
Sarah sampai di sebuah halaman yang sederhana dan asri, Sarah tercenung sesaat, sudah beberapa tahun Sarah tidak pernah kemari, tidak ada perubahan sama sekali di rumah sahabat nya tersebut,
semua nya masih sama.
di perjalanan tadi Sarah sempat menghubungi ayu, untuk meminta bantuan mengizinkan Sarah dan bulan menumpang di kediaman nya dan ayu pun sangat mengizinkan, Sarah tidak ingin kembali ke rumah nya, ia tak ingin membuat Adit dan Novi khawatir akan masalah yang ia alami saat ini.
Terlihat langkah tertatih dari dalam,membuka daun pintu dan ia sangat terkejut melihat kehadiran Sarah yang tengah berada di ambang pintu sambil mengendong seorang anak.
"Sarah....?"ucap seorang wanita yang berusia sekitar 60han.
"i-iya Tante, apa kabar Tante ?"ucap Sarah basa basi sambil menyalami punggung tangan wanita tersebut.
"Tante baik-baik saja Sarah,
kalau Sarah sendiri apa kabar nak ?" dia adalah buk maira orang tua dari ayu.
"Sarah juga baik-baik saja Tante..."ujar Sarah berbohong dia tidak ingin terlihat menyedihkan di hadapan keluarga sahabat nya itu.
Tak berselang lama ayu pun keluar dari dalam kamar, ia pun menghampiri Sarah yang sekarang sudah duduk di sofa ruangan tamu.
Bulan pun melirik kesana-kemari, ia sangat asing dengan rumah tersebut.
"mama..."ujar nya lirih dan Sarah hanya tersenyum kecil kearah putri nya tersebut.
"Ini anak mu Sarah ?"tanya buk maira.
"iya Tan,
ini bulan anak saya..." jawab Sarah dengan senyum bahagia.
"Wah, udah besar yah..."ujar buk maira lagi dan di balas senyum ramah oleh Sarah.
meski awal nya buk maira sempat menanyakan perihal alasan, tentang suami mu bagaimana dan sebagainya,
namun ayu dengan lihainya berdalih dan berbohong kepada ibu nya dengan mengatakan kalau semua keluarga Sarah sedang di kota lain saat ini dan Sarah hanya sendiri di sini bersama bulan,
karena iba akhirnya buk maira luluh juga.
"ada masalah apa sih Lo sama kak Alex...?"tanya ayu seketika setelah mereka sudah berada di dalam kamar dipan milik ayu, kamar sederhana yang berukuran 2*2 meter.
Sarah pun akhirnya menceritakan perihal suami dan mertua nya setelah di desak oleh ayu, sebenarnya Sarah bukan lah tipe orang yang suka membicarakan keburukan orang lain, namun karena keterpaksaan ia akhirnya pun menceritakan secara detail, apa yang telah ia alami di rumah mewah tersebut.
"Astaga...ternyata seperti itu Sarah ?" ayu sangat terkejut,ia tidak menyangka Sarah akan di perlakukan semena-mena terhadap keluarga Alex.
"gue jadi takut nih kalau nikah sama Arsya nanti nya,
apa gue juga akan menjadi menantu yang terzolimi yah ?"ucap ayu bergidik ngeri.
"dan suami Lo juga,
kenapa masih mau nya percaya nenek sihir itu sih, setelah beberapa kali wanita itu berlaku jahat..."ujar ayu geram.
"Sekarang Lo bagaimana Sarah ?"tanya ayu khawatir, ia sangat kasihan kepada Sarah dan bulan, selama ini mereka adalah korban keegoisan Alex dan keluarga nya.
"entah lah yu,
gue masih bingung, di satu sisi gue masih mencintai Kak Alex, di sisi lain hati gue perlahan hancur karena ulah nya,
entah sudah berapa kali ia mengucapkan kata maaf pada gue, namun ujung-ujungnya ia masih tetap tidak berubah,