My Little Baby

My Little Baby
95. Pindah ke rumah alex



Beberapa hari pun berlalu, kehidupan sedih akan kepergian ayah tercinta, semakin menyiksa diri Alex,


ia seperti kehilangan kunci hidup untuk mengikat mama nya,


ia sangat yakin mama nya pasti akan lebih berkuasa saat ini,


namun yang benar saja, wanita licik itu selalu membujuk Alex untuk tinggal di rumah utama keluarga Mahesa,


dengan berdalih, tidak bisa sendiri di rumah ini,


meskipun mama nya memiliki kesalahan yang fatal, namun Alex sangat menyayangi mama nya, ia merasa tidak tega meninggalkan mama nya seorang diri di rumah mewah tersebut, sementara Arsya ia harus melanjutkan studi nya di Amerika,


Alex pun membujuk Sarah agar mau tinggal di kediaman nya, meski awal nya menolak, Sarah tak ada pilihan lain selain mengikuti keinginan suami nya,


apa lagi saat ini sudah ada Novi yang menemani kakak nya di rumah mereka, Sarah merasa tidak ada alasan lain saat ini selain menuruti keinginan suami nya.


Sarah dan bulan pun pindah ke rumah mewah keluarga Alex,


wanita licik itu sangat hebat berperan sebagai seorang artis di TV TV ia dengan lihai nya menjadi mama yang baik untuk anak dan menantunya dan tentu saja Alex terkecoh akan hal itu,


ia semakin mempercayai Sarah dan bulan untuk tinggal bersama keluarga nya itu.


______________________________________________


"Sarah...Sarah...."teriak seorang wanita yang tidak lain adalah mama nya Alex atau mertua nya Sarah.


"Sarah...Sarah..."ujar nya lagi-lagi suara nya menggelegar hingga sampai kebelakang rumah.


"i-iya ma..."jawab Sarah sambil berjalan kearah mertua nya dengan tergopoh-gopoh sambil menggendong gadis kecil yang bernama bulan.


"kamu punya kuping nggak sih !


kamu dengan nggak saya teriak-teriak ?" wanita itu berkacak pinggang sambil melirik sinis.


"maaf ma, Sarah habis mengantarkan kak Alex ke depan gerbang, bulan ingin melihat ayah nya berangkat kerja."ujar wanita itu menunduk hormat.


"Hallah, alasan kamu itu, kamu pasti nggak mau saya suruh masak kan ?" wanita itu mengibas tangan, sedang Sarah hanya diam membatin berperan dengan pikiran nya sendiri.


"bukan nya di rumah ini ada pembantu yah,


aneh, kenapa body guard juga nggak ada di rumah ini,


sepi dan sunyi hanya meninggalkan mama Riska seorang diri "


"sekarang kamu masak, saya lapar,


mentang-mentang ada Alex, kamu jadi semena-mena di rumah saya...."lanjut nya lagi sambil menatap tajam kearah Sarah.


"ba-baik ma..." Sarah masuk kedalam rumah sambil mengendong bulan dalam dekapan nya, ia pun menurunkan bulan di sebuah kamar di lantai bawah yang menjadi kamar mereka saat ini,


Sarah pun membujuk bulan untuk menonton kartun di televisi di dalam kamar dan bulan hanya diam dan menuruti permintaan mama nya.


Sarah meracik bubuk dan mulai memasak,


Sarah memang tidak terbiasa dalam hal perdapuran karena biasa nya ia selalu di bantu kak Adit dalam hal memasak,


namun ia masih ingat sebuah masakan yang sempat ia pelajari saat ia mengandung bulan, dan ia sempat bekerja di rumah makan keluarga Lee.


"Sarah, kok lama banget sih masak nya ?"wanita itu pun melongok ke dapur melihat pekerjaan Sarah.


"Ini sudah hampir siap ma..." ujar Sarah sambil memasukkan hasil masakan nya kedalam mangkok dan piring, opor ayam sudah mengebul dan siap di santap.


sedangkan nenek sihir itu asyik bersila kaki sambil terus mengomel di depan meja makan.


"masakan nya sudah matang ma..." Sarah pun menuangkan nasi dan menambah lauk pauk kedalam piring, lalu menyodorkan kehadapan mertua nya.


"ya sudah, sana cuci semua peralatan masak nya !


saya nggak mau ada perabotan yang kotor. "


ujar nya lagi, Sarah pun membawa semua peralatan ke wastafel dan mencuci semua sampai bersih.


Sarah bingung semenjak ia tinggal di sini, ia tidak pernah melihat asisten rumah tangga di rumah mewah dan luas ini,


kecuali satpam penjaga rumah di luar.