My Little Baby

My Little Baby
237. Kemurahan hati bulan dan pelangi



Hari-hari dilalui bulan dan Pelangi dengan berusaha untuk melaksanakan wasiat dan amanah dari Teguh, mereka berusaha senantiasa berbuat baik kepada sesama, menolong orang-orang yang lemah dan tak mampu, sehingga semua orang bahkan teman-teman Teguh dan juga yang lainnya semakin bertambah senang dan sayang kepada bulan maupun Pelangi.


Bahkan orang-orang senantiasa berusaha membantu mereka berdua karena kebaikan hati mereka.


Dan itu juga justru membuat para tetangga dan juga rekan-rekan bekerja menaruh rasa hormat dan segan pada keduanya, dan hampir semua orang mengatakan kalau sifat mereka berdua, sama persis dengan sifat Teguh papa mereka, yang suka menolong dan membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan.


Meskipun bulan dan pelangi hidup dan tertinggal di rumah yang mewah, namun bila ada pengemis yang berkunjung ke rumah mereka, mereka tak segan-segan mengajak pengemis itu untuk masuk ke dalam rumahnya, lalu mengajak pengemis itu makan bersama, baru lah kemudian memberi uang dan juga pakaian bekas yang masih layak dipakai, kalau memang pengemis itu sepadan dengan tubuh Teguh, mereka pun akan memberikan bekas pakaian teguh kepada pengemis itu.


Sarah tidak pernah dan juga tak mau melarang perbuatan baik anak-anaknya, karena Teguh juga dulu semasa hidupnya memang senantiasa mendidik putri-putri mereka, agar berbuat baik kepada sesama terutama kepada orang yang lemah dan membutuhkan pertolongan.


"mereka berdua memang mirip sekali dengan Teguh, walau bukan darah dagingnya namun semua sifat dan perbuatan Teguh, ada pada mereka pula." desah Sarah, memberi penilaian akan putri-putrinya.


Bila kebetulan kepergok oleh anak-anak nya kalau dirinya sedang memperhatikan mereka, kemudian mereka bertanya.


"ada apa ma?" dengan bibir tersenyum Sarah menjawab.


"kalian memang mirip seperti ayah kalian."ujar Sarah.


"kenapa memangnya ?"tanya mereka pula.


"semua sifat papa kalian, ada pada diri kalian."


"Karena papa memang sosok idola bagi kami ma, rasanya sulit untuk mencari lelaki seperti papa." ujar mereka menjawab.


"belum bisa disamakan dengan papa ma, Om Adit memang baik, dan Rehan juga baik, mereka sama-sama menyayangi kami, namun Rehan tidak memiliki sifat peduli terhadap sesama, sebagaimana yang dimiliki oleh papa."ujar pelangi menjawab pertanyaan ibu nya.


Ngomong-ngomong teguh juga mewasiatkan untuk menjodohkan Rehan dengan salah satu anaknya, jika di antara mereka ada yang mau menerima Rehan menjadi anggota keluarga mereka, dan seperti nya Rehan lebih tertarik terhadap pelangi, sebab dia lebih suka memperhatikan pelangi dari pada bulan.


"itu karena dari kecil papa kalian kan, hidup di panti asuhan dan baru diangkat anak oleh kakek kalian, sedangkan Rehan sampai Kini pun masih mendapatkan perhatian kekasih sayang dari papa dan mamanya." ujar Sarah menatap dua putri nya.


"jadi benar ma, kalau papa itu tinggal di panti asuhan sewaktu kecil dan papa juga anak yatim piatu ?" tanya bulan menatap mama nya.


"benar nak, dan mama merasa bodoh, karena Mama juga baru tahu kebenaran itu waktu wisudanya Pelangi, sehingga mama menanyakan kebenarannya kepada papa, dan ternyata benar, papa kalian diangkat anak saat berumur sekitar belasan tahun." jelas Sarah, dan terlihat anak nya manggut-manggut paham.


"lalu bagaimana papa bisa sekaya ini ma ?" tanya pelangi penasaran.


"apa ini semua warisan dari kakek ? ayah angkat papa ?" sambung bulan.


"bukan nak, ini semua jerih payahnya papa kalian sendiri." jelas Sarah.


"papa kalian sangat ulet dan gigih sayang, semula papa kalian cuma seorang sopir taksi, dengan keuletan dan kegigihannya, papa kalian bisa berhasil memiliki taksi sendiri, lalu menambah taksinya jadi dua, dan seterusnya, begitulah sehingga, pelangi pun lahir dan kak bulan mulai masuk sekolah dasar, kalian memang membawa rezeki yang melimpah untuk keluarga ini, sejak pelangi lahir dan bulan sekolah, usaha papa kalian meningkat pesat, dari 3 taksi menjadi 10 dan seterusnya, sampai akhirnya papa kalian punya pool sendiri dan menjadi pengusaha angkutan kecil-kecilan." jelas Sarah menatap anak nya


"dan begitu Pelangi menginjak usia 5 tahun dan kak Bulan menginjak usia 10 tahun, usaha papa kalian kian bersinar, sampai sekarang, sebagaimana yang kalian lihat, itu lah sebabnya papa kalian sangat menyayangi kalian, karena menurut papa kalian, kalian adalah bintang kehidupannya." tambah Sarah lagi sambil tersenyum manis.