My Little Baby

My Little Baby
184. Sakit hati Sarah



Setelah semua nya siap, mereka pun berangkat dengan mengendarai mobil teguh dan di kendarai oleh teguh juga.


"Lo duduk di depan yah ! gue sama ayu di belakang..."ujar yoga sambil mempersilahkan ayu masuk kedalam mobil teguh.


"bulan bareng Tante yah ?" pinta ayu, dan bulan pun seketika mengangguk dan duduk di tengah-tengah antara ayu dan yoga.


"loh...!" ujar Sarah tak terima melihat yoga dan ayu sudah memasuki bangku belakang, sambil berdempetan dengan bulan, sedang kan ia harus duduk bersama dengan teguh di bangku depan, padahal Sarah tak ingin dekat-dekat dengan teguh saat ini, karena ia sangat malu apa lagi kurang percaya diri setelah mengetahui pakaian yang dia pakai adalah pemberian dari teguh.


"udah sana masuk, gue mau nya sama yoga aja..., kita kan mau pacaran..." canda ayu hingga membuat wajah yoga memerah malu.


dan terpaksa Sarah pun masuk kedalam mobil bersebelahan dengan teguh yang mengemudi mobil.


Di sepanjang jalan, suasana sangat hangat dan heboh, karena ocehan bulan yang receh beserta nyanyian nya bersama ayu.


Sesampainya di restoran, terlihat ayah nya teguh sudah menunggu kedatangan mereka, beliau terlihat aneh melirik Sarah, ayah nya teguh memang tidak menyukai Sarah seketika teguh berniat untuk melamar nya.


Sarah dan ayu langsung bergegas membantu teguh menata kursi-kursi dan perlengkapan lainnya yang sekiranya kurang, walaupun tidak di perintah kan terlebih dahulu.


Saat Sarah menata kursi-kursi di dalam restoran, terlihat ayah nya teguh berjalan mendekat kearah Sarah, sedang kan teguh ia pinta untuk mengambil beberapa barang ke rumah, sehingga teguh tidak melihat ayah nya yang ingin membicarakan sesuatu dengan Sarah.


"Sarah, saya mau bicara dengan mu ?" ucap ayah nya teguh, hingga sontak Sarah melirik kearah nya.


"ayo ikut saya, saya ingin berbicara empat mata dengan mu..." tambah nya lagi, hingga Sarah mengangguk mengiyakan, padahal ia sangat bingung, tumben ayah nya teguh mengajak nya berbicara seserius ini.


"ada apa om ?" tanya Sarah saat sudah berada di ruangan private di restoran tersebut.


"hmm, saya ingin menanyakan perihal hubungan mu dengan teguh anak saya..." ujar lelaki itu to the points.


"apa kamu menyukai teguh ?" tanya lelaki itu seketika, hingga membuat Sarah membelalak mendengar nya.


"maksud om apa yah, Sarah nggak ngerti ?" tanya Sarah lagi, sambil menatap serius kearah ayah teguh.


"sejujurnya saya tidak setuju kamu memiliki hubungan spesial dengan anak saya, apa lagi kalian sampai menikah nanti nya , sebab status kalian yang berbeda, hmm... dan lagi pula kamu juga seperti nya bukan wanita baik-baik untuk anak saya, jadi saya harap kamu jauhi anak saya, saya akan bayar berapapun uang yang kamu mau, asalkan kamu bersedia menjauhi anak saya." ujar lelaki itu, hingga membuat Sarah terbelalak mendengar ucapan nya, sarah tak menyangka ternyata ini yang akan di ucapkan oleh ayah nya teguh, meski pun ia tidak memiliki perasaan apapun terhadap teguh dan tidak memiliki hubungan apapun, namun tetap saja hati Sarah begitu sakit dan teriris mendengar ucapan lelaki itu yang mengatakan dia adalah wanita yang tidak baik, apa lagi ingin meminta ia menjauhi teguh dan rela membayar berapapun.


"maksud om apa menghina saya ?" ujar Sarah geram, ia terima dengan ucapan lelaki itu.


"memang seperti itu kan ? kalau kamu wanita baik-baik, kamu tidak mungkin kan mengganggu lelaki lain saat status mu masih menjadi istri orang, apa lagi dengan tidak tahu malu nya datang ke acara seperti, padahal suami mu sakit-sakitan di rumah nya..." tambah ayah nya teguh lagi.


"kamu sebagai seorang istri, seharusnya menjaga suami mu dengan baik dan menerima kekurangan suami mu saat dia terbujur sakit, apa lagi dia lumpuh saat ini, bukan malah jalan-jalan bersama lelaki lain..." tambah ayah nya teguh hingga membuat Sarah terdiam mendengar panutan nya, dan menatap lekat kearah lelaki itu.


"apa kamu tahu, suami mu lumpuh di rumah nya ? " tanya ayah nya teguh, hingga membuat Sarah sok , sebab ia memang tidak tahu apapun tentang Alex, semenjak ia berniat untuk melupakan Alex.


"aah, kamu pasti tidak tahu kan ? mana mungkin kamu tahu, kamu kan sibuk dengan lelaki kaya di luar sana..." ujar ayah nya teguh lagi, menghina Sarah dengan bermaksud mengatakan Sarah adalah wanita mata duitan.


"saya harap, kamu sadar diri dan pergi dari tempat ini, sebelum para undangan saya yang akan mempermalukan mu secara tidak hormat nanti nya..." ujar lelaki itu menatap lekat kearah Sarah.


"sudah lah, saya mau keluar, mungkin para tamu-tamu saya sudah ada yang berdatangan." ayah teguh pun keluar meninggalkan Sarah yang masih mematung dengan air mata yang seketika mengalir membasahi wajah cantik nya saat itu.


hati nya sakit, mendengar ucapan ayah sahabat nya itu, ia tak menyangka ternyata orang seperti nya kiat kali di pandang sebelah mata oleh orang lain, padahal orang tersebut belum tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan nya,


orang-orang hanya hebat dalam berkomentar kehidupan yang mereka lihat saja, tanpa memikirkan terlebih dahulu perasaan nya.