
Sarah tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini, ia mencoba bertarung dengan kewarasan nya, ia tidak memiliki uang sepeser pun uang saat ini,
selembar uang merah yang di berikan oleh Alex telah habis ia gunakan, itu pun ia berusaha untuk berhemat dengan memakan makanan seadanya.
Sarah pun berjalan menuju bank brilink terdekat, ia ingin mengambil beberapa lembar uang di sana,
uang hasil komisi penjualan online kala sebelum handphone nya di sita oleh Alex.
Sarah pun menekan tombol di sebuah benda berwarna biru yang mirip dengan telepon jadul lama, meski ukurannya lumayan besar, muat untuk mengesek kartu debit berwarna hitam nya.
"berapa mbak ?"tanya penjaga brilink.
"300 ribu aja mbak..."jawab Sarah sambil menekan sandi kartu debit di mesin mini tersebut.
setelah itu wanita itu pun memberikan uang yang nominal yang di tulis oleh Sarah di benda tersebut 300 ribu.
"mama, bulan mau makan sate ma...!"ujar bulan sambil memandang kearah penjual sate yang banyak di kunjungi para pelanggan, Sarah pun menuruti keinginan anak nya untuk pergi ke tempat penjual sate.
"Pak sate nya dua porsi yah..."ujar Sarah sambil mendudukkan bokong nya di kursi kayu panjang yang telah tersedia di warung sate tersebut.
tak berselang lama sate pun sampai, penjual itu pun menghidangkan di atas meja papan dipan yang telah di paham seminimalis mungkin.
"enak kan ?"tanya Sarah sambil memasukkan sate kedalam mulutnya.
Bulan dan Sarah makan dengan begitu lahap nya, mereka sangat jarang memakan makanan seperti ini semenjak tinggal bersama Alex, karena Alex sangat gengsi kalau di ajak makan di pinggir jalan.
Di tempat lain, Alex dan Amel baru pulang dari berbelanja untuk mama Riska, Riska beralasan bahwa ia sedang kelaparan, sehingga Alex terpaksa harus berduaan dengan Amel mencari aneka makanan, awal nya mereka memang sangat gugup karena begitu lama tidak pernah berkomunikasi, hingga rasa Canggung tersebut menjadi hangat, Alex dan Amel sering kali tertawa bersama hingga mama Riska tersenyum mengembang saat mengamati kedua nya.
"mama, ini Alex sama Amel beli aneka kuliner untuk mama..."ujar Alex sambil membuka paper bag.
"iya terimakasih Amel, kamu perhatian sekali sama Tante, kamu memang anak baik Amel, sudah baik, cantik lagi..." ujar Riska memuji.
"aah Tante bisa aja..."jawab Amel dengan senyum bahagia, ia sangat senang di puji seperti itu di hadapan Alex.
"hmm mama, Alex mau izin kembali bekerja ya ma, Alex sudah lama libur, Alex takut nanti bakal kehilangan pekerjaan lagi..." ujar Alex, ia sangat susah payah mencari pekerjaan, ia tak ingin kehilangannya lagi.
"Where do you work? "tanya Amel sambil melirik penasaran kearah Alex.
"aku kerja di apotik sekarang Mel.."ucap Alex dengan penuh kebanggaan, meski gaji nya tidak seberapa, ia merasa bersyukur bisa hidup lebih mandiri tanpa bergantung pada keluarga nya.
"Alex anak yang keras kepala Mel,
Tante sudah berapa kali meminta dia untuk kembali ke rumah sakit dan kembali ke perusahaan almarhum papa nya,
tapi dia selalu menolak, dia lebih memilih menderita bersama wanita udik itu ketimbang mengikuti keinginan Tante yang menginginkan dia sukses." lanjut riska sambil menatap kesal kearah Alex.