
Pagi ini Sarah bangun pagi-pagi sekali,
karena baby bulan yang selalu menangis sedari malam, Sarah pun mengompres baby bulan, karena suhu tubuh nya yang sangat tinggi.
"Sarah, seperti nya baby sitter nya bulan tidak bisa datang hari ini, barusan dia menghubungi kakak minta cuti..." ujar Adit.
"hmm kak,
bi-bisa minta kak Novi yang jagain bulan,
Sarah mau kuliah hari ini kak..?" ucap Sarah ragu-ragu.
"tidak bisa dek, kak Novi ada perjalanan keluar negeri siang nanti, dia pasti sangat sibuk sekarang,"
"A-apa,?
kenapa semua orang pada sibuk hari ini...?"
"ya udah, kamu ke kampus saja, biar kakak yang jagain baby bulan..." ucap Adit sambil memandang baby bulan yang sakit.
"terus gimana dengan dagangan kakak??"
tanya Sarah khawatir.
"kakak libur aja hari ini,
besok saja kakak buka warung nya...."
"aaah gak usah kak, biar Sarah aja yang libur hari ini, kakak kembali ke warung aja kak,"
Sarah tidak mau menyusahkan Adit,
makanya ia lebih memilih tidak ke kampus hari ini, padahal hari ini adalah presentasi dari kelompok nya, Sarah pun meraih benda pipih nya dan menghubungi ayu sahabat nya,
tentang perihal dia izin hari ini.
"ya udah dek, kakak jualan hari ini,
tapi sebelum itu,ayo kakak temani kamu ke rumah sakit untuk berobat nya bulan,
kasihan dia sakit sedari tadi,"
"aah nggak usah kak, Sarah bisa sendiri kok,
sana kakak kembali ke warung, Sarah yang akan bawa baby bulan ke rumah sakit..."
"iya udah kakak kembali ke warung yah,
"iya kak"
______________________________________________
matahari pagi ini sangat terik,
Sarah pun mengendong baby bulan dengan Menaikkan taksi online yang sudah ia pesan tadi,entah kenapa ia merasa sangat cemas hari ini,perasaan nya juga tidak enak dan ia merasa sangat khawatir terhadap Alex,
tanpa sengaja ia pun mencari kontak Alex dan menghubungi nya, namun nomor Alex tidak aktif, ia pun mencoba mengirim pesan kepada Alex, tapi pesan nya tidak di buka sama sekali, hingga mobil taksi itu pun berhenti di depan rumah sakit swasta xxx di kota itu.
setelah membayar ongkos taksi, Sarah pun masuk kedalam rumah sakit tersebut,
dan langsung menuju ke ruangan dokter spesialis anak, terlihat di sana ada beberapa orang yang sedang antri membawa anak mereka masing-masing,
Sarah pun memilih duduk di ruangan tunggu yang sudah di sediakan,
"kak Alex kenapa nggak bisa di hubungi,
apa kak Alex sibuk yah...!"
tak berselang lama handphone Sarah pun berbunyi, Sarah sangat kegirangan ia berharap itu adalah kak Alex yang menghubungi nya, ternyata ia salah,
itu adalah nomor nya teguh teman kuliah nya.
"Sarah, anak lo sakit yah, sekarang kondisinya gimana??" tanya teguh dengan nada khawatir.
"sekarang masih nungguin antri,
tapi gue yakin baby bulan baik-baik saja,"
"ouh bagus lah, ehmm ya udah kalau gitu,gue tutup dulu telpon nya, sekarang giliran kita yang presentasi..."
"eeeh iya"
setelah memutuskan panggilan telpon dengan teguh,
baby bulan pun di panggil oleh salah seorang dokter untuk melakukan pemeriksaan,
setelah melakukan pemeriksaan ternyata tidak ada hal serius yang terjadi terhadap bulan, bulan hanya demam biasa kata dokter,
dan hanya di beri obat penurun panas.
Sarah sangat lega ternyata anak nya tidak apa-apa, ia pun berjalan menyusuri lorong rumah sakit, hingga ia berpapasan dengan seorang yang baik kepada nya dan Sarah sangat berhutang Budi kepada lelaki itu,
dia adalah dokter Agam, Lelaki yang membantu persalinan nya waktu itu.