My Little Baby

My Little Baby
120. Keputusan



Malam ini mama Riska tertidur sangat nyenyak, Alex pun berjalan perlahan menuju kamar nya, ada rasa penyesalan yang berkecamuk di hati nya, karena ia telah memukul Sarah dengan membabi buta.


Alex pun ingin menemui Sarah dan meminta maaf kepada nya, meski bagaimana pun Sarah juga bersalah karena telah menyia-nyiakan orang yang sangat Alex cintai yaitu mama nya,


Alex perlahan membuka pintu takut mengganggu tidur Sarah dan bulan, saat pintu sudah terbuka Alex pun masuk dan menghidupkan lampu hingga ia membelalakkan matanya, Sarah dan bulan sudah tidak ada di kamar itu,


Alex pun berjalan dan berteriak memanggil Sarah dan bulan, ia sangat yakin bahwa Sarah dan bulan masih berada di sekitar rumah, tanpa ia ketahui bahwa Sarah telah membawa bulan pergi dari rumah itu.


"Sarah pasti membawa bulan ke rumah Adit atau ke rumah ayu ?" lirih Alex, ia pun meraih ponselnya ingin menghubungi Adit sahabat nya serta kakak ipar nya itu, namun ia semakin terperanjat saat handphone yang ia genggam sudah melayang di atas lantai.


"mama, apa yang mama lakukan ?"ujar Alex kaget ia sangat tidak menyangka ternyata mama nya belum tidur dan membututi nya saat ini.


"mama tidak suka, kamu bawa wanita itu lagi ke rumah ini "ujar mama nya geram.


"tapi ma, Alex nggak bisa jauh-jauh dari bulan dan Sarah, kalau mama tidak suka bulan dan Sarah di sini, Alex bakal bawa mereka tinggal di apartemen Alex saja..."ujar Alex mantap, meski bagaimana pun ia tak mau berpisah dengan Sarah dengan cara seperti ini.


"mama tidak peduli ! selangkah kaki kamu beranjak dari rumah ini, saat itu juga kamu bukan keluarga Mahesa lagi, karena mama tidak Sudi punya anak yang pembangkang seperti kamu "ujar mama Riska sambil melirik tajam kearah anak nya yang penuh rasa dilema.


"ma, Alex sangat menyayangi Sarah dan bulan..."ujar Alex menjelaskan meskipun tidak ada sahutan dari mama nya.


Alex sangat frustasi, Sarah dan mama nya adalah dua wanita yang sangat ia cintai,


ia bingung harus seperti apa saat ini.


sedangkan di tempat lain, Sarah sedang sibuk mempersiapkan barang-barang nya seperti pakaian nya , Pakaian bulan dan dokumen-dokumen penting lain nya, ia ingin pergi dari rumah kakak nya sebelum kakak nya melihat keadaan dia yang seperti ini, dengan berbekal beberapa lembar uang dari Novi serta sisa tabungan dari hasil jualan beli online, Sarah dan bulan berjalan menuju terminal yang akan mengantarkan mereka ketempat tujuan,


Sarah akan berniat membawa bulan ketempat dimana bulan di lahir kan, ia ingin hidup aman dan damai berduaan dengan bulan di sana, dan Sarah juga bertekad akan menjadi honorer di kota tersebut, meski dengan gaji yang tidak seberapa.


Sarah dan bulan sudah berada di mini bus saat ini, mini bus itu dengan perlahan membelah kota, perjalanan yang di tempuh seperti biasa sekitar satu malam perjalanan, karena kelelahan bulan pun terlelap dalam dekapan Sarah, Sarah memeluk erat tubuh anak nya itu memberi kehangatan penuh kepada si kecil Putri sematawayangnya.


"maaf kan mama nak, jika keputusan yang mama ambil ini akan membuat kamu kehilangan ayah." lirih Sarah sambil mencium kening putri nya itu.