
Alex dan bulan sedang berada di kamar saat ini, bulan sangat senang bisa bertemu dengan ayah nya lagi, bulan bahkan sangat antusias bercerita kepada Alex tentang hari-hari nya, sedang kan Sarah duduk termenung di depan rumah, ia bingung dengan keputusan nya.
"apakah ini adalah jalan yang benar ?". lirih batin nya.
sebenarnya Sarah sudah berusaha sekuat tenaga melupakan Alex dan sudah memutuskan untuk berpisah dengan alex, namun setiap kali hinaan dan cacian keluar dari mulut orang-orang yang menuduh nya ingin merebut suami orang, bahkan ada yang mengatakan nya hanya ingin memanfaatkan lelaki kaya dan setelah itu di buang dan di tinggal kan setelah lelaki itu sakit-sakitan seperti Alex.
Sarah kembali mengingat perlakuan ayah teguh yang menghinanya sama seperti ibu-ibu di luar sana.
...FLASH BACK...
Setelah mendengar ucapan ayah teguh, Sarah langsung membawa bulan tanpa izin meninggalkan restoran teguh.
terlihat ayu dan yoga melarai kepergian mereka, saat Sarah dan bulan sudah sampai di jalan raya.
"Sarah, ada apa ? apa yang terjadi? apa yang di katakan oleh bokap nya teguh ?" tanya yoga, yoga sudah tahu pasti bukan hal baik yang di katakan lelaki itu, melihat Sarah yang berlari mengendong bulan dengan air mata yang mengalir deras.
"Sarah apa yang terjadi ? apa ayah teguh menyakiti mu ?" tanya ayu lagi tak kalah khawatir.
"aku harus pergi, aku tak ingin berada di tempat ini lagi..." tutur Sarah sambil celingak-celinguk mencari taksi atau ojek yang bisa membawa nya pergi, namun nasib buruk malah menghampiri nya, tidak ada kendaraan apapun yang berlalu lalang di jalan itu, hanya ada kendaraan tamu-tamu yang berdatangan ke acara opening restoran teguh, dan mereka malah menatap aneh terhadap Sarah.
"ada apa ? apa yang terjadi ?" ujar yoga lagi.
"Kenapa Sarah ? kenapa Lo pergi secepat itu, bahkan acara teguh belum di mulai ?" ujar ayu lagi memberi pertanyaan.
"maksud lo apa sarah ? apa ayah teguh menghina Lo seperti itu ?" tanya ayu lagi dengan wajah panik nya, apa lagi tamu undangan di restoran teguh sudah berdatangan melirik kearah Sarah yang seperti ada pertunjukan topeng monyet.
"apa yang bokap teguh bilang sarah ? jangan pergi seperti itu, ayo kita selesaikan semua nya dengan cara baik-baik..." tutur ayu lagi menatap Sarah.
"ayu ! sudah cukup !, jangan larang aku atau jangan-jangan kamu juga sama yah, ingin mempermalukan aku di tempat ini " tuduh Sarah menatap tajam kearah sahabat nya.
"maksud nya apa Sarah ? tak mungkin gue berbuat seperti itu ?" ujar ayu lagi.
"haha, kamu pasti sedang kan ayu, telah membohongi ku dengan berdalih baju baru pagi tadi dan sekarang kamu melihat aku di permalukan seperti ini...haha puas kan kamu ayu...! " tutur Sarah geram sambil berlari mengendong bulan pergi dari tempat itu.
"Sarah..." teriak ayu namun yoga mendekat kearah ayu dan menggeleng kepala kearah nya.
"tapi Sarah..."ayu menangis di pelukan yoga, ia tak habis pikir Sarah menuduh nya seperti itu.
"aku, aku, aku tak pernah sedikitpun membuat dia malu seperti itu..." ujar ayu di dalam pelukan yoga, sedang kan yoga memeluk erat tubuh nya untuk menenangkan.
"iya, aku percaya pada mu..." lirih yoga.
...FLASH BACK ON...