My Little Baby

My Little Baby
33. Berhasil menggagalkan pertunangan arsya



Kami pun telah sampai di depan rumah mewah dengan nuansa Eropa yang begitu megah dan luas,


benar sekali apa yang ayu ucap kan, akan ada pesta di rumah ini.


saat ingin masuk,kami di hadang oleh beberapa penjaga rumah,


namun, aku pun berbohong sedikit dengan mengatakan, kami adalah tamu yang sudah di undang, sekuriti itu pun percaya begitu saja kepada ucapan ku.


aku pun melirik ayu sekilas, untuk meminta nya memulai melangkah masuk ke dalam rumah, ayu pun membalas dengan anggukan,


meski ku yakin ini sangat sulit untuk ayu,


ku tinggalkan stroller baby Bulan di depan pintu, aku pun meminta untuk penjaga itu yang menjaga nya, dia pun mengiyakan permintaan ku.


sambil menggendong anak ku,


ku genggam tangan dingin sahabat ku ayu,untuk memberi kekuatan kepada nya.


setelah masuk kedalam rumah, ku perhatikan semua undangan menatap lekat kearah kami,


rasa nya tidak terlalu aneh, karena aku sudah terbiasa di lihat dengan tatapan seperti itu, selama kehadiran baby bulan,


tapi berbeda dengan ayu, ia tidak pernah merasa tertekan seperti ini.


tangan nya sangat dingin membeku, badan nya juga bergetar, ia seperti menahan sesuatu di tubuh nya, aku tau pasti itu, ayu pasti sedang menahan air yang akan keluar di pelupuk mata nya saat ini.


"Semua akan baik-baik saja" bisik ku dan ayu pun mengiyakan.


"A-AYU..."


ucap Arsya, yang sedang berdiri berduaan dengan seorang wanita cantik keturunan Belanda,


pada saat itu air mata yang ayu tahan seketika tumpah membasahi pipi mulus nya,


Arsya pun berjalan kearah kami, ada begitu banyak mata yang menatap lekat kearah kami,


seperti seekor binatang yang siap memangsa buruannya.


"a-arsya,


aku hanya fokus memandang wajah Arsya, yang seperti sedang kebingungan, aku tidak melirik kesana kemari,


rasa nya, aku seperti mendengar seseorang memanggil nama ku,


rasa nya seperti sayu-sayu antara ada dan tiada...


Sarah...


ucap seseorang itu, tapi aku tidak terlalu fokus, mungkin hanya perasaan ku saja.


Arsya pun berjalan kearah kami dan dia pun menggenggam tangan ayu dengan sangat erat, ia pun menatap wajah seorang lelaki dan perempuan, yang berada di sebelah wanita cantik calon tunangannya itu, yang ku yakini adalah orang tua nya.


"mama,papa maaf kan Arsya,


Arsya tidak bisa melanjutkan pertunangan ini..." ucap Arsya sambil menarik tangan ayu,


ayu dan Arsya pun berlari keluar, sedangkan aku seperti patung yang tanpa bergerak sedikit pun, ntah kenapa, aku jadi seperti ini,


aku seperti tidak asing dengan wajah kedua orang tua Arsya, padahal ini adalah kali pertama nya aku bertemu dengan mereka,


namun tak lama lamunan ku pun goyah, saat anak ku, mulai mengoceh.


UWAAAHHH


KYAAA


MAMA,MAMA


MAMA


begitu lah suara kecil anak ku, aku pun tersadar dari lamunanku, aku pun melirik anak ku sekilas, lalu tersenyum kearah nya,


hingga aku keluar dari rumah itu, tanpa berpamitan, aku pun mengambil stroller anak ku yang tadi aku titipkan kepada sekuriti penjaga rumah, setelah memasukkan bulan kedalam stroller aku pun berjalan dengan perlahan, sambil mendorong stroller tersebut.


ku dengan kasak kusuk dari dalam rumah mewah tersebut, seperti suara tangisan, teriak kan dan sebagai nya,


aku juga merasa lega dengan apa yang aku dan ayu lakukan, aku berharap ayu tidak merasa kan hal serupa seperti sakit yang pernah aku rasa kan, aku ingin melihat orang di sekitar ku bahagia, walau harus membantu mereka sedikit.