
Setelah berdebat begitu panjang, akhirnya Sarah mengalah ia bersedia mengikuti keinginan Alex untuk pulang, namun dengan beberapa syarat, Sarah tak ingin tinggal serumah dengan mertua nya tersebut,
Alex pun memahami nya dan dia berniat akan membawa Sarah dan putri nya ke apartemen lama nya.
Semua berjalan dengan lancar dan baik, sudah beberapa bulan Sarah dan bulan tinggal di apartemen milik Alex,
kehidupan mereka sangat tentram tanpa gangguan dari mama nya Alex,
Sarah pun sudah melaksanakan wisuda dan mendapat gelar serjana saat ini,
ia berniat akan melamar pekerjaan di sekolah dasar sekitar apartemen,
dan Alex pun sangat mendukung keputusan istri nya itu.
namun hari ini Alex menerima kabar dari asisten rumah tangga, bahwa mama Riska sedang sakit dan sedang di rawat di rumah sakit.
"Sarah, mama sakit dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit..." Ujar Alex bergetar, kekhawatiran tertampan jelas di wajah nya.
"Lalu ?"ujar Sarah, ia sangat yakin itu pasti akal-akalan dari mama nya Alex agar mereka kembali ke rumah utama keluarga Mahesa.
Alex membelalakkan kedua mata nya saat mendengar jawaban singkat dari Sarah.
"maksud kamu apa ?
mama sedang sakit, iya kita harus ke rumah sakit sekarang...?"ujar Alex menampakkan wajah kesal nya.
"hmm aku nggak mau kak, aku capek,
kapan perlu kami main ke tempat kak Adit sama kak Novi, Sarah belum siap bertemu dengan orang tua nya kakak..."ucap Sarah, ia masih trauma dengan kejadian tempo hari yang di lakukan oleh mertua nya itu.
"maksud kamu apa Sarah ?
mama ku sedang sakit, mama ku itu wanita yang telah mengandung dan melahirkan aku, seharusnya kamu juga hargai dia, karena dia aku bisa seperti ini, tolong kesamping kan egomu,
kalau tanpa dia mana mungkin aku bisa ada di dunia ini, seharusnya kamu mencoba atau berusaha menjadi menantu dan istri yang baik, jangan egois seperti ini,
ayo kita ketempat mama, kakak capek berdebat setiap hari dengan mu...."ujar Alex dengan tatapan tajam, ia sangat bingung bagaimana cara nya ia membawa Sarah kembali ke rumah utama, ia merasa bersalah meninggalkan mama nya sendirian di rumah mewah tersebut,
apa lagi saat ini rasa bersalah nya amat besar karena mama nya yang telah terkujur sakit di rumah sakit.
Sarah terdiam sejenak, ingin sekali ia meronta untuk menolak ajakan suami nya itu, namun ia masih memikirkan nasib bulan, bagaimana jadi nya jika ia dan Alex berpisah nanti nya, bagaimana masa depan anak nya nanti,
dengan berat hati ia pun menyetujui untuk menjenguk mertua nya itu.
Alex mengendong bulan saat ini dan berjalan menuju mobil yang tengah terparkir di depan gedung, setelah memasuki mobil ponsel Alex berdering, Alex pun menerima penggilan masuk tersebut, terlihat nama Arsya terpampang jelas di sana.
"iya dek, sebentar lagi kakak akan sampai di rumah sakit..."ujar Alex menjawab di sebalik handphone.
"apa Arsya sudah pulang kak ?"tanya Sarah, ia penasaran kenapa Arsya bisa meminta Alex secepat nya ke rumah sakit, apa Arsya sudah berada di rumah sakit.
"Belum, Arsya masih melanjutkan studi s2 nya di Amerika,
tadi mama yang menghubungi nya, mama bilang mama kesepian di rumah sakit sendirian..."ujar Alex menjelaskan dan di balas anggukan kecil oleh Sarah.