
pagi ini Alex sudah berpakaian rapi, ia akan menjalani terapi hari ini.
"kamu mau kemana Lex ?"tanya mama nya sambil melirik Alex yang sudah berpakaian rapi.
"ke rumah sakit..."jawab nya singkat sambil memperbaiki kerah baju nya.
"ngapain ke rumah sakit? siapa yang sakit ?"tanya mama Riska bingung.
"nggak ada yang sakit ma, Alex hanya mau ikut terapi..."ucap Alex seketika hingga senyuman bahagia terukir di bibir Riska, ia sangat bersyukur jika Alex mau mengikuti terapi di rumah sakit.
"wah...bagus lah nak, mama senang mendengar nya..."mama Riska pun mendorong kursi roda anak nya dan membawa nya menuju ke luar rumah,
Alex hanya diam, ia tak mengutarakan motivasi nya kenapa ia mau mengikuti terapi, sebab jika mama nya tahu bahwa ia ingin sembuh karena ingin kembali memperbaiki rumah tangga nya, mama nya pasti akan melarang keras.
"kakak udah siap ?"tanya Arsya, Alex pun mengangguk dan Riska pun mendorong kursi roda anak nya mendekati mobil Arsya yang terparkir di depan rumah.
"iya ma..."ujar Arsya sambil membantu membopong tubuh Alex masuk ke dalam mobil.
setelah semua nya berada di dalam mobil Arsya, supir profesional pun mengendarai mobil itu dengan kecepatan sedang, riska tak ingin anak nya mengendarai mobil lagi, takut kejadian yang menimpa Alex terjadi lagi terhadap Arsya, hingga Riska terpaksa harus membayar supir pribadi sebagai kunci laju nya kendaraan itu.
"mudah-mudahan kamu cepat sembuh yah nak, mama sedih jika kamu seperti ini terus nak..."ucap mama Riska yang duduk di samping anak nya.
"Alex, nanti kalau kamu sembuh mama ingin kamu segera menceraikan wanita itu, supaya kamu bisa mencari wanita lain sebagai istri kamu, dan jika mama sudah tidak ada,kamu ada yang menjaga dan merawat mu nak..."ucap mama Riska melirik kearah Alex.
Alex membelalakkan matanya menatap mama nya, ia hanya diam, ia tak ingin berdebat lagi dengan mama nya, meski hati nya sangat geram mendengar ucapan mama nya itu, bisa-bisa nya di keadaan seperti ini, mama nya malah memikirkan hal seperti itu, ntah siapa lagi wanita yang akan di jodoh kan oleh Riska, setelah ia menghancurkan Amel kala itu.
"mama apa-apa sih, kok nyuruh kak Alex bercerai dengan Sarah..."ujar Arsya angkat suara sambil melirik kakak dan mama nya yang duduk di bangku belakang nya.
"karena sampai kapan pun mama tidak akan setuju dengan pernikahan Alex dan wanita itu, jika Alex dan wanita itu kembali lagi dan Alex masih memilih wanita itu, ketimbang mama, maka hubungan keluarga kita yang akan berpisah,jika kamu Alex, masih mau menganggap mama sebagai orang tua kamu, maka kamu harus menuruti semua keinginan mama."ujar riska menatap lekat kearah Alex, Alex hanya diam ia tak menjawab apa lagi melawan, bagi nya itu hanya percuma saja, sebab mama nya tetap akan bersikeras menentang pernikahan mereka, tujuan Alex hanya satu, yaitu sembuh dari sakit nya, setelah itu biar kaki nya yang melangsungkan kemana lagi arah yang akan ia tempuh.