My Little Baby

My Little Baby
81. Seragam baru bulan



Bocah kecil yang berusia sekitar 3 tahun itu,


perlahan-lahan membuka mata nya,


mata biru yang lentik Sangat cantik untuk nya,


ia pun melirik ke kanan dan ke kiri,


dengan mengusap kedua mata nya.


"mama,mama, bulan haus" ucap nya sambil memegang leher nya yang sangat kehausan.


"mama, mama, bulan haus..." ucap nya lagi.


HUAAAHHH


Sarah menguat dan perlahan mengumpulkan kesadaran nya.


"iya sayang ada apa...?" tanya Sarah sambil mengusap kedua matanya.


"bulan haus ma..." ucap nya lagi.


"kamu haus sayang...?"tanya Sarah lagi sambil melihat bulan yang memegang lehernya.


"iya ma, bulan haus "


Sarah pun berdiri dan berjalan kearah dapur untuk mengambil minuman untuk bulan,


setelah beberapa detik, Sarah pun datang dengan segelas air putih yang di seduh kan untuk bulan.


UWAHHH


"enak ma, dahaga bulan nggak haus lagi" ucap bocah itu polos.


"Bagus lah kalau begitu,


ngomong ngomong sekarang masih jam 3 dini hari, bulan tidur lagi yah,


masih ada beberapa jam lagi untuk siap-siap kesekolah" ucap Sarah sambil mengenakan selimut tebal di tubuh bulan.


"iya mama"


mereka pun terlelap kembali dalam tidur masing-masing.


tak berselang lama pagi yang cerah pun tiba Sarah dan bulan sudah selesai dengan rutinitas di kamar mandi.


"mama, kata ibu guru yang lain, hari ini kami melaksanakan olahraga lari ma,


bulan dan teman-teman akan lomba lari, siapa yang paling cepat lari nya..."ujar bulan menjelaskan.


"mama, apakah baju sekolah bulan sama seperti teman-teman yang lain,


bulan mau pakai baju yang sama ma...!" ujar bulan yang merasa malu karena berbeda seragam dengan teman teman nya.


"maaf kan mama ya sayang, mama lupa memberi tahu mu, bahwa mama sudah membeli seragam sekolah buat bulan kemarin " lanjut Sarah antusias sambil memperlihatkan kepada bulan.


"mama belanja ke pasar nggak ajak bulan yah ma...?"ucap bulan sambil memandang malas kearah mama nya.


seragam sekolah ini di beli kan di sekolah, kemarin mama beli sama pak rehan guru yang mengajar di sekolah" ujar Sarah menjelaskan.


"apa bulan suka dengan seragam nya ?" tanya Sarah lagi,


bulan pun mengangguk dan memeluk seragam baru nya itu.


pagi ini bulan mengenakan seragam olahraga seperti perintah guru yang mengajar di kelas nya hari ini.


dengan pakaian olahraga dan sepatu putih kesukaan nya, ia sangat cantik dan terlihat rapi saat ini.


"selamat pagi buk guru.." ucap bulan saat memasuki kelas nya.


"selamat pagi bulan..."


"bulan, mama ngajar di kelas sebelah yah, kalau bulan cari mama, mama ada di sini " ucap Sarah sambil menunjuk ruangan sebelah kelas II


"Iya ma..." ucap bulan.


Olahraga pun di selenggarakan, bulan dan teman-teman yang lain sudah antusias untuk melakukan lomba lari,


"pasti aku pemenang nya " ucap Tia.


"pasti aku, kemarin aja kamu kalah dengan ku ! " sambung Joko.


"hey bulan, kamu mau lomba dengan ku tidak,


aku pasti menang jika berlomba dengan mu" ucap Joko sombong.


"eeh"


"kamu takut kan, haha, dasar bocah" lanjut nya lagi,


terlihat sebuah manik berada di pelupuk mata bulan, Tia yang menyadari itu langsung menatap tajam ke arah Joko.


"siapa bilang bulan tak bisa kalahin kamu,


kamu bisa kan bulan buat kalahin Joko !


kamu anak hebat, pasti bisa menang dari Joko "ucap Tia memberi semangat.


"i-iya, bulan pasti bisa kalahin kak Joko,


ayo kak, kita lomba " ucap bulan memberanikan diri.


"haha bayi mau nantangin,


ayo...jangan nangis yah kalau kalah hahaha" ujar Joko meremehkan bulan.


"ayo"


"haha kalau mau nantangin lihat sepatu dulu bayi,


sepatu aja salah HAHAHA" tawa Joko yang membuat semua teman mereka menertawakan bulan, kecuali tia yang geram dengan perbuatan Joko.


"bulan jangan nangis yah" ucap Tia menenangkan bulan yang sudah memerah menahan tangis.