My Little Baby

My Little Baby
209. Pingsan di trotoar jalan



Sarah tak ingin mengugurkan kandungan nya, ia malah memilih untuk pergi meninggalkan Alex, ia sudah tak sanggup bersama Alex yang kiat kali harus menerima perlakuan yang tempramen dan mudah main tangan seperti itu.


Dengan tangan menjinjing tas berisi pakaian Sarah dan bulan terus melangkah tanpa arah dan tujuan yang pasti, kembali ke rumah kakaknya ? tidak. Sarah tidak ingin membuat kakaknya menjadi khawatir terhadap kondisinya yang seperti ini, apalagi wajah nya dan leher nya masih berbekas karena ulah Alex.


Sarah memilih untuk mencari tempat lain dan menyembunyikan apa yang telah ia dan bulan alami dari kakaknya Adit.


Sarah tidak ingin kembali ke rumah Alex, dan juga tidak mau menggugurkan kandungannya yang berarti pula dia mengakui tuduhan Alex yang tak pernah sekalipun dia lakukan itu, dari pada kembali ke rumah Alex dan menerima tuduhan Alex dengan begitu saja, lebih baik dia hidup di jalanan menjadi gelandangan asalkan dia tetap bisa mempertahankan kebenaran bahwa bayi yang dikandungnya adalah anak dan darah daging Alex, bukan anak dari selingkuhannya dengan Teguh yang tidak pernah dia dan Teguh lakukan di belakang Alex.


Beberapa menit menyusuri jalan, karena lelah baik pikiran maupun fisik membuat daya tahan tubuh Sarah yang sedang mengandung turut lemah sehingga akhirnya Sarah pun terjatuh terkulai pingsan di trotoar jalan, bulan yang melihat mama nya yang terbaring lemah, seketika berteriak kencang memanggil ibunya dan berusaha meminta pertolongan, sehingga seorang sopir taksi yang melihat ke arah anak kecil yang berteriak dan seorang wanita yang tergeletak pingsan segera menghentikan mobilnya, kemudian dia turun dari taksinya dan menghampiri trotoar di mana Sarah pingsan, dengan seksama lelaki itu memperhatikan wajah Sarah, hingga seorang sopir taksi itu pun mengerut kening nya sepertinya dia tengah berusaha mengingat sesuatu.


"bukan kah dia perempuan yang ada di foto yang teguh miliki ?" guman sopir taksi begitu mengenali wajah Sarah yang pernah dia lihat di handphone milik teguh teman nya.


"om, tolong mama !" lirih bulan dengan air mata mengalir deras.


"apa mama mu bernama Sarah ?" tanya sopir taksi itu lagi dan langsung di jawab anggukan cepat oleh bocah 5 tahun itu.


Sopir taksi pun terbelalak dan berteriak kencang memanggil orang-orang untuk membantu mengendong Sarah kedalam mobil nya.


"tolong...." teriak sopir taksi tersebut, memanggil warga yang lewat di sekitar tempat pingsan nya Sarah.


" ada apa bang ?" tanya para warga.


" tolong perempuan ini, dia pingsan ? rasanya aku mengenalinya, tolong aku bawakan perempuan ini ke taksiku ?" pinta sopir taksi itu pada warga, hingga para warga dengan segera membantu menggotong tubuh Sarah menuju ke taksi dan memasukkannya ke dalam taksi tersebut dengan di ikuti oleh bulan yang tak mau lepas dari mama nya.


"terima kasih..." ucap sopir taksi tulus.


"benar abang mengenal nya ?" tanya seorang warga memastikan.


"iya aku mengenal nya, dia adalah teman sahabat ku." tutur supir taksi itu lagi.


"terus mau di bawa kemana lagi dia ?" tanya warga yang lain curiga, sebab tubuh Sarah memang sangat menyedihkan, karena di sakiti oleh Alex suami nya.


"tentu saja ke tempat sahabat ku, sebab wanita ini adalah wanita yang sangat di sukai oleh sahabat ku, dan yang jelas sahabat ku tau keluarga dan rumah wanita ini."jelas lelaki itu lagi.


"sekali lagi terima kasih yah pak, buk..."


Sopir taksi itu pun masuk kedalam mobil nya dan melaju kan mobil nya dengan kecepatan sedang,. menuju kediaman teman nya teguh.