
Pagi hari nya, Sarah dan bulan sudah di jemput oleh yoga dan ayu, sedang kan Alex, dia masih terlelap dalam tidur nya, Sarah tak tega membangunkannya, hingga Sarah pun pergi bersama teman-teman nya tanpa sepengetahuan dan seizin dari Alex.
seperginya Sarah, sebuah mobil mewah berwarna merah pun berhenti di depan rumah mereka, seorang wanita cantik dengan mengenakan kacamata nya, berlenggak lenggok menuju rumah tersebut.
KRING KRING KRING
bel rumah pun berbunyi, Alex yang mendengar suara yang begitu bising pun perlahan mengumpulkan kesadaran nya untuk bangun dari tidur nya.
"Sarah, buka pintu nya ! berisik tau ..!" ujar Alex sambil mengucek kedua matanya.
"Sarah !" Alex melirik ke semua arah, namun ia tidak menemukan keberadaan istri nya di kamar itu.
Alex pun turun dari ranjang nya dan mencari keberadaan Sarah atau bulan, namun mereka tidak ada di mana pun, sedang kan di luar suara bel pintu terus saja berbunyi.
"Sarah dan bulan kemana sih ? dan ini siapa lagi, pagi-pagi udah bertamu ?" lirih Alex berjalan kearah pintu.
"iya tunggu !" Alex terpaksa membuka pintu, meski masih mengenakan piyama tidur di tubuh nya.
KRIK
pintu pun terbuka, Alex sangat kaget dengan kehadiran seorang wanita cantik yang berdiri di depan rumah nya.
"surprise...." ucap seorang wanita mengangetkan Alex.
"me-meci !" tanya Alex tak percaya dengan kehadiran meci yang sudah berdiri di depan pintu rumah nya.
"ngapain kamu kesini meci ? nanti kalau Sarah dan bulan tau gimana ?" ujar Alex protes sambil menatap ke semua arah, takut-takut Sarah dan anak nya masih berada di sekitar rumah .
"tenang aja sayang, mereka sudah pergi kok..." terang meci sambil memeluk tubuh Alex.
"tapi kenapa kamu kesini ?" tanya Alex lagi.
"iya bisa dong, karena aku sudah sangat merindukan mu sayang." tambah meci mencium wajah Alex.
"aku belum mandi !" lirih Alex merasa risih di cium oleh meci.
"biarin aja ! aku suka kok." ujar meci lagi sambil mencium habis wajah Alex.
"sayang, sayang, tunggu dulu ! kamu kok bawa aku ke kamar kalian sih !" protes meci sambil menatap ke semua arah di kamar sederhana milik Sarah dan Alex.
"aku pengen sayang..." bisik Alex pencium kuping meci.
"sayang, jangan seperti ini dulu, kamu mandi dulu gih, bau...hehe" ujar meci lembah lembut.
"hmm, iya udah deh, aku mandi dulu yah." Alex pun berjalan kearah kamar mandi di rumah nya, sedang kan meci masih melirik ke semua arah dan seketika mata nya tertuju di sebuah foto Alex berserta anak dan istri nya.
"ouh, jadi ini istri nya Alex !" ujar meci menatap sebuah foto Alex dan keluarga nya
"seperti nya aku pernah melihat nya ! tapi dimana yah ?" tanya meci sambil berusaha mengingat ngingat.
"hmm, wajah nya seperti nya pasaran, maka nya terlihat sama di semua tempat...haha" hina meci menertawakan foto Sarah.
"aku akan memiliki Alex seutuhnya dan pasti nya Alex akan jauh lebih memilih ku ke timbang kamu dengan wajah pas-pasan mu itu... haha" ujar meci tersenyum puas.
Meci pun mengeluarkan sehelai pakaian yang sempat ia bawa dari rumah nya.
"dengan lingerie ini, Alex pasti akan lebih tergoda !" timpa meci dengan senyum licik nya.
meci membuka semua pakaian yang menutup pada tabuh nya dan mengantikan nya dengan lingerie tipis dan transparan milik nya, hingga mengespor langsung kearah tubuh moleknya.
"aah, aku seksi banget .." ujar meci memuji tubuh nya.
Tak berselang lama Alex masuk ke kamar nya dan terbelalak kaget melihat pakaian meci yang sudah berhamburan di atas kasur mereka.
"meci " lirih Alex namun seketika ia menatap kearah seorang wanita yang berdiri di depan cermin besar di meja hias Sarah.
"meci !" Alex menelan Saliva nya terus menerus menatap kearah meci yang sangat menggoda di hadapan nya.
"kenapa sayang ? aku seksi kan ?" tanya meci mendekat kan tubuh nya kearah Alex.
"lebih cantik mana, aku atau wanita itu ? atau lebih seksi mana aku atau istri pertama mu itu ?" tanya meci sambil menggantungkan tangan nya di leher Alex.
"meci kamu memang benar-benar menggoda..." Alex tak tahan dengan keseksian meci, hingga Alex langsung membawa meci keatas ranjang mereka, sehingga pergaulan suami istri pun terjadi di atas sana.