My Little Baby

My Little Baby
223. Telah lahir



"bagaimana ?" tanya yoga lagi, sebab dia melihat teguh hanya berjalan sendiri ke rumah sakit.


"dia tetap tidak mau mengakui anak itu." ujar teguh, dengan wajah di tekuk nya.


"ya sudah ! tadi dokter mencari mu !" ujar yoga menatap teguh.


"kenapa ?" tanya teguh lagi.


"entah lah" ucap yoga dengan mengangkat kedua bahu.


Tak berselang lama dokter yang menangani Sarah kembali keluar menemui mereka.


" bagaimana dok ?" tanya teguh.


"bayi nya tak bisa keluar, mungkin dia menunggu ayah nya." ujar dokter merasa keanehan.


"saya ayah nya dok !" ucap teguh hingga ayu dan yoga menatap lekat kearah nya.


"maksud nya ?" lirih yoga tak terima atas apa yang di ucapkan teguh.


"oh kalau begitu mari masuk ! siapa tahu keberadaan anda akan mempermudah proses kelahiran si bayi !" ujar dokter hingga teguh mengangguk dan berjalan mengikuti langkah kaki dokter, sedang kan ayu dan yoga ternganga melihat apa yang di lakukan oleh teguh sahabat mereka.


"apa tidak masalah ?" tanya ayu khawatir.


"semoga saja." lirih yoga berusaha mempercayakan kepada teguh.


"te-teguh !" Sarah terbelalak melihat kehadiran teguh di dalam ruangan persalinan nya.


"maafkan kelancangan ku yang masuk ! aku tau tidak semestinya aku begini, namun karena dokter mengatakan kalau bayi mu mungkin menunggu kehadiran seorang ayah, maka terpaksa aku mengaku kalau aku adalah ayah nya, semoga kamu mau memaafkan tindakan lancang ku ini !" tutur teguh berbisik lirih, sehingga hanya Sarah yang bisa mendengar suara nya itu.


Teguh sebenarnya merasa bersalah, namun apa boleh buat dia terpaksa melakukan itu, sebab ayah kandung anak itu sendiri sangat enggan untuk menemui nya.


"hmm" Sarah hanya pasrah, mungkin yang di katakan para bidan benar, bayi nya menunggu kedatangan seorang ayah.


"sekarang pusatkan pikiran mu pada kelahiran anakmu, ayo ikuti petunjuk dokter dan tenangkan pikiran mu ! Jangan berpikir yang lain, aku akan selalu ada disamping mu setiap waktu, aku akan senantiasa membantumu mengasuh dan menjaga anak-anak kita kelak." ucap teguh tersenyum menatap lekat mata Sarah, hingga Sarah mengangguk dan tersenyum kearah teguh.


Sarah menurut apa yang di katakan teguh, di himpun nya seluruh tenaga, kemudian dihempaskannya kuat-kuat sementara tangannya, dengan kuat memegang tangan Teguh yang juga memegang tangannya, dengan penuh perasaan kasih dan sayang.


Ternyata dugaan dokter benar, hanya dua kali Sarah mengerang, bayinya yang sejak semalam tak juga kunjung keluar, akhirnya keluar terlahir ke dunia dengan suara tangisnya yang melengking.


"selamat Sarah ! anak mu telah lahir, wajah nya cantik sama seperti mu." tutur teguh menatap Sarah, dengan wajah penuh kebahagiaan.


"anak ku perempuan ?" tanya Sarah lagi.


"iya, anak kedua mu perempuan." jawab teguh tersenyum manis.


"dari suara tangisnya yang keras, aku yakin kelak dia akan menjadi anak yang sukses dan cerdas." ucap teguh sambil mendengar suara bayi yang menggema di setiap sudut ruangan bersalin.