
Pagi ini Sarah dan bulan sudah berada di sekolah dasar, karena bulan juga akan menumpang bersekolah di sini, Sarah pun mengantar bulan ke kelas nya, terlihat begitu banyak orang tua yang mengantarkan anak mereka ke sekolah.
"eeeh ada Sarah..."ujar seorang ibuk-ibuk yang mengantarkan anak nya kesekolah.
"hei, jangan panggil Sarah, panggil ibuk Sarah, kan sekarang sudah jadi guru..."timpa orang tua yang lain.
"ouh iya, maaf yah ibuk guru Sarah..."ujar wanita itu kembali.
"ouh ya, ibuk guru Sarah kata nya kabur dari suami yah ?"ucap wanita itu lagi sambil menatap kearah Sarah menunggu Jawaban dari Sarah, sedang Sarah hanya membelalakkan matanya kagen mendapatkan pertanyaan seperti itu dari orang tua murid nya.
"kok nggak di jawab sih buk guru ?" sambung nya lagi karena Sarah tidak mempedulikan omongan nya.
"maaf buk, itu masalah privasi saya..."jawab Sarah dan langsung berjalan meninggalkan orang tua murid itu.
"privasi apa nya ? cerita mu aja sudah sampai ke pelosok dunia, hingga cerita tentang suami mu yang memperkenalkan calon istri baru nya sama kamu di restoran tempat mu Bekerja, kata nya, kamu pergi meninggalkan suami mu karena berselingkuh, maka nya suami mu cari wanita lain, saat di perkenalkan kepada mu, kamu malah marah-marah di resto..."jelas wanita itu lagi.
"maksud ibuk apa ?"tanya Sarah geram, sambil berjalan kembali kearah orang tua murid itu.
"semua orang juga lihat, bahkan banyak yang mengirimkan nya di media sosial...."jawab wanita itu lagi.
Sarah berusaha mengontrol emosi nya,supaya tidak terbawa suasana dengan orang tua murid itu.
"yang nama nya setiap rumah tangga pasti ada masalah nya, apa salah nya kita menjauh dari masalah tersebut..."timpa ayu yang melihat Sarah sedang di pojok oleh orang tua murid nya sendiri.
"Halah, kalau tidak ada masalah serius pasti Sarah tidak akan pergi dari rumah nya, mana kata nya Sarah ikut selingkuhan nya lagi kabur..."ujar wanita itu lagi.
"Sarah tidak berselingkuh, kalau pun dia selingkuh mana buktinya,siapa lelaki yang menjadi selingkuhan Sarah itu, lagian kalau pun Sarah punya masalah, emang apa masalah nya sama ibuk-ibuk, ibuk kepo yah ?"ujar ayu dengan tatapan tajam kearah ibuk tersebut.
Sarah sangat tidak tahan, dia pun memandang kearah ayu yang siap badan membela nya.
"udah, gue nggak apa-apa..."ujar Sarah sambil berlari menuju toilet guru, ia ingin menumpahkan keluh kesah nya di dalam sana, Sarah menangis terisak-isak membayangkan anak nya akan tumbuh dengan Bulian, ia tak ingin itu terjadi, apa lagi dengan status nya yang sebentar lagi akan menjadi seorang janda, apa dia kuat bertahan dengan buli-bulian orang di sekitar nya.
TOK TOK TOK
"Sarah, Lo nggak apa-apa kan ?"tanya ayu khawatir sambil mengendor pintu toilet guru.
"Sarah, jangan seperti itu, gue tahu apa yang Lo rasa kan saat ini, Sarah Lo yakin kan, gue selalu ada untuk Lo, Lo, keluar yah, jangan bikin gue khawatir seperti ini..."ucap ayu dengan bibir yang gemetar, ia takut Sarah melakukan hal yang tak diinginkan di dalam sana.
"Sarah Lo dengar gue kan...plisss keluar Sarah..."ujar nya lagi.
CKLEK
Sarah pun membuka pintu dan berlari memeluk ayu yang berada di ambang pintu.
"gue takut yu, gue takut.... hiks hiks hiks, gue takut gue nggak sanggup nanti nya,hiks hiks hiks"
"Jangan seperti itu, Lo harus tetap kuat dan tetap tegak di atas pendirian Lo, jangan menyerah seperti ini..."ujar ayu menenangkan.
"Lo tenang yah, di sini selalu ada gue, kak Adit kak Novi yang selalu peduli terhadap Lo,..."ujar ayu, Sarah pun membayangkan wajah kak Adit,Kak Novi, kak Utami, ayu, Agam dan orang baik lain nya yang selalu membantu nya kala ia kesusahan,
Sarah pun menghapus air mata nya kasar dan melepaskan pelukannya di tubuh ayu, lalu tersenyum kearah ayu.
"terima kasih yu..."ucap nya lagi.