
"Sarah sangat aneh sekali,
ada apa dengan nya dan Alex, Kenapa ia seperti membenci Alex seperti itu..."batin Adit.
hu hu hu
hiks hiks hiks
"kamu jahat, aku benci sama kamu... aku benci hiks hiks hiks"
Adit yang masih berada di dalam rumah pun mendengar suara tangisan dari balik kamar adik nya.
"kenapa Sarah seperti itu, kenapa dia menangis seperti ini, apa ini adalah hubungan dengan bayi Bulan, aku harus menanyai Sarah secara langsung, apa yang sebenarnya terjadi, apa Alex adalah lelaki brengsek yang menghamili sarah...?"
"Sarah, apa kakak boleh masuk, kakak ingin bicara dengan mu sebentar dek.."ucap Adit sambil membuka pintu kamar adik nya,ia sangat ingin tau kebenaran yang terjadi sesungguhnya.
terlihat Sarah sedang duduk memeluk anak nya, sambil menangis sesenggukan,
baby bulan hanya diam dan memperhatikan sang mama, seperti nya ia merasa kan apa yang di rasakan sang mama saat ini.
"Sarah, kamu kenapa, sayang..." tanya Adit sambil menenangkan adik nya dengan menggosok perlahan kepala adik tersayang nya tersebut.
"kamu kenapa sayang,cerita sama kakak yah, mana tau kakak bisa membantu mu..."
hiks hiks hiks
"kak..."
"iya sayang, ada apa, kamu boleh cerita sama kakak, kakak janji tidak akan marah kepada mu..." Adit seperti nya paham apa yang sedang di pikirkan sang adik.
"ada apa sayang cerita sama kakak, apa ini ada hubungannya dengan Alex...?" tanya sang kakak, sambil mencoba menenangkan sang adik yang masih menangis.
"ada apa sayang, apa yang terjadi dengan mu dek ?
jangan di pendam sendiri dek, jangan mau tersiksa sendiri, di sini ada kakak, kamu masih punya kakak yang amat menyayangi mu, ada apa dek, cerita sama kakak,
apa masalahmu, apa masalah ini berkaitan dengan kehadiran baby bulan...?"
Adit mencoba menguak informasi kepada adik nya yang selama beberapa tahun ia sembunyikan dari sang kakak.
"apa Alex ayah kandung dari baby bulan...?"
tanya Adit langsung, Sarah pun sontak kaget dan menatap lekat kearah sang kakak dengan melotot kan mata nya.
"apa kah yang kakak ucap kan itu benar, bahwa baby bulan adalah anak kandung nya Alex...?
apakah Alex yang melakukan hal tercela itu kepada mu...?
apa hubungan mu dengan Alex...?
apa yang terjadi di antara kalian...?
pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan Adit,
meski hati nya pilu mengingat adik nya yang sangat menderita karena perilaku pria bejat yang telah meninggal adik nya setelah ia menanam kan benih di dalam rahim sang adik.
"kenapa kamu diam dek, apa kah semua itu benar...?"
Sarah hanya diam dan menundukkan pandangan nya, pikiran nya seakan berputar pada masa kelam nya dengan Alex.
...FLASH BACK...
Alex yang marah karena tidak dapat menyalurkan hawa nafsu nya pun masuk kedalam mobil mewah nya, ia sangat kesal kepada Sarah, yang mendorong nya karena belum siap untuk melakukan hubungan intim dengan nya,
Sarah masih diam membisu di dalam kamar nya, ia selalu terbayang apa yang ia dan Alex lakukan saat ini, ia juga melihat ekspresi kekecewaan dari raut wajah Alex yang pergi meninggalkan nya sekarang ini, ia merasa bingung dengan keadaan ini, apa yang harus ia lakukan saat ini, ia takut untuk melakukan hubungan intim lebih jauh lagi,
namun ia juga takut kehilangan orang yang sangat ia cintai selama beberapa tahun itu.
Sarah pun mencoba menghubungi Alex,
namun Alex tidak pernah menjawab panggilan nya, hal tersebut membuat Sarah menjadi dilema, ia sangat takut Alex memutusi nya dan ia juga takut untuk kehilangan Alex,
karena masih polos dan labil, tanpa pikir panjang Sarah pun mengantikan pakaian nya,
dan berlari mencari keberadaan Alex, meski beberapa tahun kenal, ia sama sekali tidak tahu dimana tempat tinggal Alex.
ia terus-menerus menghubungi Alex, hingga ia menulis pesan di handphone nya,
"kak,kakak dimana, Sarah ingin bertemu dengan kakak, Sarah minta maaf sama kakak,
Sarah sangat takut kakak meninggal kan Sarah... kak, Sarah sangat cinta sama kakak,
Sarah minta maaf kak, kak Sarah ingin bertemu kakak, Sarah mau kak, melakukan hal apa pun untuk kakak, asalkan Sarah bersama selalu dengan kakak, Sarah sangat menyayangi kakak "
tak berselang lama pesan Sarah pun di balas,
"kalau kamu benar-benar cinta dan sayang sama kakak, datang lah ke hotel xxx kakak tunggu." jawab nya singkat.
Sarah pun memesan ojek online dan ia pun berangkat menuju lokasi yang di berikan Alex tersebut.
saat sampai di hotel xxx, Sarah pun celingak-celinguk mencari keberadaan Alex,
hingga ia merasa seseorang memeluk pinggulnya dari belakang,
"Kak Alex..." ujar nya senang.
"iya sayang..."
"kak kenapa kita...??" belum selesai Sarah melanjutkan kalimatnya, Alex pun merangkul Sarah masuk kedalam hotel tersebut, mereka pun memasuki sebuah ruangan yang tak lain adalah kamar hotel yang sudah di pesan oleh alex sadari tadi.
"kak, jangan tinggali Sarah yah kak..." ucap Sarah memohonkan hingga memeluk erat tubuh sang kekasih.
"iya sayang kakak tidak akan tinggali kamu kok..." ucap manis Alex sambil mengecup bibir mungil kekasih nya.
"sayang,apa kamu sudah siap melakukan itu dengan kakak??" tanya alex sambil membuka satu persatu kancing kemeja nya.
"hmm iya kak, tapi kak, Sarah takut hamil kak...?" lanjut Sarah polos.
"kamu nggak usah takut, kakak bakal pakai pengaman kok dan kamu juga makan pil ini ya sayang," ucap Alex sambil memberikan beberapa obat kepada Sarah.
"ini obat apa kak...?" tanya Sarah bingung.
"jika kamu masih ragu dan takut hamil,
kamu bisa minum pil ini, ini pil KB, kamu tidak akan hamil setelah ini..."
"hmm iya kak,"
Sarah pun memakan sebiji pil tersebut dan mereka pun melakukan hubungan intim yang sangat panas di dalam kamar hotel tersebut,
dengan nafas yang menggebu-gebu dan gelora yang membara, mereka seakan menikmati ritme yang mereka buat sendiri,
begitu pun dengan Sarah yang sebagai seorang pemula, meski di awal ia sempat menjerit kesakitan saat Alex menjebol pertahanan nya, namun perlahan demi perlahan rasa sakit nya berubah menjadi rasa kenikmatan, ntah sudah berapa Ronde mereka lalui, hingga mereka tertidur lemah di bawah selimut yang sama.
"terima kasih ya sayang..."bisik sang kekasih.