
Pagi yang indah pun tiba, pagi ini Sarah dan ayu bersiap-siap untuk pergi ke kampus,
setelah Sarah selesai dengan ritual nya di kamar mandi ia pun mengenakan pakaian nya dan berdandan sesederhana mungkin, saat itu di ikuti dengan ayu yang meminjam toilet Sarah untuk membersihkan badan nya,
baby bulan telah bangun beberapa menit yang lalu, seperti biasa sebelum berangkat ke kampus Sarah, selalu memberikan ASI eksklusif kepada anak nya, ia pun menyusui bayi Bulan di dalam kamar, hingga suara teriakan bergema dari arah luar.
"SARAH... SARAH..."
teriak Adit memanggil adik nya.
"IYA KAK, ADA APA..."
"SARAH KELUAR DULU, SARAH,
INI ADA TAMU, ALEX INGIN KETEMU SAMA KAMU..." teriak nya lagi,
"kak Alex, ada apa dia di sini...?"
batin Sarah.
"ADA APA KAK, SURUH AJA DIA PULANG KAK, SARAH NGGAK MAU KETEMU SAMA DIA LAGI..."
"SARAH KELUAR DULU, ADA YANG INGIN ALEX KATAKAN KATA NYA PENTING..."
"HMM IYA KAK..."
Sarah pun keluar dari kamar nya dengan begitu malas nya sambil menggendong buah hati tercinta yang masih menikmati mimik mama nya dengan di tutup aprom menyusui,
"ada apa sih..." ucap Sarah sambil perlahan duduk di atas kursi di ruang tamu, Alex pun melirik kearah ibu dan anak itu.
" baby bulan lagi apa Sarah..." tanya alex mencair kan suasana.
"kamu lihat dia lagi apa...!!!
lagi nyusuin kan,bukan lagi mandi, udah nggak usah basa-basi, ngapain kamu kesini..."
ucap Sarah sambil menatap tajam wajah lelaki yang pernah ia cintai itu.
melihat adegan keseriusan Sarah dan Alex,
Adit pun berdiri pergi dari hadapan mereka,
Adit seperti nya paham ada hal penting yang harus mereka lakukan sekarang ini.
"apa lagi sih, cepat katakan apa yang kamu katakan penting itu, aku sudah menganggap tak pernah terjadi apa pun di antara kita sesuai perkataan terakhir ku waktu itu."
Alex merasa dada nya begitu sesak, apa lagi tatapan mata Sarah yang sangat menusuk,
"Sarah, aku mau minta maaf..."
Alex tiba tiba berpindah duduk di samping Sarah, Sarah menautkan alis nya, ia semakin bingung dengan sikap Alex saat ini, apa lagi Alex langsung menggenggam tangan Sarah,
dan menatap lekat kearah Sarah.
Sarah pun dengan sontak menarik genggaman tangan nya di tangan Alex, lelaki yang sebenarnya amat ia benci itu dan ia cintai,
"Bisa tidak, nggak usah terlalu dekat begini dengan ku, aku risih tau..."
Sarah memundurkan kan tubuh nya,
sambil menggendong anak nya di pangkuan nya.
"Sarah aku minta maaf, atas kejadian beberapa tahun yang lalu, aku minta maaf karena telah menyakiti mu dan anak kita,
aku ingin memperbaiki semua nya Sarah,
aku ingin menembus kesalahan ku pada mu dan anak kita Sarah, aku, aku tersiksa seperti ini Sarah..."
Alex berusaha meraih tangan Sarah kembali,namun mendapat tepian sengit.
"aku mau memperbaiki semua nya,
tolong beri aku kesempatan sekali saja sayang, aku benar-benar menyesal, aku sangat merasa bersalah, aku masih mencintaimu dan menyayangi mu sayang, meskipun aku pergi keluar negeri waktu itu, aku terpaksa harus melakukan itu, tapi aku sekarang ingin bertanggung jawab kepada mu dan kepada anak kita, tolong maaf kan aku, beri aku kesempatan sekali lagi sayang,"
Alex menatap lekat Sarah dengan memohon,
ia tak peduli jika semua orang akan tau kebenaran nya dan meski Adit juga akan sangat membenci nya saat ini namun ia tak perduli kan hal itu,
Sarah terdiam ia menatap Alex dan bulan silih berganti, meski apa yang di katakan ayu kemarin benar, bulan sangat membutuhkan sosok seorang ayah dan lebih baik itu adalah ayah biologis nya, hati nya juga bimbing saat ini meski sejujurnya dari hati yang paling dalam ia juga sangat mencintai alex dan ia juga sangat ingin menikah dengan Alex sehingga Bulan bisa memiliki keluarga yang utuh,
namun rasa sakit hati dan kekecewaan yang ia rasakan jauh lebih besar dari cinta nya kepada lelaki didepan nya ini, ia tidak mau membohongi diri nya sendiri dengan menerima kembali lelaki yang telah menyiksa nya selama beberapa tahun ini dan ia juga tidak mau gegabah mengambil keputusan meski Alex memohon seperti ini.
"aku tidak bisa..." Sarah pun bangkit dari sofa dan meninggalkan Alex yang penuh rasa penyesalan.