
"mereka telah membawa pergi semua harta kekayaan kita ma." adu Alex kepada mama nya, begitu menyadari kalau Aryo dan Meci telah pergi.
"mana mungkin ?"ucap Riska tak percaya.
"itulah kenyataannya ma, bahkan bawahanku mengatakan kalau antara Aryo dan Meci diam-diam sering berhubungan, baik itu lewat telepon maupun secara langsung, malah mereka ternyata bukan keluarga, melainkan sepasang kekasih." tutur Alex lagi.
"bukan kah Arsya sudah mengatakan terlebih dahulu, kalau mereka itu adalah pembohong besar, tetapi kakak dan mama begitu tak mempercayai Arsya ?" sela Arsya menyalahkan kakak dan mama nya.
"dan celakalah kita ma, mungkin tak akan lama lagi polisi akan menangkap ku dan Mama karena tuduhan korupsi dan pembunuhan sengaja yang di lakukan mama terhadap papa dan juga kejahatan mama lainnya." ujar Alex menjelaskan dengan menatap penuh ketakutan pada mama nya.
"kenapa mama tega membunuh papa ?" tanya Arsya menatap tak percaya terhadap mama nya.
"mama terpaksa nak, sebab papa kalian mengancam akan mencerai kan mama !" terang Riska dengan perasaan bersalah.
"ya Tuhan! mengapa mama sampai berbuat seperti itu, dan mengapa mama sampai terjerumus ke dalam perbuatan nista, mengapa ma! mengapa mama melakukan itu terhadap papa, mengapa mama tega membunuh papa?" Arsya menitihkan air mata nya, ia tak menyangka ibu nya sendiri yang melakukan pembunuhan di sengaja terhadap papa nya.
"mama minta maaf nak." sesal Riska dengan air mata mengalir deras.
"apa yang harus kita lakukan ?" tanya Alex panik.
"kenapa mama dan kak Alex bisa terkecoh oleh mereka ? bagaimana kalian bisa mengenal mereka?" tanya Arsya lagi, dengan menghapus sisa air mata nya.
"Aryo adalah sahabat ku dan dia sudah lama bekerja bersama ku di perusahaan, sehingga aku tidak begitu mencurigai nya dan kalau Meci, dia adalah wanita yang mama jodoh kan dengan ku." jelas Alex menatap mama nya dan Arsya.
"dari mana mama mengenal meci dan keluarga meci ? sehingga mama nekat menjodohkan kak Alex dengan nya?" tanya Arsya lagi melirik mama nya.
"te-teman mama yang mengenalkan nya, kata nya Alex begitu mencintai nya dulu, maka nya mama jodoh kan !" lirih Riska lagi.
"tak lama lagi polisi akan mengangkatku, semoga mama puas!" hardik Alex menatap tajam.
"terus kita harus cari mereka dimana?" tanya Alex penuh frustasi.
"sungguh mama tak tahu, dimana mereka kini berada Alex ?"lanjut Riska ketakutan.
"lalu kita bisa berbuat apa? kita kini tak punya apa-apa ma, semua harta kekayaan kita sudah mereka bawa kabur, bahkan mungkin tak lama lagi perusahaan, rumah dan seluruh isinya, akan disita oleh negara, itupun belum cukup untuk membayar hutang perusahaan yang dibawa kabur oleh kedua bajingan itu, ma! kita akan menjadi gembel ma, aku dipenjara, sementara mama juga akan dipenjara, sementara nasib Arsya, entah aku tak tahu, ya semoga saja Arsya akan sanggup menghadapi hidup menjadi orang gembel dan gelandangan."tutur Alex lantang.
"mama tidak mau di penjara Lex.." rengek Riska.
"kak, lakukan sesuatu!" ujar Arsya lagi, ia juga ketakutan hidup sendirian menjadi gelandangan.
"apa yang bisa ku lakukan " hardik Alex berteriak kencang.
"cari Sarah! mama dengar dia sudah menjadi istri seorang pengusaha sukses, siapa tahu dia bisa menolong kita." ujar Riska menyarankan.
"iya kak, coba cari Teguh dan Sarah! Arsya dengar-dengar mereka sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses." tambah Arsya membujuk kakak nya lagi.
"tidak mungkin! itu tidak mungkin, kita telah menyakiti hatinya, tidak mungkin dia mau menolong kita, bahkan sebaliknya! dia sangat membenci kita ma, kalau mama tidak percaya pada ucapanku, silahkan mama cari dia dan bila ketemu, cobalah mama minta tolong padanya, bukan pertolongan yang bakal mama dapatkan! tetapi balasan hinaan, sebagaimana yang telah kita lakukan padanya dan keluarga nya dulu." tutur Alex berbicara tegas.
"bahkan bukan hanya itu yang mama terima, malah mungkin, dia akan menyuruh petugas penjaga rumahnya mengusir dan menyeret mama ke jalanan atau bahkan akan melakukan kekerasan terhadap mama, seperti mana yang mama lakukan terhadapnya dulu." tambah Alex lagi.
"oh tidak,aku tidak mau diperlakukan seperti itu !" teriak Riska membayangkan apa yang akan di lakukan Sarah terhadap nya.
"kalau begitu kenapa dulu Mama memperlakukannya begitu ? kenapa Mama begitu membenci Sarah dan keluarganya! mama bahkan tega, menuduhnya berbuat yang tidak-tidak dan mama menghasutku agar aku turut menuduhnya dan akhirnya melakukan kekerasan terhadap nya, kenapa ? mama bahkan juga tega meminta orang bawahan mama untuk membunuh Adit saat itu, hingga Adit terbarin kaku beberapa tahun lamanya di dalam rumah sakit atas perbuatan mama." tutur Alex mengingat perbuatan mama nya.
Riska tak bisa menjawab dia cuma menangis apa daya, yang diduga dan dikatakan oleh alex ternyata menjadi kenyataan, dua hari kemudian polisi datang menemuinya dan membawa mereka ke kantor polisi, dengan tuduhan telah melakukan tindakan korupsi dan pembunuhan secara sengaja yang di lakukan mama Riska, Alex berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, namun karena semua surat-menyurat atas nama dirinya polisi pun tak mau tahu, bahkan ada beberapa bukti dan saksi yang di hadir kan yaitu Agam dan keluarga nya, mereka merupakan korban atas kezaliman yang di lakukan oleh Riska, bahkan Khanza dan juga Amel juga menyaksikan bahwa diri mereka adalah seorang wanita korban pemerkosaan yang di sebab kan oleh Riska, sehingga tidak ada yang membantah ketika polisi memaksa dan membawa mereka untuk penjarakan.