My Little Baby

My Little Baby
180. Semua sudah garis takdir



Bulan masih terlelap dalam tidur nya, Sarah pun berjalan mengemasi barang-barang milik bulan yang sudah berantakan di dalam kamar, tas,buku, pensil dan spidol bergambar sudah berhamburan dimana-mana, terlihat beberapa hari yang lalu sebelum berangkat liburan, bulan sempat melukis beberapa gambar di buku mewarna nya, gambar yang terdiri dari tiga orang, orang lidi yang bertulis papa,bulan, mama, di atas gambar itu.


Sarah pun kembali menatap anak nya itu dengan pikiran yang berkecamuk.


Sarah merasa bersalah terhadap bulan, sebab bulan pasti menginginkan sosok seorang ayah yang berada di sisi nya, meski pun bulan terlihat anteng dan tidak pernah membahas ayah sama sekali, namun Sarah tahu setiap hari-hari nya ia sangat merindukan sosok seorang ayah.


"apakah keputusan ku sudah benar ?" lirih Sarah.


Sarah merasa dirinya adalah seorang ibu yang paling buruk untuk bulan, dia begitu plin-plan dan lemah dalam mengambil keputusan, iya sudah seperti ibu yang bodoh untuk anak nya sendiri.


Sarah melamun dan kembali mengenang peristiwa percintaan nya dengan Alex, Alex adalah lelaki pertama yang mengisi hati nya dan Sarah juga berharap Alex juga lelaki terakhir untuk nya.


Awal-awal kisah percintaan mereka memang sudah berada di ambang komplit semua nya penuh kesakitan dan penderita yang Sarah rasakan,namun entah mengapa wanita itu malah mengubur semua luka nya dan tetap bersama Alex walaupun kisah mereka penuh dengan luka.


Sarah kembali mengingat saat-saat ia bersama dengan Adit di rumah mereka, tanpa ada nya Alex di sisi nya, kehidupan Sarah berbanding terbalik, dia begitu bahagia bersama Adit dan juga Novi yang selalu berbaik hati terhadap nya dan mereka juga sangat menyayangi bulan.


Sarah menarik nafas berat, sesak memenuhi rongga dadanya, tak terasa air mata berjatuhan di pelupuk matanya.


"kamu kenapa dek ?" Sarah terkejut melihat Adit sudah berada di depan nya.


"aah, tidak kak..." Sarah menghapus air mata nya kasar, ia tak ingin terlihat lemah di hadapan kakak nya.


"aaah, aku hanya merasa aku adalah wanita paling bodoh di dunia, aku malah mengorbankan kebahagiaan ku, karena memilih menjadi budak cinta..." ujar Sarah tertawa sinis, ia begitu menyesali perbuatannya yang telah terjebak dalam bujuk rayu Alex.


"seandainya aku tidak mengenal kak Alex dan tidak menyukai nya lebih dalam, aku pasti tidak akan seperti ini..." sesal nya Sarah, sambil tersenyum simpul kearah Adit.


"aku bodoh kan kak ?" tanya nya menatap wajah kakak nya.


"kenapa kamu bicara seperti itu, semua nya kan sudah di garis takdir..." jawab Adit sambil meraih adik nya kedalam pelukannya, Adit pun menggosok punggung Sarah menenangkan adik nya.


"jangan seperti itu, kamu harus menerima apapun takdir mu, setidaknya dari hal buruk kamu bisa belajar, tidak semua nya harus di lakukan dengan cinta, dan kamu bisa mencoba berubah menjadi yang lebih baik lagi..." ucap Adit lagi, meski air mata nya juga tergenang di pelupuk mata nya.


"apa kamu tidak bersyukur atas kehadiran bulan ?" tanya Adit langsung hingga membuat Sarah menarik tubuh nya di dekapan Adit


"maksud kakak apa ? aku sangat menyayangi dan mencintai anak ku bulan ?"tanya Sarah menatap kakak nya bingung.


"hmm, bukan kah karena itu kamu dan bulan di pertemukan..." ujar Adit tersenyum kearah Sarah.


"jangan merutuki nasib, tapi ambil sisi positif nya dan belajar lah dari kesalahan tersebut..." timpal Adit, Sarah pun diam dan mengangguk kearah kakak nya, Adit pun mengelus kepala Sarah dan berlalu pergi dari kamar Sarah.