My Little Baby

My Little Baby
96. Mertua yang kejam



"ma...mama, bulan lapar ma...


bulan mau makan..." ujar bocah yang berusia hampir 4 tahun itu dengan meniru gaya orang yang sedang makan.


"tunggu yah sayang, mama goreng ayam nya dulu." Sarah pun membuka kulkas,ia pun mengambil ayam yang sempat ia sisihkan tadi.


"Eh eh eh, siapa yang kasih kamu izin ngambil ayam di dalam kulkas saya haa ? "ujar wanita itu melirik tajam.


"maaf ma, tapi bulan sangat lapar,


Sarah minta ayam nya sedikit yah ma, buat makan nya bulan ?"ujar Sarah memohon.


"Saya bilang tidak boleh,"bentak wanita itu garam sambil menatap tajam Sarah dan bulan secara berganti.


Sarah sangat terkejut dengan perbuatan mertua nya itu, baru sehari ia tinggal di sini, serasa sudah bertahun-tahun lama nya,


hati Sarah serasa panas saat ini, karena Sarah sudah berusaha sebaik mungkin, namun orang tua dari suami nya ini masih saja bersikap tidak bersahabat.


Sarah berusaha mengontrol emosi nya, ia berbicara dengan sangat lembut, berharap mertua nya luluh.


"mama, Sarah mohon tolong kasih ayam buat bulan makan, bulan sangat kelaparan saat ini, tolong lah ma, berbaik hati buat mengasihani bulan anak saya, anak kak Alex, cucu nya mama..."ujar Sarah mengiba.


"cihhh, anak haram..." ujar wanita itu menghina, kata-kata wanita itu membuat sakit hati Sarah ia tidak terima anak nya di hina seperti itu, apa lagi di hina oleh nenek nya sendiri, orang tua dari suami nya.


"mama, lapar...."teriak bulan kencang, ia pun merengek dan menangis kencang, Sarah pun berusaha untuk menenangkan anak nya saat ini.


"Berisik setan !!!


sana bawa anak haram mu keluar..." teriak wanita itu sambil menunjuk kearah Sarah geram.


Sarah pun menggendong bulan yang masih terisak kekamar, ia pun mengambil beberapa lembar uang yang sempat di berikan Alex tadi, lalu membawa bulan keluar rumah,


air mata nya tak tertahan lagi, ia pun menangis sambil memeluk erat tubuh anak kesayangan nya,


ia sangat sedih, karena mertua nya masih tidak menyukai ia dan anak nya bulan.


"mbak, nasi sama lauk nya ayam satu yah !"ujar Sarah kepada pemilik warung makan dan di jawab anggukan oleh pemilik warung tersebut.


tak berselang lama makanan tersebut pun sampai,


Sarah pun bergegas menyuapi putri nya yang tampak kelaparan itu, ada rasa iba di benak Sarah mengenang nasib bulan anak nya itu,


jika anak-anak seusianya begitu manja kepada keluarga nya,


namun bulan kerap kali jauh dari kata kasih sayang, sejak dalam kandungan Sarah, bulan sudah mulai menderita hingga saat ini, ia tidak pernah bisa bahagia seperti anak-anak yang lain.


Sarah kembali mengendong bulan setelah selesai makan, mereka pun berjalan pulang ke rumah, setelah sampai di rumah, Sarah melihat mertua nya sedang menerima seorang tamu,


mungkin teman beliau, pikir Sarah.


"ini siapa jeng ?" tanya tamu tersebut sambil memandang Sarah dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Hm, ini istri nya Alex,


kamu lihat kan, penampilan nya kucel gitu,


maka nya saya tak undang banyak orang saat pernikahan mereka,


pernikahan mereka kan tidak pernah di Restui oleh saya dan almarhum suami saya."ujar mertua Sarah kearah wanita yang berhadapan dengan nya itu.


"dia sendiri kan juga tidak di undang?"


ucap batin Sarah terhadap ucapan mertua nya itu.


Tamu tersebut pun menatap lagi kearah Sarah, tak kalah sinis seperti mertua nya,


Sarah tidak ingin di hina lagi oleh tamu mertua nya itu, ia pun berjalan memasuki kamar, berniat menidurkan bulan.