My Little Baby

My Little Baby
88. Perpisahan bulan



"sayang,lihat kesini nak,


ayo senyum..."


CEKREK CEKREK


"model tangan nya mana nak !"ujar Sarah dan bulan pun mengikuti gaya yang di lakukan Sarah.


CEKREK CEKREK


"cantik banget sayang"


"Tia, mau foto bareng bulan ?" tanya Sarah.


"mau buk guru" ucap Tia sambil berfoto berdampingan dengan bulan.


CEKREK CEKREK


"Joko kamu mau ikut ?"tanya Sarah, ketika melihat Joko memperhatikan bulan dan Tia.


"hmm,emang boleh buk guru ?"tanya Joko ragu.


"boleh donk, ayo sana gabung!"


"baik buk guru"


CEKREK CEKREK


"anak-anak yang lain juga mau foto dengan bulan, ibu guru fotoin yah !"


IYA BUK GURU


CEKREK CEKREK


"buk guru mau foto bareng bulan nggak?


biar Tia yang fotoin ?" ujar Tia menawarkan diri.


"ouh, terima kasih sayang,"


Tia pun menjadi fotografer nya Sarah dan bulan saat ini.


"mama, kalau papa sudah nggak kerja lagi, kita main di sini ajak papa yah ma !!!"ujar bulan.


"iya sayang "


"maaf kan mama nak, yang telah berbohong"


"mama ayo masuk ke sini, kita main bareng !"


ajak bulan.


"iya sayang"


mereka pun bermain di dalam air bersamaan, bulan sangat bahagia saat ini, ia tertawa gurau saat di semprot pakai air oleh Sarah.


"bulan, kami mau main perosotan, kamu mau ikut tidak?"tanya Tia dan Joko yang berlari kearah tangga naik perosotan.


"mama,bulan mau naik perosotan juga yah ?"tanya bulan.


"boleh, mama tunggu di bawah ya nak, supaya anak mama tidak nyebur lagi kayak tadi"


Begitu lah keseruan kami di sini, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore dan kami harus siap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing.


saat di dalam bus sekolah, bulan ketiduran hingga sampai di rumah, ia tak tau bahwa sekarang sudah berada di atas kasur saat ini,


anak ku memang manis dan cantik.


______________________________________________


Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu,bulan berganti bulan,


akhirnya acara magang ku pun telah usai,


hari ini adalah hari terakhir aku dan bulan berada di sekolah dan kota ini.


sedari perpisahan pagi tadi, bulan hanya murung dan tak banyak bicara,


aku tau ia enggan untuk pindah dari kota ini, apa lagi harus berpisah dengan teman-teman nya,


saat makan siang tadi ia tak banyak bicara, saat mau tidur juga tak bicara sama sekali,


dia pasti sangat syok akan hal ini,


kasihan anak ku.


****


pagi ini kami sudah berada di dalam pesawat saat ini,


dan sebentar lagi pesawat akan memulai penerbangan nya,


saat kami berangkat ke kota ini,


bulan sangat heboh berada di dalam pesawat,


namun sekarang dia hanya diam, tak berkutik apa pun.


"sayang, kamu tak apa-apa kan nak?"tanya ku khawatir.


"bulan tak apa-apa ma" ujar nya sambil menatap kearah ku,


ku lihat maniak di mata nya,


aku tau betul kalau bulan pasti mau nangis saat ini,


maaf kan mama ya nak.


"sayang,kamu jangan seperti itu, mama jadi sedih lihat nya nak "ujar ku dengan ekspresi memelas.


"mama maaf kan bulan ma"jawab nya sambil melirik kearah ku.


"maaf kan mama ya nak,


mama janji suatu saat kita akan liburan ke sini lagi yah nak "ujar ku meyakinkan.


"beneran ma ??"


"iya sayang"