
Etah apa yang berada di pikiran Alex, setelah pulang dari Amerika ia malah memutuskan untuk menerima tawaran mama nya.
"mama aku setuju untuk menikah dengan Amel, tapi aku belum ingin bercerai dengan Sarah sebelum aku bertemu dengan nya terlebih dahulu, lagi pula aku juga akan meminta hak asuh bulan di serah kan kepada ku, aku ingin bulan tinggal bersama ku..." ujar Alex mantap, meski ia kiat kali dilema dengan keputusan yang tengah ia ambil ini.
"hmm seterah kamu lah, yang jelas Amel bisa menjadi menantu mama dan tinggal di rumah ini, iya kan sayang, kamu senang kan...?" ujar mama Riska girang sambil bertanya kepada Amel yang duduk di sofa ruangan tamu mereka.
"ah, a-aku aku senang kok Tante, tapi kalau masalah hak asuh anak, aku ngikut aja sih Tante, hehe jika itu yang terbaik untuk Alex..." jawab Amel.
"apa-apaan sih, kok pakai bawa-bawa anak itu tinggal di sini segala, dia kira aku ini baby sitter apa harus jagain anak, kalau sampai aku nikah dengan nya nanti dia membawa anak itu kesini, lihat saja akan ku jadi kan pembantu kecil ku disini.haha" batin Amel.
"hmm iya sudah, Alex mau kembali ke kantor, karena sudah sangat lama Alex meninggalkan kantor, kasihan Aryo harus menyelesaikan pekerjaan Alex..."ujar Alex lagi.
"iya sudah, hati-hati yah nak..."ucap mama Riska dengan ekspresi yang sangat bahagia.
"iya ma..."
"Tante, kenapa anak itu harus tinggal di sini segala sih ?" tanya Amel sesaat Alex meninggalkan rumah.
"Tante juga keberatan awal nya, tapi jika Alex mau menikah kan kamu, apa masalah nya...!"ujar Riska sambil menarik sedikit alis nya.
"hmm kamu tenang saja Sayang,akan Tante urus kalau masalah itu, lebih baik sekarang kita senang senang merayakan kebahagiaan kita..."lanjut riska tertawa riang.
"ok Tante...."
Alex sudah kembali ke kantor saat ini, Aryo pun menemui nya yang sedang duduk di kursi kekuasaan nya.
"selamat datang bos..."ujar Aryo sambil duduk di sofa yang tersedia di ruangan Alex.
"Bagaimana kabar istri dan anak Lo, apa sudah menemui titik terang ?" tanya Aryo sambil menatap lekat wajah atasan nya itu.
"hmm, mereka belum juga ketemu dan gue sudah berhenti untuk mencari nya, menurut gue kalau dia masih mencintai gue dan masih menginginkan gue menjadi suami nya pasti nya dia tidak akan pernah pergi meninggalkan gue..." ujar Alex sambil berkutik dengan dokumen yang menumpuk di atas meja kerja.
"kalau gue boleh tau, apa alasan yang membuat Lo melakukan kekerasan terhadap istri Lo itu ?" tanya aryo ia sangat tidak paham dengan sikap yang sering berubah-ubah dari Alex.
"dia tidak mempedulikan mama, saat mama sakit, bahkan dia tidak memberi mama makan selama sehari, dan dia juga suka makan di luar hingga memfitnah mama dengan mengatakan mama tidak pernah memberikan nya makan dan lebih gila nya lagi, dia menghasut anak gue supaya membenci nenek nya, memang kelewatan wanita itu..." ujar Alex geram mengingat perlakuan Sarah.
"masih sih wanita berwajah lugu seperti Sarah melakukan itu ?" tanya Aryo.