
Pintu kamar nya terbuka, lalu masuk lah Adit yang sedang membawakan makanan untuk adik nya, karena ia sangat khawatir dengan Sarah, yang sadari pagi tidak memakan apapun.
"dek, makan yuk...?" ucap Adit dengan mendudukkan bokong nya di atas ranjang sang adik.
"iya kak, nanti Sarah makan nya,
sekarang masih belum lapar..."
"belum lapar apa nya,??
dari pagi kamu belum memakan apapun loh dek, kakak nggak mau kamu kenapa-kenapa nanti nya," khawatir adit.
"iya kak, nanti Sarah makan nya, sekarang masih kenyang kak..." lanjut Sarah meyakinkan.
"kamu kenyang makan hati kan dek,
bukan kenyang makan nasi kan...?
udah lah dek, nggak usah di pikirin, makan dulu yuk, kakak suapi...?"
Adit perlahan memasukkan makanan sedikit demi sedikit kedalam mulut adik nya, Sarah pun mengikuti kakak nya yang menyuapinya tersebut.
"kak udah ah, aku udah kenyang..." lanjut nya sambil menghindari suapan berikut nya dari Adit.
"beneran udah kenyang...?"Adit meyakinkan.
"iya kakak ku tersayang, adik tercinta mu ini sudah sangat sangat kenyang..."
"hmm iya udah kalau nggak mau makan lagi,
minum dulu yah air nya..." Sarah pun meneguk segelas air putih sampai habis,
"kak..."
"hmmm"
"apa kakak tau semua nya...?"
"mmm iya kakak sudah tau semua nya..."
"apa kakak marah kepada Sarah...??"ujar Sarah meyakinkan.
sebenarnya bukan hanya marah dek,
kakak juga kecewa sama kamu dan Alex,
tapi kakak nggak mau kamu terluka lagi dek,
sudah cukup penderita yang kamu alami selama ini.
batin Adit.
"menurut kamu gimana,? kakak marah atau tidak..." Adit mencoba menggoda sang adik.
"hmm kakak marah yah, maaf kan Sarah ya kak, Sarah tidak bermaksud menyembunyikan semua ini," Sarah menunduk merasa bersalah.
"hahaha, sudah sudah, mana bisa kakak marah kepada mu dek, kakak nggak bisa marah sama kamu, yang ada kakak tambah sayang sama kamu dan bulan, kalian lah yang membuat kakak jadi tegar dan jadi bersemangat setiap hari, kakak sayang sama kalian..." Adit tersenyum sambil mencium pipi mulus Sarah, ia ingin mencair kan suasana supaya adik nya tidak terlalu tegang dan kepikiran dengan Alex, semenjak kedatangan nya tadi.
"ya sudah, kamu istirahat dulu ya dek,
mumpung bulan masih tidur dengan pulas,
untuk di jual besok..." Adit mengecup kening sang adik dan berjalan keluar kamar.
______________________________________________
"tumben kamu pulang ke rumah Alex,
biasanya kamu betah sekali di apartemen...?"
tanya seorang wanita cantik dengan mengenakan dress mewah nya.
"sudah lah sayang, anak pulang salah, nggak pulang juga salah, kasian Alex nya..." bela sang papa yang duduk di depan televisi besar rumah mewah tersebut.
"hmm ada apa Alex, pasti ada sesuatu kan,
sampai-sampai kamu pulang ke rumah??" sang mama mengintrogasi.
"iya ma, Alex lagi ada masalah..."
"masalah apa, kamu lagi ada masalah apa Alex, seserius itu yah, sampai ekspresi nya jelek begitu..."lanjut papa.
"gini pa,ma, sebenarnya Alex mau jujur sama papa dan mama, Alex nggak sanggup pa, ma menghindar dari kenyataan ini..." tutur Alex
"maksud kamu apa Alex, serius amat..." sewot sang mama.
"papa, mama, sebenarnya Alex sudah punya anak pa, ma..."
DET DET DET
jantung orang tua nya pun memompa sangat cepat, seakan tidak percaya apa yang dikatakan oleh anak nya tersebut.
"maksud kamu apa Alex, Jangan bercanda begitu...?" sambung mama.
"iya Alex, jangan ngaco deh..." Kerutu sang papa.
"papa,mama , Alex tidak bercanda, Alex serius mengatakan itu, nama anak Alex Bulan, dia sudah berumur kurang dari 2 tahun,
Alex Sangat menyayangi Bulan dan Sarah ibu nya bulan, Alex mau minta izin sama mama dan papa untuk izinkan Alex mempersunting Sarah, Alex ingin memulai hidup baru dengan Sarah dan bulan anak Alex...
mama tau Adit kan, sahabat Alex yang jual bakso itu....??"
"iya mama tau..."
"aaa Sarah itu adik nya adit papa,mama sahabat nya alex..."
"maksud kamu apa Alex, mama dan papa nggak paham...?" sambung papa.
"Lagian kamu tiba-tiba pulang, ngomongin udah punya anak dan minta restu untuk nikahi adik teman mu itu, ya mama tidak setuju dengan pernyataan mu itu, lagian kita juga tidak yakin kalau itu anak kamu, mana tau kan itu bukan anak kamu, kamu kan baru pulang dari luar negeri, mana mungkin kamu bisa Hamili dan memiliki anak secepat itu, jangan mau di bodohi seperti itu, mama nggak suka, lagian mama sudah merestui kamu dengan Amel, Amel lebih cantik,pintar, berpendidikan yang jelas sederajat dengan kita, mama nggak setuju kamu dengan adik penjual bakso itu...."lanjut mama.
"tapi mama, Alex cinta sama Sarah,
Alex yang salah ma,pa,
Alex meninggal kan Sarah saat hamil beberapa bulan, Sarah rela mengandung,melahirkan hingga membesar kan anak kami seorang diri, Alex serasa menjadi lelaki pengecut yang lari dari tanggung jawab, ma, pa...
Alex mau menebus semua kesalahan Alex,
Alex mohon restui Alex dan Sarah ma,pa..."