My Little Baby

My Little Baby
168. Liburan



Hari ini, Sarah beserta keluarga akan liburan ke pantai, mereka ingin membawa Novi untuk liburan, supaya Novi bisa melupakan sejenak tentang keguguran nya, akhir-akhir ini Novi sangat aneh, Novi sering berteriak tentang pembunuhan, ia mengatakan ada seorang yang sengaja ingin membunuh anak nya, apa lagi Sarah sempat mendapat sebuah barang bukti berupa kalung liontin bermotif love, meski Sarah belum sempat menceritakan perihal itu kepada kakak nya, ia akan tetap membantu Kakak nya sedikit demi sedikit, menyelidiki siapa yang melakukan itu terhadap kakak ipar nya.


Adit yang mengemudi mobil saat ini, sedang kan Novi sedang terlelap di samping Adit, begitu pula dengan bulan dan Sarah yang duduk di bangku belakang, sesekali Adit melirik tiga orang wanita di dalam mobil yang ia kendarai tersebut, hingga tanpa terasa air mata nya mengalir di pelupuk mata nya, ia pun langsung menghapus dengan kasar pipi yang sudah di basahi air mata tersebut, ia tak ingin ada yang melihat ia sedang menangis saat ini.


Adit merasa sangat bersalah, ia merasa sangat tidak becus dan tidak berguna menjadi seorang kakak dan seorang suami yang baik untuk istri nya, apa lagi ia sangat gagal menjadi seorang ayah, bahkan anak nya belum sempat melihat dunia sedetik pun.


"aku memang lelaki yang bodoh, aku memang tidak berguna sama sekali untuk istri dan adik ku, dulu aku gagal melindungi Sarah, hingga ia harus menderita melahirkan bulan tanpa ayah, dan sekarang aku malah gagal menjadi suami dan ayah yah baik untuk istri dan anak ku, hingga anak ku pergi dan istri ku depresi seperti ini, mengapa aku menjadi lemah seperti ini, mengapa aku sangat tidak becus, bahkan untuk menjaga keluarga ku saja aku tidak bisa,


siapa sebenarnya yang tega membunuh anak ku, siapa sebenarnya yang tega ingin menghancurkan keluarga ku, rasa nya aku tidak pernah menyakiti orang lain apa lagi memiliki musuh...". batin Adit.


"lumayan dek, beberapa jam lagi kayak nya, kamu tidur aja dek, kalau masih ngantuk, nanti kalau udah sampai biar Kakak bangunin..."ujar Adit sambil terus fokus memperhatikan jalan.


"iya kak, Sarah tidur lagi aja, masih ngantuk soal nya,hehe... kalau kakak kecapean istirahat dulu aja kak, nanti pulang nya kan kak juga yang mengemudi..."ujar Sarah, ia sangat kasihan melihat Adit, selama beberapa hari ini ia tidak pernah beristirahat sedikit pun, setiap hari ia selalu berjualan, kalau malam nya ia selalu berjaga, takut nya Novi menghilang lagi seperti beberapa hari yang lalu, jika ada waktu sesaat Sarah pulang mengajar, baru kakak nya istirahat sejenak, hingga Sarah, sudah beberapa hari sudah tidak ke restoran teguh lagi, gara-gara haru antrian mengawasi kakak ipar nya Novi,


Novi masih sok dan depresi atas kehilangan anak nya, lagi pula Novi adalah wanita baik yang selalu ada untuk Sarah, sudah seharusnya Sarah membalas kebaikan Novi dengan cara menjaga nya, dan mengorbankan sedikit waktu nya untuk Novi, itung-itung juga menjaga bulan, sudah sangat lama rasa nya ia dan bulan tidak menghabiskan waktu seharian penuh selama ia sibuk di sekolah dan di restoran.