
Di dalam sebuah mobil mewah, Alex dan meci tengah bermesraan di dalam nya, tangan meci tak lepas dari gandengan tangan Alex, meski Alex tengah mengemudi mobil saat ini.
"kita mau kemana ?" tanya Alex, sebab sedari tadi mereka hanya berputar-putar saja.
"jalan saja sayang..." ujar meci dengan menyandarkan kepalanya di pundak Alex.
"sayang, aku sangat mencintai mu sayang !" ucap meci lagi sambil mencium pipi Alex.
"aku tak ingin berpisah dari mu sayang, aku sangat mencintai kamu..." tambah meci lagi.
"tapi kenapa harus aku meci ! aku sudah punya anak dan istri ?" tanya Alex, sambil terus mengemudi mobil nya.
"sebab, aku dari dulu sudah sangat mencintai mu sayang, hanya saja aku masih labil dan malu untuk menerima cinta mu waktu itu sayang..." jelas meci.
Alex memang sangat mencintai meci dulu dan Alex juga sangat mengagumi kecantikan meci, namun tak bisa di pungkiri sedikit demi sedikit, cinta Alex mulai bermekaran untuk meci, meski pun niat awal nya hanya untuk memanfaatkan kekayaan keluarga meci.
Alex menepikan mobilnya dan menghentikan mobil nya tersebut.
"kenapa berhenti sayang ?" tanya meci aneh, sebab ia merasa Alex akan marah atau akan mengusir nya dari dalam mobil.
"sayang aku sedang hamil saat ini ! kamu tidak akan macam-macam kan ?" takut meci, sebab ia memang tak ingin di tinggal atau di usir oleh Alex.
Alex langsung melirik kearah meci dan memeluk meci kedalam pelukannya.
"maaf kan aku meci, aku benar-benar lelaki munafik ! jujur meci ? aku juga masih mencintai mu" jelas Alex, hingga membuat meci terbelalak mendengar nya, ia tak menyangka Alex akan mengucapkan itu di dalam Lisan nya.
"kamu tidak bohong kan sayang ?" tanya meci sambil mendongakkan kepalanya kearah Alex.
"iya sayang, aku tidak berbohong." ujar Alex sambil mencium kening meci, hingga meci tersenyum bahagia.
"terima kasih yah,sudah mau menerima ku apa ada nya, meskipun aku sudah punya anak dan istri saat ini." tutur Alex.
"iya sayang, pasti dong.." meci memeluk erat tubuh Alex begitu pun dengan Alex, Alex bahkan lupa bahwa Sarah dan bulan tengah menunggu kehadiran nya dan menghawatirkan nya.
"aku selalu mencintaimu Alex..." timba meci lagi.
"iya sayang, aku juga..." mereka pun berciuman Panas di dalam mobil tersebut.
Pada malam nya, Alex dan Novi pun berkunjung ke kediaman keluarga Sarah, Sarah sengaja memasak makanan enak untuk menyambut kedatangan mereka.
"mungkin kak Alex lagi banyak pekerjaan di kantor." ujar Sarah, ia tak ingin memperpanjang waktu untuk menjelaskan perihal Alex yang berubah dan berbohong terhadap nya, sebab Sarah tahu, Adit masih membenci Alex hingga saat ini dan pasti nya Adit pasti akan berbuat hal tak di inginkan atau bahkan berusaha memisahkan mereka lagi.
"ouh" Adit hanya mengangguk dan Menikmati makanan di depan nya itu.
"mau tambah ?" tanya Novi yang duduk di samping suami nya.
"udah cukup," tolak Adit.
Tak berselang lama Alex pun pulang ke rumah nya, Alex memang terlihat sedikit kaget melihat Adit dan Novi yang sudah berada di rumah nya.
"eeh, sudah lama ?" tanya Alex sambil mendudukkan bokong nya kursi di samping Sarah.
" udah lama, dari jam 7 tadi." jelas Adit.
"ouh, sorry gue pulang nya telat, soal nya ada pekerjaan mendadak tadi di kantor, maka nya jadi lembur..." tutur Alex sambil menatap satu persatu orang-orang yang duduk di depan meja makan tersebut, hingga tatapan Alex beralih ke arah bulan yang cuek dan tidak memperdulikan nya.
"bulan..." sapa Alex sambil menatap anak nya yang asyik memakan makanan nya.
"bulan benci sama papa !" tutur bulan sambil menatap tajam kearah ayah nya, dan itu sontak membuat semua pandangan mengarah ke arah bulan dan Alex.
"sayang, nggak boleh bicara seperti itu !" larang Sarah, dengan menggeleng kepala kearah bulan.
"papa bohongi bulan sama mama, papa bilang bakal jemput bulan tadi di sekolah, tapi papa nggak jemput bulan kan ? bulan nungguin papa hingga teman-teman bulan sudah pulang semua nya..." tutur bulan, sambil mendirikan tubuh nya dari duduk nya dan pergi meninggalkan semua anggota keluarga yang masih tercengang di depan meja makan.
" bulan kenapa ?" tanya Adit yang berdiri dari duduknya.
"bulan kenapa Sarah ?" tanya Novi lagi, sambil berjalan menyusul kepergian bulan.
"kak Alex nggak jemput bulan tadi di sekolah, aku kan sudah bilang sama kakak, kalau aku sama guru honorer yang lain nya, ada pekerjaan mengikuti turnamen yang di laksanakan siswa-siswi kami di pusat kota, Kakak bilang kakak bakal jemput bulan, tapi kakak malah tidak menjemput nya hingga dia menunggu kedatangan kakak di sekolah nya sedari tadi, hingga dia meminta tolong meminjam telepon teman nya untuk menghubungi ku tadi di sekolah ." jelas Sarah, seketika Alex menepuk jidat nya dan merutuki diri nya yang lupa untuk menjemput bulan di sekolah nya.
"astaga, maaf kan kakak yah dek, kakak lupa..." lirih Alex merasa bersalah.
"dia dari tadi nungguin kamu kak dan handphone kamu kenapa sedari tadi nggak aktif ? aku sedari tadi menghubungi kamu kak !" lirih Sarah, Adit menatap tajam kearah Alex dan pergi meninggalkan Alex dan Sarah menuju ke arah kamar bulan.
"hmm, maaf aku lupa bilang, aku lagi sibuk sedari tadi, aku juga ada masalah di kantor baru ku, maaf..." ujar Alex, menatap kearah Sarah, berusaha meyakinkan Sarah.
"aku susul bulan ke kamar nya yah ?" Alex pun berjalan kearah kamar bulan, terlihat Sarah menatap ke pergian suami nya itu.