My Little Baby

My Little Baby
156. Wanita berkualitas



Novi sudah menjalani operasi beberapa menit yang lalu, sekarang Novi sudah di bawa ke ruangan rawat inap nya,


namun Novi belum juga sadar, setelah pasca operasi, apa kah obat bius nya masih bereaksi atau di dalam infus ada obat penenang lain nya yang di suntik ke dalam hingga membuat Novi belum juga bangun, tidak ada yang mengetahui kecuali hanya di ketahui oleh pihak rumah sakit.


Sarah menghapus kasar air mata yang mengalir dari pelupuk mata nya saat ini, sedang kan bulan sudah terlelap di pangkuan nya karena kelelahan, dan Adit entah kemana pergi nya, semenjak Novi di bawa ke ruangan rawat inap, Adit pun berpamitan kepada Sarah dengan beralasan ingin menenangkan diri, dan Sarah sangat paham, Adit pasti sangat terpukul atas kepergian anak nya.


tak berselang lama ayu, yoga dan teguh datang ke rumah sakit,ayu langsung berlari memeluk tubuh Sarah dengan sangat erat.


"apa yang terjadi dengan kak Novi ?"tanya ayu, terlihat ayu juga sedih dengan musibah yang menimpa kak Novi dan kak Adit saat ini, ayu menangis di pelukan Sarah begitu pula dengan Sarah yang tak tertahankan tangisan nya.


Sarah pun menceritakan kejadian yang di alami oleh Novi, sesuai dengan yang di terang kan oleh kakak nya tadi, tidak ada yang tau persis seperti apa kejadian nya, karena saat itu Adit sedang tidak ada di lokasi kejadian,ia pun sangat syok setelah mendapati istri nya telah bersimbah darah di lantai rumah.


"jadi anak nya harus di aborsi ?"tanya ayu lagi dan Sarah hanya mengangguk mengiyakan, terlihat ayu sangat kaget mendengar nya hingga ia menutup mulutnya dengan mata berkaca-kaca.


"iya sabar yah Sarah..."ucap ayu Sarah pun hanya mengangguk.


"sekarang bagaimana kabar istri kak Adit ?"tanya teguh menyela.


"Kak Novi, masih di rawat,dia masih menjalani beberapa pemeriksaan medis lagi, kata dokter rahim nya juga terkena benturan keras saat peristiwa itu terjadi."jelas Sarah lagi, ia tak tau apa yang akan terjadi jika kak Novi Sadar nanti nya, bagaimana pula cara menjelaskan perihal anak nya yang sudah tidak ada.


"ouh ya kak Adit mana ?"tanya ayu sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Adit.


"kakak sedang di luar,kakak sangat syok, dia pergi menenangkan diri..."ujar Sarah lagi.


"kasihan kak Adit, dia pasti sangat terpukul..."tambah ayu.


"iya .."


"tadi itu gue mau nemuin Lo di resto, biasa nya kan sepulang sekolah Lo langsung ke resto, tapi teguh bilang Lo belum juga datang sedari tadi, karena gue khawatir takut nya Lo masih syok dengan Bulian ibuk-ibuk di sekolah tadi, maka nya gue nyusul ke rumah dan nggak tau nya duo anggrek juga ikut dan kata tetangga Lo, Lo dan keluarga lagi di rumah sakit dan kata nya Novi sedang mengalami pendarahan tadi, maka nya kami langsung nyusul..."ujar ayu menjelaskan.


"beneran Lo, di buli sama ibuk-ibuk di sekolah tadi ?"tanya yoga lagi dan Sarah pun hanya mengangguk memang seperti itu yang terjadi.


"apa yang mereka lakukan?"sela teguh lagi tak kalah khawatir.


"kenapa nggak ngomong sama gue sih, kalau gue tau pasti gue bakal kasih pelajaran sama ibuk-ibuk nyinyir itu..."tambah yoga kesal.


"tadi saat Sarah ke sekolah, ada ibuk-ibuk yang sedang ngomongin Sarah dan bahkan ada yang sempat mengatakan buat hati-hati terhadap Sarah, karena biasa nya janda suka mengait suami orang."ucap Sarah dengan wajah yang lesu terlihat teguh menarik nafas panjang setelah mendengar ucapan Sarah.


"kamu tidak perlu dengerin ucapan orang, karena kamu tidak hidup dan di hidupkan oleh orang tersebut, kita hidup bukan harus menuruti keinginan orang, kalau orang tidak suka sama kamu bagaimana pun tetap tidak suka..."ucap teguh sambil meraih tangan Sarah dan menggenggam nya, yoga dan ayu hanya terdiam sambil sesekali bersitatap melihat perilaku teguh saat ini.


"kamu bertahan dengan pernikahan mu, orang-orang juga akan membuli mu, dengan mengatakan kamu bodoh dan tolor karena masih juga bertahan setelah beberapa kali di sakiti,namun jika kamu menjada seperti yang kamu katakan, semua orang juga membuli mu dengan mengatakan kamu yang akan merebut suami orang,


perkataan seperti itu tidak perlu di dengar, karena itu hanya akan menghancurkan mu, percaya pada ku, bahwa menjanda lebih baik dan lebih terhormat dari pada hidup bersama tapi selalu mendapat cacian dan hinaan."teguh menatap mata Sarah yang masih ada sisa air mata, ntah air mata sedih perihal nasib nya atau air mata syok karena kakak ipar nya, teguh pun perlahan menghapus air mata tersebut dengan sangat lembut, Sarah hanya pasrah bagaimana pun teguh akan memperlakukan nya, ia bahkan lupa bahwa yoga dan ayu masih di dekat nya.


"jika Bulian ibuk-ibuk di sekolah itu masih juga menyiksa mu, jadi anggap lah Bulian itu sebagai cambuk untuk mu... cambuk supaya kamu bisa membuktikan terhadap mereka,bahwa kamu seorang janda yang berkualitas."ujar teguh sambil menatap dalam mata Sarah.


"kamu adalah wanita hebat yang di kelilingi oleh orang-orang hebat dan kamu juga bergaul dengan orang hebat hingga, kamu berada jauh di atas level mereka, kamu adalah seorang guru, yang mampu membiayai kehidupan mu dan anak mu dengan jerih payah sendiri, bukan kah kamu seorang wanita yang berkualitas ? Yang hidup tanpa mengadahkan tangan kepada siapapun."Sarah hanya diam meresapi setiap bait perkataan teguh, teguh ada benarnya dia lebih baik dari ibuk-ibuk yang membuli nya.


teguh pun tersenyum kearah Sarah dan sesekali mengelus tangan wanita itu, hingga membuat ayu dan yoga tersenyum manis melihat keromantisan mereka.


"ehmm ehmm, kita pergi yuk yu...kita lagi yang pacaran di luar yuk ?"ajak yoga sambil memegang tangan ayu, ayu pun langsung berjalan bersama yoga, ia tak ingin menganggu keromantisan sahabat nya itu.