My Little Baby

My Little Baby
199. Berbohong



Bulan sudah terlelap sedari tadi karena menunggu kedatangan ayah nya yang tak kunjung pulang, sedang kan Sarah memilih menunggu ke pulangan Alex yang sedang menghabiskan waktu berduan dengan istri baru nya.


"kenapa tiba-tiba perasaan ku jadi tak enak seperti ini yah ?"lirih Sarah sambil menatap anak nya dengan ekspresi kekhawatiran.


"semoga tidak ada sesuatu yang terjadi " tambah nya lagi.


Keesokan paginya, sebuah mobil mewah berhenti di sebuah rumah sederhana di kota itu, seorang lelaki keluar dari dalam mobil mewah yang masih berbalut plastik dengan membawa sebuah paper bag di tangan nya.


"Bagus banget mobil ku, Meci memang wanita bodoh, aku bisa memanfaatkan nya kalau seperti ini terus...hehe"


Sesaat lelaki itu memuji mobil baru nya, terdengar handphone nya pun berdering, dan dia langsung saja menerima panggilan telepon tersebut.


"iya sayang, aku suka kok mobil baru nya, thank yah..." ujar lelaki itu yang tak lain adalah Alex, alex mendapat kan hadiah dari keluarga meci sebagai kado atas pernikahan mereka.


"iya sayang, udah dulu yah ! aku udah sampai di rumah sekarang..." meci mengizinkan Alex pulang ke rumah nya untuk menemui Sarah dan anak nya, tapi secara perlahan meci akan menggenggam Alex kedalam genggaman nya.


"bye..." entah sandiwara, entah Alex sudah benar-benar menerima kehadiran meci, yang jelas Alex sangat senang mendapati perang nya sebagai seorang suami yang di cintai istri nya, meci akan melakukan apapun untuk Alex, sesuai keinginan Alex.


"semoga Sarah nggak akan tau, atas pernikahan ku dan meci kemarin..." Alex berniat akan menyembunyikan pernikahan nya kemarin, dan ia tak ingin kehilangan Sarah dan bulan nanti nya.


"pagi sayang..." Alex langsung memeluk tubuh Sarah dari arah belakang, ketika Sarah sedang menyiapkan makanan di meja makan.


"kak, kakak dari mana ? kenapa baru pulang sekarang kak ?" tanya Sarah, dia sangat khawatir terhadap suami nya.


"maaf kan aku yah sayang, aku ada pekerjaan mendadak di kantor, jadi terpaksa harus lembur, maaf yah aku nggak menghubungi kamu terlebih dahulu..." dalih Alex.


"tapi, aku dari kemarin hubungi kakak loh kak, handphone kakak kenapa nggak bisa di hubungi terus, dan semalam aku juga nungguin kepulangan kakak, kakak benar-benar lembur kerja kan ?" selidik Sarah, Sarah sedikit tak mempercayai Alex, sebab Alex sudah kiat kali menghancurkan kepercayaan nya.


"iya benar lah sayang, kemana lagi aku, kalau bukan dari kantor!" ujar Alex sambil meletakkan paper bag di atas meja makan.


Sarah terpaku sejenak melihat kepergian Alex, hingga mata nya tertuju kearah sebuah paper bag yang berada di atas meja makan nya, yang bergambar hati itu.


"paper bag apa ini ? seperti nya aku pernah melihat nya ? tapi dimana yah ?" tanya Sarah, sambil mengingat-ingat.


Seketika Sarah langsung membuka isi dari paper bag tersebut, ia sangat penasaran dengan paper bag yang bergambar hati itu, hingga ia langsung menarik tangan nya dan mengeluarkan sehelai baju kemeja dari dalam paper bag tersebut.


Tak berselang lama Alex kembali ke meja makan bersama bulan anak nya, yang sekarang tengah berada di gendongan nya.


"sayang,aku lapar..." lirih Alex sambil mendudukkan bokong nya, tapi seketika Alex tersentak kaget, kala melihat Sarah tengah menggenggam sebuah paper bag yang ia bawa tadi, hingga membuat Alex sontak merebut nya dari genggaman Sarah.


sarah terperanjat atas perbuatan Alex, hingga ia melirik sejurus kearah suami nya itu.


"hm, ini hadiah dari teman..." ujar Alex seketika, dengan ekspresi gugup nya, ia sangat merutuki diri nya yang ceroboh itu.


"teman ?" tanya Sarah lagi, sambil menyelidik.


"eh i-iya, ini dari Aryo teman ku..." berbohong Alex lagi, sambil berusaha menyakinkan Sarah.


"ouh, Aryo kakak nya yoga itu kan ?" tanya Sarah seketika mendengar nama Aryo.


"i-iya hehe, ini kata nya hadiah untuk ku karena sudah mendapatkan pekerjaan baru.." ujar Alex gelagapan.


"hmm, teman kakak baik banget yah, bisa kasih kemeja sebagus ini untuk kakak,..." ucap Sarah sambil menatap baju kemeja yang sudah berada di tangan Alex.


"dan ini pasti mahal, selera teman kakak bagus banget yah !" ujar Sarah memuji teman suami nya, Sarah mencoba berpikir positif, mungkin memang ini adalah pemberian dari teman suami nya yang seperti di terang kan oleh suami nya itu.


"eeh iya, Aryo memang baik..." ujar Alex lagi.