My Little Baby

My Little Baby
35. Jangan sentuh putri ku ?



Seperti biasa hari ini aku akan berangkat ke kampus,karena baby sitter nya baby bulan tidak bisa datang, aku pun meminta kak Novi untuk menjaga baby bulan seharian ini.


"sayang,mama sekolah dulu yah nak,


jangan nakal yah sayang, jangan bandel, kasihan nanti sama Tante Novi dan om Adit kesusahan, yah..."


KYAAAA


MAMA


MAMA


"kak, Sarah titip baby bulan yah, Sarah bakal cepat-cepat pulang kok kak, setelah pelajaran selesai"


"iya, kamu sekolah aja sana, biar kakak yang jagain baby bulan..."


"terima kasih ya kak Novi, Sarah jadi nyusahin kak Novi lagi, hehe"


"ya nggak apa-apa, malahan kakak senang loh bisa jagain bulan,"


"hehehe ya kak, terima kasih yah..."


"kak Adit, kak Novi


Sarah berangkat dulu yah..."


"iya hati-hati yah sayang," sambung Adit.


"iya kak,


baby bulan mama belajar dulu yah sayang..."


DA DAAAA


______________________________________________


Aku pun belajar di kampus seperti biasa,


karena hari ini ayu tidak hadir, aku jadi merasa waktu berjalan sangat lambat saat di kelas,


aku menjadi bosan dan mengantuk, seringkali aku menguap saat dosen menjelaskan pelajaran di depan,


ngomong ngomong, aku tidak terlalu dekat dengan teman-teman sekelas ku, karena mereka sering kali mencibir ku, bahkan menyebar luas kan aib ku, aku sangat tidak suka terhadap mereka, meski terkadang aku tidak peduli pandangan buruk orang lain yang menilai kehidupan ku, namun aku juga punya batas kesabaran, aku juga marah,


saat mereka mengatakan aku seperti ini dan itu,


hanya ayu teman akrab ku di kampus, ayu tidak pernah menceritakan keburukan ku,


setelah pelajaran selesai, aku pun langsung berjalan pulang, karena aku sangat rindu kepada putri semata wayang ku, walau hanya beberapa jam kami berpisah,


aku juga teringat kalau di rumah ada banyak pekerjaan yang belum aku kerjakan, seperti mencuci baju, memasak, membersihkan rumah, dll.


setelah sampai di rumah, ku lihat kak Adit masih sibuk dengan barang dagangan nya,


dengan kak novi yang membantu nya, karena aku tidak melihat baby bulan di sana, ku pasti kan baby bulan pasti lagi tidur saat ini,


aku pun masuk ke rumah, tanpa menyapa terlebih dahulu kak Adit dan pacar nya itu.


"baby bulan,


mama pulang nak..." teriak ku.


saat berada di ambang pintu, aku seketika kaget melihat, seorang lelaki dengan tubuh kekar sedang mengendong putri kecil ku,


sambil mencium terus-menerus pipi indah anak ku, karena kaget,


aku Sontak kembali berjalan ke arah luar untuk mengatur pernafasan ku, jantung ku berdebar-debar, dada ku serasa sesak,


hingga membuat badan ku bergetar hebat,


saat ini dan aku juga sempat mendengar suara dari balik pintu rumah ku.


"haha pintar sekali kamu nak, sudah bisa berjalan..."


"aaah nak...??" ujar ku kaget.


tubuh serasa berapi-api, panas dingin melanda tubuh ku saat ini, aku tidak bisa mengontrol emosi ku, saat mendengar kata-kata "nak" yang keluar dari mulut busuk lelaki itu, aku pun menendang keras pintu rumah ku, hingga membuat lelaki itu melihat tajam kearah ku dengan tatapan kaget.


"apa yang kamu lakukan di sini...?


jangan sentuh putri ku...?"


itu lah kata-kata yang keluar dari mulut ku,


aku tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini,


pandangan ku serasa kabur saat memandang Lelaki yang pernah membuang ku dahulu,


aku pun menarik anak ku, yang berada dalam dekapan nya, hingga ku dengar suara kakak ku yang teriak memanggil ku,


SARAH....