagi.


Alex sangat berbahagia saat ini, dia bisa membawa istri dan anak nya pergi sejauh mungkin dari pandangan mama nya, tanpa harus bersusah payah mengumpulkan uang, hanya dengan memanfaatkan meci dia bisa sebahagia itu.


seperginya meci Alex mengusap handphone nya, membuka sosial media Novi yang di dalam nya ada foto Sarah beserta bulan saat mereka liburan di pantai waktu itu.


"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kalian..." lirih Alex tersenyum bahagia melihat foto di layar handphone nya.


tak berselang lama, meci datang dengan membawa kan sepiring nasi dan beberapa lauk pauk di dalam nya, dia pun sangat antusias menyuapi Alex yang masih duduk di kursi roda nya.


"sayang, makan yang banyak yah !" ujar meci memasukkan makanan ke mulut Alex dan Alex dengan suka rela menerima makanan itu mengalir kedalam perut nya.


"sayang, aku mohon jangan kasih tahu mama yah perihal aku yang akan memberikan uang ini kepada Sarah...! apa lagi sampai ke rumah nya..." pinta Alex, sebab ia tahu,jika mama Riska mengetahui hal ini, dia tidak akan segan-segan melarang Alex, bahkan dia akan merebut uang yang di berikan oleh meci dari Alex, sebab mama Riska sangat peka dengan jalan pikiran Alex.


"kenapa Tante tidak boleh tahu, kamu ke rumah Sarah, sayang ?" tanya meci bingung sambil mengerutkan keningnya.


"sebab, aku tahu mama pasti akan melarang ku, karena mama memang tidak menyukai aku, bertemu dengan mereka..." jawab Alex sambil menatap lekat kearah meci.


"kenapa seperti itu ? bukan kah kamu kesana untuk menalak Sarah dan memberikan uang ini untuk nafkah anak mu, kenapa mama tidak boleh tahu ? kamu ke sana kan tidak ada tujuan lain selain itu, kecuali kamu akan membawa Sarah dan anak mu lagi kesini, baru mama akan marah..." ujar meci sambil menatap kearah Alex.


"hmm gini Sayang, sulit untuk ku jelas kan kepada mu, yang jelas mama tidak suka aku bertemu dengan mereka, apapun alasannya itu." tambah Alex.


Meci terdiam, sebenarnya ia sedikit merasa aneh terhadap Alex, namun ia membuang jauh-jauh perasaan itu, yang penting Alex akan segera menikahi nya, itu lah keinginan wanita itu.