
"kenapa Lo nangis Lex...?" ucap Adit sambil membawa kan dua gelas kopi di atas nampan.
"eeh iya, gue terharu aja dit,
nggak nyangka Sarah udah punya anak, hehe"
"ouh iya gitu,
gue juga sama seperti Lo waktu awal, gue juga nggak tau, Sarah bakal punya anak secepat ini ..."
"aku harus tau lebih banyak lagi tentang Sarah dan anak ini...?" begitu lah pikir ku.
"bdw, suami Sarah mana dit...?
kok nggak kelihatan,..?"ucap ku polos.
"hmm Sarah,
Sarah belum punya suami Lex "jawab Adit sambil tertunduk lesu.
"aaah belum punya suami...!!!
terus anak ini...?"
"aku juga nggak tau Lex, siapa sebenarnya ayah kandung nya Bulan, Sarah hamil tanpa sepengetahuan ku dan melahirkan sendiri di kota xxx tanpa ku ketahui..."
"ternyata benar, Adit nggak tau apa pun..."
"terus kenapa kamu nggak tanya langsung sama Sarah, siapa ayah anak nya ini ?"tanya ku menyelidik.
" sudah kutanya, tapi Sarah tidak pernah mau mengatakan siapa sebenarnya ayah kandung nya Bulan, mungkin Sarah nggak mau mengingat kejadian suram nya dahulu, maka nya ia bungkam dengan kebenaran..."
"ouh gitu yah..."
Adit pun menceritakan kejadian yang di alami Sarah dan bayi bulan selama 2 tahun ini,
setelah mendengar itu, aku menjadi tambah merasa bersalah, rasa nya aku ingin Jujur kepada diri ku dan kepada dunia, bahwa bulan adalah anak ku,darah daging ku, aku yang menghamili Sarah waktu itu,
tapi saat kusadari hal yang aku pikirkan, aku merasa jijik dengan diri ku sendiri,aku merasa hina,serendah itu kan diri ku,aku sangat-sangat menyesal atas kejadian ini, aku memang lelaki brengsek.
setelah sekian lama bercakap,
aku pun meminta Adit untuk kembali ke warung nya, awal nya Adit enggan melakukan itu, namun aku pun selalu memaksa dengan beralasan biar aku yang menjaga bulan,
kasihan Novi yang kesusahan di warung,
setelah sekian lama membujuk akhirnya Adit luluh juga.
sebenar nya aku hanya ingin berduaan dengan putri ku tanpa ada yang menggangu ,
aku ingin menangis, aku ingin bercerita,
aku pun menutup pintu rumah Adit, aku pun mulai berbicara dengan anak cantik ku.
"sayang, ini papa nak..."
"maaf kan papa ya nak,
papa telah menyakiti kamu dan mama selama ini, papa tau papa salah nak, tidak seharusnya papa bahagia di atas penderitaan kalian seperti ini, papa tau papa egois nak, maaf kan papa nak, maaf kan papa... huhuhhhh
maaf kan papa nak...hiks hiks
papa janji nak, papa tidak akan meninggalkan kamu dan mama lagi, papa janji akan selalu ada bersama kamu, saat kamu membutuhkan papa, papa tau ini tidak mudah nak, mengingat apa yang telah papa lakukan kepada kalian, papa minta maaf nak, papa memang bodoh nak, maaf kan papa yah nak.... huffffhiks hiks"
UWAAAAA
PA,PA...
"iya sayang ini papa nak,
papa kamu, maaf kan papa yah nak..."
KYAAAA
PA-PA
UWAAAA WUSSSS
"kamu cantik nak, bahkan sangat cantik sama seperti mama mu..."
"kamu mau apa nak,
mau berdiri iya..."
"wahhh anak papa memang hebat..."
"kamu hebat sekali nak..."
"waaah pintar sekali kamu nak,
udah bisa jalan...."
BRAKKKK
bunyi keras pintu di dobrak, aku seketika tersentak dan menatap lekat kearah wanita yang berada di depan ku ini, hingga ia berteriak kencang,
"apa yang kamu lakukan di sini?
jangan sentuh putri ku ?"