My Little Baby

My Little Baby
193. Ulang tahun bulan



Singkat cerita beberapa Minggu pun berlalu, Alex sudah sembuh dari lumpuh nya dan sudah bisa beraktivitas normal seperti biasa nya, dan Alex juga sudah membeli sebuah rumah sederhana yang berjarak tidak terlalu jauh dari rumah orang tua Sarah, untuk tempat tinggal nya dengan Sarah beserta bulan, sebab Alex tak mau tinggal berlama-lama satu atap dengan Adit dan istri nya, karena mereka memang tidak pernah akur semenjak peristiwa itu.


Alex sedang berada di sebuah perusahaan besar sekarang, ia pun menghubungi seseorang dengan handphone nya.


[sayang...aku di terima kerja di sini...] jelas Alex dengan sangat bahagia nya.


[wah, syukur lah, selamat yah...] ucap di sebalik telepon.


[iya sayang... terima kasih yah...]


[iya...tapi jangan lupa pulang nya cepat, soal nya ini adalah hari ulang tahun nya bulan...] jelas wanita itu lagi yang tak lain adalah Sarah.


[baik sayang, sekarang juga aku segera pulang...] jawab Alex lagi.


[iya...bye...]


[byee....]


Alex tak ingin bekerja menjadi serabutan atau berjualan bakso seperti Adit, sehingga ia berusaha semaksimal mungkin mencari pekerjaan yang mau menampung nya dan syukur nya ada sebuh perusahaan besar yang menginginkan jasa nya saat ini.


BRAK


Alex tak sengaja menabrak seorang wanita hingga membuat beberapa barang-barang yang di bawa wanita itu berhamburan di atas lantai.


"aah, maaf..." ujar Alex sambil membantu memungguti barang-barang wanita itu.


"maaf ya saya tidak sengaja..." ucap Alex sambil memberikan buku-buku itu kepada wanita yang ia tabrak, namun alangkah kagetnya Alex setelah melihat wajah wanita di depan nya ini.


"wah, ternyata kita jodoh yah..." lirih wanita itu tersenyum senang.


"Me-meci ? apa yang kamu lakukan di sini ?" tanya Alex seketika.


"tapi kenapa bisa ? " tanya Alex lagi.


"iya bisa lah, ini kan perusahaan keluarga ku..." tambah meci.


bagi di sambar petir, Alex sangat kaget dan syok.


"kenapa bisa seperti ini...". lirih batin nya.


"sudah yah, aku permisi dulu, nanti kalau ada waktu kita ngobrol lagi... DAAAA..." wanita itu pun berlenggak lenggok meninggalkan Alex.


"pantas saja semua perusahaan tidak ada yang mau menerima ku, semua nya karena ulah mama ! dan sekarang aku malah di terima dengan mudah nya dan di kontrak di perusahaan semegah ini dengan jabatan yang tinggi dan gaji yang besar pula, ternyata ini adalah perusahaan keluarga nya Meci,. apa yang harus aku lakukan ? jika aku masih di sini, aku akan setiap hari bertemu dengan meci dan jika aku berhenti aku mau kerja dimana ?" ujar batin Alex sambil berjalan meninggalkan perusahaan tempat nya bekerja itu.


Alex sudah sampai di rumah nya, terlihat Sarah bulan, Adit dan Novi sangat antusias mengadakan acara ulang tahun bulan yang ke 5 karena ini adalah kali pertama nya bulan merayakan ulang tahun nya dan selain itu, ini juga merupakan ulang tahun yang di hadiri oleh keluarga lengkap nya sehingga bukan hanya bulan yang senang, Sarah pun juga sangat senang.


Semua menu makanan berjajar lengkap di rumah yang Alex beli, semua orang sudah duduk menghadap kearah meja makan dan di kursi masing-masing, Sarah pun menghidupkan lilin yang bertulis angka 5 di atas kue di depan bulan.


bulan sangat cantik saat ini, dia seperti Putri dongeng dengan mahkota yang menghiasi rambut nya.


"bulan ingin, semoga papa sama mama, selalu bersama dan hidup rukun bersama bulan untuk selama-lamanya..." pinta wanita cantik itu dengan mengadahkan tangan.


"dan bulan juga ingin, di tahun ini semoga mama sama Tante Novi hamil, supaya bulan tidak kesepian lagi..." tambah bulan melirik kearah Sarah dan Novi secara bergantian dan tentunya di sambut senyuman hangat oleh dua orang wanita itu.


"bulan juga ingin, papa sama om Adit, untuk tidak sakiti mama sama Tante Novi, karena mereka adalah wanita kesayangan nya bulan." ujar bulan mencium wajah Sarah dan Novi secara bergantian.


"iya sayang, om Adit janji akan selalu menjaga Tante Novi selalu." sela Adit mencium kening ponakan nya.


"papa juga janji, akan menjaga bulan dan mama untuk selama-lamanya..." ujar Alex lagi sambil mencium pipi anak nya.