My Little Baby

My Little Baby
186. Kedatangan Alex



Alex sudah berangkat menemui Sarah dengan menaiki taksi online yang ia pesan.


di sepanjang jalan Alex hanya tersenyum sambil membayangkan hidup bahagia bersama Sarah dan juga bulan.


Alex berencana membawa Sarah dan juga bulan ke Amerika setelah ini, dan tentunya Alex akan membeli rumah kecil untuk sementara waktu di huni oleh mereka bertiga, dengan uang pemberian meci.


Arsya sudah menunggu kedatangan kakak nya di Amerika, Arsya juga akan membantu Alex, sebisa mungkin untuk sembuh dari sakit nya.


Alex sangat merindukan istri dan anak nya itu, sudah berbulan-bulan lama nya mereka tidak bertemu, bahkan rindu itu sudah sangat memburu di batin nya.


Alex tak peduli bagaimana pandangan orang tentang istri nya Sarah, banyak teman-teman yang mengatakan bahwa Sarah sangat tidak cocok berdampingan dengan Alex, mengingat wajah mereka dan kasta mereka yang sangat jauh berbeda.


Alex memiliki wajah yang rupawan dan keluarga yang terpandang, sehingga wanita mana pun akan mudah tertarik terhadap nya, namun entah mengapa setiap berpisah dengan Sarah, jiwa nya memburu-buru untuk ingin bertemu dengan istri nya dan tak bisa dipungkiri Alex memang mencintai Sarah istri nya.


Alex sudah sampai di halaman depan rumah sahabat nya dan juga istri nya, saat ini rumah mereka tertutup rapat, bahkan warung bakso Adit juga tertutup, mengingat hari sudah menjelang malam dan pasti nya penghuni rumah pasti sedang beristirahat saat ini.


Alex pun mengetuk pintu rumah itu dan tidak berselang lama, pintu itu pun terbuka memperlihatkan seorang wanita yang sangat ia rindui.


dia adalah Sarah, Sarah yang membuka pintu itu, Alex mengukir senyuman mengembang di bibirnya kearah Sarah, namun Sarah hanya melirik kaget dengan kedatangan Alex, tanpa berlama-lama Alex langsung memeluk erat tubuh Sarah dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajah istri nya itu.


sedangkan Sarah hanya terpaku di tempatnya, antara percaya dan tidak percaya dengan kedatangan Alex yang tiba-tiba ini.


"sayang, akhirnya aku bisa menemui mu..." lirih Alex sambil terus menciumi wajah Sarah secara membabi buta, sarah hanya terdiam dan tidak ada perlawanan sama sekali, bahkan sekarang Sarah mengiba melihat kondisi Alex yang sedang duduk di kursi roda nya.


"sudah jangan di pikirkan kan sayang, aku pasti sembuh secepat nya, percaya lah...dan aku juga sudah bertekad untuk membawa mu dan juga bulan pergi dari sini, kita akan memulai hidup baru setelah ini sayang..." jawab Alex lagi, terus menciumi Sarah.


Sarah terbelalak mendengar ucapan Alex hingga ia berusaha melepaskan pelukan Alex di tubuh nya.


"maaf kak, aku tidak bisa ! aku sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita, aku sudah tidak bisa bersama mu lagi kak...maaf kan aku..." ujar Sarah sambil menatap mata Alex lekat, setelah ia berhasil melepas pelukan di tubuh nya.


"tidak sayang, kamu akan tetap bersama ku, aku akan membawa mu ke Amerika, kita akan tinggal di sana dan aku tidak akan membiarkan siapapun melukai mu, aku janji sayang..."


Sarah menggeleng cepat kearah Alex.


"tidak tidak, aku tidak mau, aku tidak mempercayai mu lagi kak, aku tidak mau ikut bersama mu, tapi jika kamu memang menginginkan aku, aku ingin kamu tinggal di rumah ini dan kita tidak perlu kemanapun." jawab Sarah menatap Alex, Sarah percaya pasti Alex akan menolak akan hal itu, namun benar saja, Alex melirik kesemua arah, rumah Sarah tidak ada yang berubah, tetap sama seperti dulu, sangat sederhana dan tidak terawat, sebab Adit tidak pernah membangun atau merenovasi ulang rumah ini.


"tidak sayang, kita akan ke Amerika, kita akan tinggal di apartemen atau membeli rumah yang layak untuk kita huni di sana..." jelas alex.


"aku tidak mau kak..." jawab Sarah menatap wajah Alex.


"sayang, jika aku tetap di sini aku mau kerja apa sayang, pasti semua tempat tidak akan ada yang menerima ku, mengingat mama ku yang berkuasa nanti nya." jelas Alex memberi alasan.


"kamu bisa bekerja berjualan bakso, sama seperti kakak ku atau kamu bisa bekerja serabutan lain nya, dan jika kamu masih menolak, kamu bisa pergi dari sini kak, aku tidak akan pernah mau mengikuti mu kemana pun..." tutur sarah lantang.