My Little Baby

My Little Baby
208. Mengugurkan kandungan?



pagi hari nya, Alex di kejutkan dengan kehadiran mama nya yang sudah duduk di ruang tamu kediaman meci.


"ma, kok mama ada disini ?" tanya Alex sambil mendudukkan bokong nya di samping sang mama.


"mama mau kasih ini sama kamu, supaya kamu bisa tau kelakuan Sarah di belakang mu." ujar Riska sambil menyerahkan sebuah foto yang memperlihatkan Sarah dan teguh yang sedang menikmati makanan di sebuah restoran.


"ma, ini apa ?" tanya Alex kaget, ia tak menyangka Sarah akan berbuat seperti ini di belakang nya.


"ini adalah foto Sarah dan selingkuhan nya, yang tidak sengaja di ambil oleh sopir mama, waktu mama minta di belikan makanan waktu itu." terang mama Riska lagi, terlihat Alex mengepal tangan nya dan menatap tajam kearah foto tersebut.


"dia diam-diam selalu bertemu dengan lelaki itu di belakang kamu." tambah Riska lagi.


Alex sangat geram hingga dia berjalan cepat kearah kamar nya dan meci untuk mengambil kunci mobil nya.


"sayang kamu mau kemana ?" tanya meci yang melihat Alex yang terlihat terburu-buru.


"aku ada pekerjaan sebentar, kamu temani mama di luar." Alex berjalan menuju mobil nya yang terparkir di depan rumah meci hingga melaju kan mobil tersebut dengan kecepatan penuh.


" Alex kenapa ?" tanya meci sambil berjalan kearah mertua nya.


"haha,mama punya kado spesial untuk Alex dan seperti nya setelah ini Alex akan secepat nya menceraikan Sarah, haha" tawa Riska.


Alex sudah sampai di kediaman Sarah, Sarah cuti kerja hari ini sehingga dia dan bulan ada di dalam rumahnya, Sarah baru pulang dari tempat dokter SpOG, guna untuk mengecek kandungan nya.


"Sarah..." teriak Alex, hingga membuat Sarah sontak kaget, sebab setahu nya Alex berada di luar negeri saat ini.


"kak ? kapan kakak pulang ? kata nya dua hari di luar negeri nya ?" tanya Sarah merasa aneh dengan kepulangan mendadak Alex.


PLAK


Bukan nya menjawab, Alex malah menampar wajah Sarah hingga Sarah meringis kesakitan dengan tamparan Alex tersebut.


"kak apa yang kakak lakukan?" tutur Sarah sambil memegang pipi nya yang panas.


Alex seperti seorang yang kemasukan hingga ia tanpa sadar mencekik leher Sarah dengan begitu kuat nya dan mendorong tubuh Sarah kearah dinding rumah mereka.


"to-long..." lirih Sarah memukul-mukul tangan Alex di leher nya.


"le-pas kan.." Sarah berusaha memberontak.


Hingga Alex melepaskan cengkraman tangan nya di leher Sarah,


leher Sarah sangat sakit dan pernafasan nya juga sempat terhenti hingga Sarah terbatuk-batuk di hadapan Alex.


Alex kembali menarik wajah Sarah dan menampar wajah wanita itu bertubi-tubi, hingga Sarah terduduk lemah di atas lantai, karena tubuh nya dan kesadaran nya yang seketika mulai menghilang, penglihatan Sarah mulai berkunang-kunang saat ini.


"k-kak, a-apa yang kakak lakukan ?" tutur Sarah sambil menyandarkan diri di dinding rumah nya, dengan air mata yang mengalir deras di pelupuk mata nya.


"kamu masih berani bertanya hah ! dasar j*lan." Alex menarik kasar rambut Sarah hingga Sarah terbaring di atas lantai karena ulah nya.


"to-long hentikan kak, sa-sakit..." Sarah meringis kesakitan sambil menggenggam perut nya yang tiba-tiba sakit seketika.


"kamu benar-benar p*lacur yah, apa maksud nya ini hah ?" Alex membuang foto Sarah dan teguh di depan wajah Sarah, hingga sarah seketika menatap kearah foto tersebut.


"kak, kakak salah paham aku sama teguh tidak memiliki hubungan apapun..." tutur Sarah menjelaskan dengan air mata yang tak terlepas dari wajah nya.


"kamu mau membohongi ku ha, kamu benar-benar wanita yang tidak tau malu, kamu bahkan hamil dengan lelaki itu ! benar-benar menjijikkan." ujar Alex menendang kepala Sarah hingga kepala Sarah terbentur bibir dinding hingga darah segar mengalir di kening nya.


"mama...!" teriak bulan yang keluar dari kamar nya, ia menangis terisak-isak, melihat mama nya yang menyedihkan di lantai rumah nya.


"papa apa yang papa lakukan sama mama ? kenapa papa sakiti mama ?" teriak bulan sambil mendekati mama nya.


"ingat Sarah, urusan kita belum selesai, jika kamu mau mempertahankan pernikahan ini, aku harap kamu secepat nya mengugurkan kandungan mu itu dan jangan menghubungi lelaki itu lagi." lanjut Alex sambil pergi meninggalkan Sarah dan bulan yang menangis karena ulah nya.