
...FLASH BACK...
"ternyata wanita itu adalah Sarah...?" tanya Agam sambil menatap lekat wajah Sarah yang berteduh di pos ronda.
"iya benar, itu orang nya tuan,
anda hanya harus melakukan seperti permintaan nona besar, anda tidak perlu menikahi nya setelah ini,"ucap seorang lelaki dengan mengenakan pakaian hitam dan kacamata hitam nya.
"kenapa harus aku, kenapa orang itu harus Sarah, aku tidak bisa melakukan ini,?" ucap agam sambil mengusap kasar Wajah nya.
"apa anda ingat apa yang di ucapkan Nona besar, jika anda berhasil anda dan ibu anda akan mendapatkan nama di keluarga Mahesa dan anda juga bisa memimpin di rumah sakit swasta xxx itu." terang Lelaki itu.
"apa anda tidak mau berkorban sedikit untuk mommy anda...?" lanjut lelaki itu memaksa.
"hmm baik lah, akan ku usahakan,
ku harap semua akan baik-baik saja..."
...FLASH BACK ON...
mama tiri ku memang minta ku untuk mempermainkan perasaan Sarah,supaya ia bisa lepas dari kakak tiri ku ka Alex,
namun apa aku sebajingan itu setelah aku menyaksikan sendiri penderita yang di alami Sarah selama ini, aku tidak bisa melakukan nya, dia juga seorang wanita, sama seperti mommy ku,
mommy pasti sangat membenciku jika aku melakukan hal curang seperti ini hanya karena harta,
lagiaan aku sudah punya Khanza, aku tak mau mengkhianati wanita yang sangat tulus mencintai ku itu,
aku tidak akan melakukan hal sebejat itu,
tapi bagaimana dengan Sarah,
jika mama tiri ku tau, aku tidak melakukan hal yang seperti yang ia inginkan,
ku pasti kan ia pasti akan berbuat nekad setelah ini,
aku takut ia akan membuat Sarah lebih menderita dari ini.
batin Agam.
"dokter Agam, Sarah pulang dulu yah,
hujan nya juga mulai reda kok!" ucap Sarah sambil memandang kearah langit.
"eeh,apa mau saya antar kan...?" ucap Agam.
"aah tidak usah, Sarah tidak mau menyusahkan dokter lagi,
terima kasih dokter atas semua nya."ucap Sarah tulus.
"iya Sarah, hati-hati yah,
ini nomor telepon saya..." lanjut Agam sambil menyerahkan secarik tanda pengenal.
"baik dokter."
Sarah pun berlari memotong jalan dengan tubuh yang basah kuyup karena kehujanan,
sebenarnya ia masih ingin berteduh di pos ronda,
namun ia tak enak berduaan dengan dokter Agam,
meski ia tau dokter Agam tidak akan berbuat macam-macam terhadap nya,
ia juga waspada takut terjadi fitnah antara dia dan dokter tampan tersebut,
ia tak ingin merusak karir yang di bangun susah payah oleh dokter tampan itu hancur hanya karena ke salah pahaman belaka.
Tak bersalah lama Sarah sudah sampai di ambang batas pintu rumah nya,
ia mendengar suara Panik kakak nya dari arah dalam rumah.
"di rumah sakit !
aah baik saya akan kesana sekarang juga..."
Sarah pun masuk ke dalam rumah dan langsung menghampiri kakak nya, yang kelihatan sangat panik dan gusar.
"Kak,kakak Kenapa?
siapa yang telfon ?
siapa yang sakit kak ?" tanya Sarah penasaran.
"aaah Sarah"
ekspresi wajah Adit sangat tidak enak dipandang dan itu tentunya membuat sarah menjadi sangat penasaran.
"kak!"
"Sarah, Alex, Sarah, Alex..."
"kak Alex ?
ada apa dengan kak Alex kak ?" tanya Sarah khawatir.
"Alex, ke-kecelakaan Sarah,
dia berada di rumah sakit xxx ini..."terang Adit.