My Little Baby

My Little Baby
89. Kedatangan yang mengejutkan



"om Adit, bulan kangen sama om..." ujar bulan sambil memeluk kencang tubuh Adit.


"iya sayang,om juga kangen sama bulan"


"om, bulan sudah sekolah loh, kelas I SD


dan bulan juga punya banyak teman di sana"ujar bulan menjelaskan.


"ooh iya"


"iya om"


"wah hebat sekali"


kebetulan beberapa hari lagi adalah hari spesial untuk kak Adit dan kak Novi, mereka akan melaksanakan pernikahan mewah di hotel berbintang,


karena akan ada beberapa orang penting yang akan menghadiri acara pernikahan mereka,


dan sekarang kak Novi telah bekerja di sebuah perusahaan besar di kota kami,


dia adalah wanita yang baik, yang mau menerima kak Adit apa adanya.


aku telah mengabari kak Adit sebelum aku dan bulan kembali ke kota kami.


saat ingin memasuki rumah, aku dan bulan di kaget kan dengan ada nya seseorang yang sangat aku dan bulan rindu kan, dia adalah Alex suami ku selaku ayah nya bulan,


ternya dia telah menunggu kedatangan kami.


"kak, Alex !" ujar ku kaget, aku tak percaya kak Alex ada di depan ku saat ini.


"papa"ucap bulan girang, bulan memeluk kak Alex dengan sangat erat, dia seperti tak mau lepas dari genggaman kak Alex,


aku jadi terharu melihat drama anak dan ayah ini, tanpa sadar air mata ku mengalir deras nya.


"Sarah sini, gabung" ujar kak Alex membentangkan tangan nya dan tentu saja aku langsung menghampiri nya.


"kita akan bersama selama-lamanya mulai saat ini" ujar nya lirih, aku tak tau apa yang telah ia alami dan ia lakukan selama ini, yang jelas aku nyaman dan bahagia mendengar ucapan nya tersebut,


dan bukan hanya itu yang membuat ku bahagia,ternyata suami ku sudah sembuh dari lumpuh nya.


"Kakak dari mana saja?"tanya ku, tanpa melepaskan pelukannya.


"papa jangan tinggalkan bulan dan mama lagi yah pa,


jangan kerja jauh-jauh lagi yah pa"ucap anak ku yang seketika membuat air mata mengalir kembali, ia begitu merindukan sosok seorang ayah dan ia begitu menyayangi Alex meski ia tidak begitu lama bersama.


"papa janji tidak akan meninggalkan kalian lagi nak"ujar kak Alex, aku yakin ia mengucapkan nya dengan tulus, terlihat dari manik mata nya ia menangis saat memeluk tubuh kami saat ini,


aku tidak pernah melihat kak Alex sesedih ini.


"Ahmm ehmm"


suara yang membuat momen haru dan romantis kami terhenti.


"eeeh kak"ujar ku malu-malu.


"udah donk, nostalgia nya,ayo bawa semua barang-barang kalian masuk"pinta kak Adit dan aku pun mengiyakan nya,


kak Alex dan kak Adit membantu ku membawa barang ku dan bulan ke dalam kamar kami.


"papa, papa jangan pergi lagi yah,


nanti kita tidur bareng yah pa...!"ujar bulan.


"Emang papa boleh nginap di sini nak!"ujar Alex mencadai anak nya.


"mama, papa boleh kan tidur bareng kita malam nanti ?" tanya nya lugu.


"boleh donk sayang,


papa akan tinggal di sini bareng kita"ucap Sarah meyakinkan anak nya.


"horeee, bulan bisa tidur bareng papa dan mama kayak teman-teman"ujar nya percaya diri, bulan memang memimpikan saat itu.


"emang bulan pernah melihat teman nya bulan tidur bareng orang tua nya ?"tanya Alex menggoda.


"pernah pa, lewat mimpi"ujar bulan.


"tidak mungkin"sambung Sarah.