My Little Baby

My Little Baby
178. istana pasir



"Novi...dimana kamu Nov..." panggil Adit khawatir sambil mempercepat langkahnya.


"Novi....Novi...." teriak nya lagi, ia tak ingin terjadi sesuatu yang tak di inginkan nanti nya terhadap Novi.


"Nov, Novi..." Adit berlarian menyusuri pantai, kebetulan hari masih sangat pagi, sehingga tidak terlalu banyak orang yang berada di sekitar pantai, hanya penjaga pantai dan penjaga warung yang berjualan di tepi pantai, namun demikian, itu juga sangat mengkhawatirkan mengingat penampilan Novi yang seperti itu.


"Novi...Novi...dimana kamu Nov...?" panggil Adit lagi hingga ia berjalan menuju sebuah batu karang besar dan memutari batu itu mencari keberadaan Novi di sekitar sana.


"Novi..." panggil Adit kala ia melihat seorang wanita tengah asyik bermain pasir di bawah bayangan batu karang besar itu.


Novi terlihat membangun dua buah rumah pasir dengan mengoceh nggak jelas seorang diri.


"ini rumah Sarah dan bulan, karena Sarah dan bulan hanya tinggal berdua saja, jadi rumah nya kecil saja..." ujar nya lirih sambil mempercantik rumah pasir yang ia katakan untuk Sarah itu.


"ini rumah ku,Adit dan juga cinta, karena kami tinggal bertiga, apa lagi cinta masih kecil dan butuh ruangan yang besar untuk bermain, jadi rumah kami di tambahin saja besar nya..." lanjut nya lagi, sambil menata pasir-pasir menjadi bangunan yang tinggi.


"cinta kan harus punya baby sitter, karena aku dan Adit harus bekerja, jadi kamar nya harus ada dua, yang satu punya aku dan Adit, yang satu punya baby cinta..." Novi pun menggambarkan dua buah jendela kamar yang menjadi simbol ada dua kamar di istana pasir nya itu.


Adit tertegur melihat kelakuan Novi, Novi sangat terpukul atas kepergian anak nya, hingga ia begitu depresi seperti ini, bahkan ia malah mengatakan kalau anak nya itu di culik, bukan keguguran seperti yang dia alami.


"Adit, kenapa kamu bisa lepas ? jangan kesini Adit, aku nggak mau pulang, aku mau main seperti ini..." ujar nya sedikit mundur menjauhi Adit.


"Novi, tenang sayang, aku tidak akan membawa kamu pulang, percayalah..." timpa Adit menyakini sambil tersenyum manis kearah Novi hingga wanita itu luluh dan terdiam di tempatnya, dengan secepat kilat Adit langsung berlari memeluk erat tubuh istri nya itu dengan air mata yang mengalir di sela pelupuk mata nya.


"Novi,maaf kan aku yah..." ujar nya lirih sambil berkali-kali mencium kepala istri nya itu.


"Adit, setelah ini kita cari anak kita yah, aku yakin anak kita sedang di culik saat ini, kalau kita bisa bertemu dengan nya, kita ikat saja penculik nya itu, seperti aku mengikat mu tadi..." ujar Novi antusias sambil memperlihatkan gigi rapi nya, Adit hanya mengangguk pasrah, ia tak ingin Novi berbuat nekad lagi nanti nya, atau malah melarikan diri.


"tapi nov, aku ingin kamu mengenakan baju ini !" Adit pun membuka baju nya dan memberikan kepada Novi, pagi ini cuaca di pantai sangat dingin ia tak ingin istri nya sakit nanti nya.


"tapi aku ingin seperti para turis..." ujar Novi merajuk.


"sayang, kata nya mau mencari anak kita ? kalau kamu sakit, bagaimana mau mencari nya ?" ujar Adit merayu, hingga Novi luluh juga dan langsung mengenakan baju Adit secepat nya, hingga Adit harus bertelanjang dada saat ini, sebab ia lupa tak membawa baju ganti untuk Novi saking tergesa-gesa mencari keberadaan Novi tadi.


Adit dan Novi pun melanjutkan permainan pasir mereka, tak lupa Adit menghubungi Sarah, takut-takut Sarah mengkhawatirkan mereka nanti nya.