
Sarah sedang mengajar di sekolah nya, seketika ayu datang menghampiri nya.
"gue dengar-dengar Lo udah baikan yah sama kak Alex ?" tanya ayu, hingga Sarah melirik kearah nya.
"hmm iya, karena gue capek di buli dan di hina orang-orang lagi..." jawab Sarah seketika.
"tapi, dia nggak kasar lagi kan ? maksud gue keluarga nya juga nggak semena-mena kan sama Lo ?" khawatir ayu.
"nggak, gue nggak tinggal sama mama nya kak Alex lagi, dan kami sudah punya rumah sendiri, jadi tidak ada yang perlu di takut kan jika mama nya semena-mena lagi terhadap gue..." timpa Sarah.
"ouh syukur lah..."
"kalau Lo gimana ?" tanya Sarah menatap ayu.
"iya gue seperti ini-ini aja, gue udah jadian dengan yoga dan sebentar lagi gue dan juga yoga akan merried sama kayak Lo..." ucap ayu antusias, dengan senyum bahagia nya.
"wah bagus itu, selamat yah..." ucap Sarah senang.
"iya terima kasih..." jawab ayu tersenyum senang, namun seketika ekspresi nya pun berubah murung.
"tapi gue masih kasihan sama teguh...dia kayak nya pindah ke kota lain semenjak peristiwa bokap nya dengan Lo waktu itu, dia memilih meninggalkan ayah nya ketimbang harus mendengarkan keinginan ayah nya itu..." jelas ayu lagi.
"hmm, kenapa seperti itu ? " kaget Sarah, sebab ia telah memblokir kontak teguh di handphone nya semenjak sakit hati atas perlakuan ayah nya teguh.
"kata yoga, dia mau menenangkan diri di sana..." ujar ayu lagi, hingga Sarah mengangguk paham, lagian dia dan teguh juga tidak memiliki hubungan apapun, jadi tidak ada yang perlu di khawatir kan.
"ouh iya, Lo ada acara nggak siang ini ? kita makan bareng yuk, gue kan udah lama nggak makan bareng Lo..." ayu sangat ingin memperbaiki persahabatan mereka yang sempat renggang karena kesalahpahaman.
"boleh.." ucap Sarah tersenyum kearah ayu.
"iya sudah nanti kita pergi yah, gue sudah punya tempat spesial untuk kita hadiri nanti nya, sekalian shopping...hehe..."Sarah pun tersenyum, ia juga ingin berduaan lagi dengan sahabat nya itu.
"nanti gue kesini lagi yah, gue ke kelas dulu soalnya anak-anak sudah pada nungguin !.. DAAAA." ayu pun berjalan meninggalkan Sarah di kelas nya bersama anak-anak yang lain.
Sarah,ayu dan bulan pun pergi kesebuah mall ternama di kota itu, mereka menikmati makanan yang di hidangkan di sana, setelah makan ayu pun mengajak Sarah berkeliling ketempat lain dan Sarah pun mengangguk setuju mengikuti nya.
"bulan, jangan makan di jalan nak...? " ujar Sarah menghapus Belepotan wajah anak nya yang sedang menikmati es krim di tangan nya, saat Sarah ingin mensejajarkan diri dengan bulan, Sarah tanpa sengaja menabrak seorang wanita hingga wanita itu terjatuh di depan Sarah dan sebuah barang yang di genggam wanita itu pun terjatuh di lantai mall besar tersebut.
"awww..." ringis wanita itu dan sontak mata Sarah tertuju kearah wanita yang terjatuh itu.
"aah, maaf mbak maaf, saya tidak sengaja..." ujar Sarah merasa bersalah dan ingin meraih tubuh wanita itu guna membantu nya berdiri.
"aaah udah ..." wanita itu mendorong tangan Sarah dari tubuh nya, saat Sarah ingin membantu nya, dan dia pun mendirikan tubuh nya sendiri sambil mengibas-ngibaskan baju nya yang kotor karena debu.
"di bantuin malah Songgon ! ayo Sarah tinggali aja ? " ayu pun menarik tangan Sarah menjauhi wanita itu.
"sial, pakaian gue kan jadi berantakan ! awas kalau gue ketemu lagi sama kalian, gue cincang-cincang tubuh kalian..." geram wanita itu sambil menunggu sebuah paper bag yang ia bawa tadi, dan berjalan memasuki restoran yang ia pesan.
[sayang kamu dimana, aku sudah di resto...] ucap wanita itu di via telepon.
[cepetan yah sayang...aku tungguin...]
Tak berselang lama Alex pun sudah tiba di restoran itu, dia langsung celingak-celinguk mencari keberadaan Meci.
"sini..." teriak meci melambai-lambai hingga Alex langsung menuju meja yang di pesan oleh meci.
"sorry aku telat.." Alex pun mendudukkan bokong nya di kursi depan wanita itu.
"nggak apa-apa sayang, aku juga baru sampai kok..." wanita itu pun mendekati Alex dan langsung mencuri ciuman di pipi Alex.
"Meci apa yang kamu lakukan ? kalau orang-orang lihat bagaimana ?" protes Alex sambil melirik ke semua arah.
"sayang aku kan cuma mau mengungkapkan perasaan ku saja kepada mu, apa salah nya sih..." ujar wanita itu sambil memasang mimik sedih nya.
"tapi nggak seperti itu juga meci, aku telah mempunyai istri dan anak, ingat itu !" timpa Alex lagi.
" iya udah deh, sorry aku minta maaf, hmm ouh iya, ini aku punya sesuatu untuk kamu, sebagai ucapan selamat dari aku untuk mu..." meci pun memberikan sebuah paper bag kepada Alex.
"aku senang kita kerja nya sekantor, jadi aku punya banyak waktu untuk bisa bersama dengan mu lagi..." lirih meci sambil mengandeng tangan Alex, Alex pun langsung mendorong tangan meci di tangan nya.
"jangan seperti ini, ingat ini tempat umum.." terang Alex.
"hmm, apa salah nya sih sayang, aku kan kangen sama kamu..." tambah wanita itu.
"aku sudah punya istri, seharusnya kamu paham itu..." tekan Alex
"tapi aku nggak masalah kalau kamu punya istri, lagian aku juga mau kok kalau kamu jadikan aku sebagai selingkuhan mu atau istri kedua mu..." ucap meci seketika hingga membuat Alex terbelalak mendengar ucapan nya.