
"Tidur lah, nanti kalau sampai kakak bangunin." ujar Alex sambil mencium kening istri dan anak nya bergantian.
Sarah merasa sangat bahagia seperti ini, meski hanya perhatian kecil yang Alex berikan kepada mereka.
mobil melaju dengan kecepatan sedang, Sarah dan bulan pun terlelap dalam tidur masing-masing,
Alex sesekali mencuri pandang kearah istri nya, yang tengah bersandar di kursi mobil, sedang kan bulan sedang terlelap di pangkuan Sarah.
Alex sangat mencintai Sarah, ia tak pernah peduli dengan tanggapan orang-orang yang selalu menghina dan merendahkan Sarah, Sarah hidup dengan kesederhanaan ia tidak seperti kekasih teman-teman nya yang seksi dan branded,
wajah Sarah juga tidak terlalu cantik ketimbang wanita yang pernah mengisi hati Alex, tapi ia begitu manis di mata Alex.
Hanya saja Alex begitu mencintai mama nya, ia tidak bisa melawan atau pun membantah keinginan mama nya, meski berulang kali mama nya ketahuan berbuat jahat di hadapan Alex, Alex seolah selalu memahami dan memaafkan mama nya dan menganggap bahwa itu semua dapat di maklumi.
mobil mereka pun berhenti di parkiran rumah sakit, Alex pun mengendong bulan dan berjalan berdampingan dengan Sarah menuju ruangan rawat pribadi keluarga Mahesa,
banyak para dokter, suster dan perawat yang lalu lalang menyapa Alex, mantan atasan mereka, Alex hanya tersenyum dan mengangguk kecil membalas sapaan mereka,
tak berselang lama sampai lah mereka di ruangan VIP mewah tersebut,
terlihat seorang wanita tengah berbaring di atas ranjang rumah sakit dengan impus yang menancap di tangan nya,
saat Alex masuk keruangan mama nya, bulan mendadak rewel, iya takut bertemu dengan nenek nya itu, memori di kepala nya seperti mengingat apa saja yang di lakukan nenek nya itu terhadap mama nya, Sarah pun terpaksa mengikuti anak nya bulan dan duduk menunggu Alex di ruangan tunggu.
"ma...apa yang terjadi dengan mama ?"ujar Alex khawatir dan memandang cemas kearah wanita yang terbaring tak berdaya itu.
"mana yang sakit ma...?"tanya nya lagi, karena tidak ada sahutan dari orang tua nya itu, sedang kan Sarah hanya terduduk diam di ruangan tunggu di depan ruangan mertua nya, ia enggan melihat maupun menyapa wanita licik itu, ia sangat senang, karena bulan yang rewel ia jadi bisa beralasan untuk tidak perlu melihat wanita itu.
"istri mu benar-benar keterlaluan Alex,"ucap wanita itu dengan tatapan sinis sambil memandang kearah Sarah dan bulan yang tengah duduk manis di depan ruangan nya dan kebetulan pintu ruangan tersebut tengah terbuka saat ini hingga mengespor langsung keberadaan Sarah beserta anak nya.
"Sarah dan bulan lelah ma, maka nya mereka duduk beristirahat, apa lagi bulan yang rewel, Sarah berusaha menenangkan bulan ma, nanti kalau sudah tenang, Sarah juga akan kesini..."ujar Alex meyakinkan.
"mama mau aku pijitin ?" tanya Alex yang mencoba mencairkan suasana dingin di antara mama nya dengan istri nya.
"hmm, kalau kamu capek nggak usah Lex,
temani saja mama di sini,
kamu bawa saja wanita benalu itu pergi, mata mama sakit memandang wanita itu..." ujar nya lagi sambil membuang muka, Alex hanya menarik nafas kasar dan mengangguk kearah mama nya.