
" Ini kasur baru bulan, ini kasur baru mama sama papa, ini selimut baru bulan,ini selimut baru mama sama papa , kelambu baru bulan, kelambu baru mama dan papa, lemari baru bulan, lemari baru mama sama papa..."ujar bocah kecil itu antusias sambil menunjuk semua perabotan baru yang baru di antar kerumahnya.
"mama, nanti bulan tidur nya dimana ?
bulan kan tidak ada kamar ?" tanya nya lagi, sambil menaikkan kedua bahu.
"bulan tidur di kamar lama mama yah nak,
nanti mama bersihin biar bersih,
biar nyaman bulan tidur nya."
"iya mama..."
"Sarah, kakak pengen bicara sama kamu, ada hal penting yang harus kakak bahas...?"ujar Adit to the points.
"eeh iya kak"
Sarah pun mengikuti kakak nya, yang mengajak Sarah berbicara di depan warung bakso nya.
"Sarah,kakak dan Novi akan menikah beberapa hari lagi, namun keluarga Novi, terutama ayah Novi, seperti nya dia kurang setuju dengan pernikahan ini, kakak ingin supaya kamu menyetujui permintaan kakak,
kakak ingin membawa Novi tinggal di rumah kita setelah menikah,
apa kamu mengizinkan Novi tinggal di sini ?
kakak tidak tau lagi mau tinggal dimana setelah ini, kakak juga nggak mau menyusahkan keluarga Novi setelah pernikahan,kakak mohon sama kamu dek, tolong izin kan Novi tinggal disini yah...?"tanya Adit sambil melirik serius kearah adik nya, ia seperti frustasi dengan pernikahan yang akan berlangsung beberapa hari lagi.
"kakak bicara apa sih,
kakak kan keluarga nya Sarah, ini juga rumah kakak, kenapa harus pinta izin segala sama Sarah ?
Sarah sangat senang loh kak, kalau kak Novi tinggal disini, rumah kita pasti bakal rame nanti nya,
dengan adanya kakak Novi, kakak, kak Alex, bulan dan anak kak Adit kelak,
Sarah sangat setuju kak kalau kak Novi mau tinggal di sini..."ujar Sarah dengan senyum yang mengembang, iya mereka berhutang banyak terhadap Novi, dia adalah wanita baik yang selalu membantu Sarah ketikan ia sedang kesusahan.
"terima kasih yah dek, kamu sudah ngertiin kakak..."sambung Adit sambil memeluk tubuk adik nya.
______________________________________________
Di tempat lain terlihat Alex, Arsya dan Agam sedang mengunjungi sebuah rumah,
rumah panggung sederhana di balik perbukitan,
terlihat beberapa orang pria sedang bercocok tanam dan sedang memperhatikan mereka,
tanpa basa basi Agam pun menanyakan nama seseorang kepada lelaki yang berkerumun tersebut,
hingga salah seorang pria menyahut bahwa itu adalah nama nya,
lelaki tampan, berkulit hitam manis, dengan dua lesung pipi.
Lelaki itu pun membawa mereka masuk kedalam gubuk nya yang sangat sederhana, sehingga ia pun menanyakan ada perihal apa mereka mencari nya.
" maaf sebelumnya nama saya Alex, ini adik-adik saya Agam dan Arsya "ujar Alex memperkenalkan, terlihat lelaki itu mengangguk paham.
"kalau boleh kami tau dek Bima tinggal dengan siapa disini yah??" tanya Alex kepada pria yang bernama Bima tersebut.
"saya tinggal bersama orang tua saya dan adik saya, tapi orang tua saya sedang di ladang, bantu-bantu tetangga disana, sedang kan adik saya masih sekolah"ujar Bima menjelaskan.
"kalau boleh tau dek Bima masih sekolah ?"tanya Alex lagi sambil menatap serius kearah Bima.
"mmm saya sudah tidak sekolah kak,
sudah berhenti sejak kelas 2 SMP "ujar nya lagi hingga membuat Alex dan Saudara nya bersitatap.
"kalau boleh tau, kenapa dek Bima tidak sekolah lagi ?"tanya Alex, ia sangat iba dengan kondisi yang dialami oleh Bima anak dari hasil perselingkuhan mama nya.
"hehe itu kak, biasa masalah biaya..."ujar nya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"ouh gitu,
ya sudah mulai sekarang dek Bima sekolah lagi yah,
semua biaya sekolah dek Bima biar saya yang biayai, hingga dek Bima serjana nanti nya."ucap Alex dan tentu saja Bima sangat bingung dengan keputusan Alex yang mendadak ini, ia bahkan tidak mengenal Alex beserta adik-adik nya kenapa Alex malah menawarkan hal baik untuk nya.
"maaf kak, tapi saya tidak mengenal kakak,
Kenapa kakak berbaik hati kepada saya ?"ujar Bima bingung.
"hmm, anggap saja kalau kita keluarga,
hingga sudah seharusnya saya membantu keluarga saya, seperti kamu." ujar Alex berdalih.
"ke-keluarga...??"