My Little Baby

My Little Baby
206. Diam-diam teleponan



Meci berusaha untuk memikat Alex sepenuhnya dalam genggaman nya, setelah kedua nya melakukan hal yang panas di atas ranjang di rumah Sarah dan alex, kedua nya pun pergi kekediaman rumah meci, sesampainya di sana meci menghidangkan makanan untuk nya dan Alex, mereka menikmati makanan dengan canda tawa, menonton film di telivisi besar di rumah meci, bercanda rian dan penuh keromantisan, berserta tidur siang bersama di dalam kamar meci dan melakukan hal-hal erotis lain nya, sebagai pasangan suami istri yang sah, dan mereka memang menikmati peran sebagai pasangan pasutri baru.


Keesokan paginya, Alex pulang ke rumah nya, Sarah pun menanyai kepergian nya dan kenapa tidak pulang malam tadi ? namun jawaban Alex sangat di luar nalar, Alex beralasan bahwa ia lembur kerja hingga ketiduran di kantor nya, dan hal itu tentu saja membuat Sarah sedikit curiga, sebab handphone Alex tidak pernah di aktifkan dari kemarin sore dan Alex juga tidak menghubungi nya dan menjelaskan perihal ia yang lembur dan pulang telat di kantor nya.


"ma, panggil papa dong ? hari ini kan hari Minggu, masa papa nggak bisa juga main atau jalan-jalan bareng kita." ucap bulan sambil memegang sebuah boneka pemberian dari teguh kemarin siang.


"hmm, iya udah mama coba panggilin papa yah." Sarah pun berjalan menuju kamar nya dan terlihat Alex sedang menelpon seseorang dengan benda pipih nya, dia tertawa bahagia dengan suara yang berada di balik handphone tersebut.


"kak...!" lirih Sarah, terlihat Alex gelagapan dan langsung memutus panggilan sepihak dengan orang yang di telepon nya tersebut.


"kenapa ?" tanya Alex, bersikap biasa-biasa saja.


"hmm, Kakak telepon siapa ? kok senang gitu ekspresi nya ?" tanya Sarah menyelidik.


"ouh ini dari Arsya, dia bilang bakal pulang ke kota ini, maka nya ekspresi kakak senang seperti itu hehe "Alex sangat berbohong, padahal yang dia hubungi bukan lah Arsya tetapi meci, wanita itu selalu saja merayu dan menggoda Alex supaya datang ke rumah nya.


"ouh gitu, hmm kak bulan minta kakak buat temani dia main, kata nya dia nggak mau main sendiri dan dia mau di temani sama kakak ! lagi pula hari ini kan hari libur, pasti nya kakak bisa kan main sama bulan ?" tanya Sarah lagi.


"kamu aja yang temani bulan yah." Alex pun menutup tubuh nya dengan bad cover di atas ranjang nya, hingga ia mengintip sejenak kepergian Sarah dan di rasa Sarah sudah pergi, Alex pun menghubungi meci kembali.


"sayang maaf yah tadi Sarah ke sini, dan hampir saja aku ketahuan teleponan dengan mu." ujar Alex sambil setengah berbisik takut-takut di dengar oleh Sarah nanti nya.


"kamu kenapa nggak jujur aja sih Lex ! aku kan juga istri kamu ?" ujar meci merajuk.


"maaf kan aku meci, aku masih belum siap." tutur Alex lagi.


"kamu kenapa nggak ceraikan saja dia Lex ! aku kan selalu ada untuk mu ?"ujar meci lagi.


"aku belum bisa, aku tak ingin berpisah dengan anak ku Meci, tolong jangan paksa aku."


"hmm, iya udah deh, seterah kamu aja, yang penting aku bisa setiap hari ketemu kamu." ujar meci tersenyum bahagia.


"kenapa lama-lama kak Alex jadi aneh yah ! biasa nya dia nggak pernah menolak jika di ajak bulan main ?" lirih batin Sarah.