My Little Baby

My Little Baby
136. Menikmati makanan di restoran



"hello Sarah, hello ayu apa kabar ?"tanya teguh dan yoga secara bergantian


"gue baik-baik saja kok, kan sudah sering di tanya seperti itu..."jawab ayu ketus.


"kami juga baik-baik saja, kalau kalian apa kabar, sudah lama tidak ketemu setelah wisuda waktu itu ..."sambung Sarah sambil mendudukkan bokong bulan dan diri nya pada kursi yang telah di hidangkan .


"gue sih baik-baik saja, hanya batin gue yang terluka !" jawab yoga sambil menepuk dada nya, yoga memang seperti itu dia memiliki Mulut yang suka ngoceh asal-asalan.


"kenapa batin Lo ? putus lagi dengan chelsy ?" sambung ayu sambil meletakkan tas nya di atas meja.


"aah seperti itu lah..."jawab yoga sambil menyeduh kan jus nya.


"kalau Lo apa kabar teguh ?"ucap Sarah sambil menatap lekat kearah teguh, ternyata teguh sudah banyak berubah, pakaian yang ia kenakan juga terkesan lebih dewasa.


"sama, gue juga baik-baik saja..."jawab teguh, ia pun melirik kearah bulan yang duduk di sebelah Sarah.


"ayo di makan makanan nya, ini dihidangkan bukan untuk di lihat, tapi untuk di makan..."celoteh yoga.


"iya donk, hari ini kami mau makan enak di sini..."sambung ayu.


"hallo..." sapa teguh melirik kearah bulan.


"hello om..."jawab bulan sambil berdiri dari duduknya dan berjalan kearah teguh dan yoga untuk mencium punggung tangan mereka .


"anak yang pintar..."puji teguh.


"apa kamu masih mengingat om bulan...?" tanya teguh kearah bocah itu namun di jawab gelengan kepala oleh bulan.


"mana mau dia nginget Lo, muka Lo aja jelek..." ledek yoga hingga membuat mereka tertawa menertawakan teguh.


"mama, om ini siapa ?" tanya bulan kepada mama nya.


"ini om teguh, ini om yoga, mereka adalah teman mama, dulu waktu bulan masih kecil bulan pernah ikut sama mama kerja di restoran om teguh dan bulan juga sering di gendong sama om yoga..."ujar Sarah menjelaskan kepada anak nya.


"apa kamu ingat bulan, om pernah gendong kamu sampai kamu ketiduran dan kamu juga pernah pipisi baju om..."ujar yoga lagi dan di jawab anggukan oleh bulan.


"haha bulan asal aja, sama kayak Lo yoga, mana bulan ingat orang dia baru berumur beberapa bulan waktu itu..."sambung teguh.


"bulan mau apa om pesanin, bulan boleh makan dengan sepuas nya di sini, gratis ..."ujar teguh sambil mengedipkan mata nya.


"beneran om gratis, nggak pakai uang kan ?" lanjut bulan.


"kalau bawa pulang boleh kan om...?"tanya bulan hingga membuat Sarah dan ayu saling bertatapan.


"boleh kalau bulan mau."jawab teguh.


"horeee, akhirnya dedek bayi dalam perut tante Novi bisa makan enak kayak bulan."ujar bulan polos hingga teguh tersenyum melihat tingkah laku bulan.


"siapa Tante Novi itu ?" tanya yoga.


"dia istri kakak gue." jelas Sarah.


"kak Adit udah nikah yah ?"tanya yoga lagi.


"udah, malah istri nya udah berbadan dua sekarang."sambung ayu.


"wah enak tu, berhasil kak Adit..."goda yoga.


"haha berhasil banget itu, udah hamil lagi..."ujar yoga menaikkan sebelah alisnya hingga membuat ayu memukul nya dengan tas yang ia bawa.


"kotor banget sih pikiran Lo, gue kira udah insyaf setelah tamat, ternyata makin parah..."celoteh ayu.


"hahaha,biasa lah perjaka..."ujar yoga lagi.


"nggak percaya gue..."jawab ayu.


"Lo,mau coba masih segel nih punya gue..."ujar yoga lagi.


"ogah, pasti banyak kutil nya..."ayu berucap dengan ekspresi jijik.


"sok tau Lo, lihat aja belum malah menghina, nanti kalau sudah lihat pasti kangen Lo sama punya gue..."ujar yoga sambil bercanda dengan ayu.


"ih, nggak mungkin, karena gue nggak akan mungkin sama Lo... amit-amit jabang bayi..."


"gue juga nggak mau sama Lo, ganjen..."hina yoga.


"apa lo bilang ?"sentak ayu hingga membuat Sarah dan teguh menggeleng kepala nya, mereka memang seperti itu kalau sudah bertemu.


"udah-udah ayo kita makan, nanti keburu dingin makanan nya."potong teguh.


mereka pun menikmati makanan di restoran ini dengan begitu lahap nya,apa lagi bulan yang sangat jarang bahkan tidak pernah sama sekali merasakan makanan enak seperti di restoran ini.