My Little Baby

My Little Baby
91. Membersihkan kamar



"waah teman-temannya bulan banyak yah...!"ujar Alex tersenyum bahagia melihat putri semata wayangnya sangat antusias memperkenalkan teman-teman nya.


"iya donk pa..."ujar anak itu Bangga sambil berdiri dengan gagah di depan orang tua nya.


"papa, sini...."ujar nya lagi sambil menarik tangan sang ayah.


"kemana nak...?"tanya Alex sambil mengikuti anak nya itu.


"kesini pa...!" bulan pun membawa ayah nya kedalam kamar mereka yang sudah beberapa bulan tidak di tempati.


"pa, bantu bulan bersih-bersih yaa...!"ujar nya dengan ekspresi memohon.


"aaah, bersih-bersih?"ujar Alex kaget, ia pikir bulan akan membawa nya bermain seperti anak-anak yang pada umumnya,


ia tak menyangka bocah itu malah mengajak nya membersihkan kamar mereka.


"papa, kasihan mama,


mama pasti capek, kita bantuin mama bersih-bersih yah pa...?"ujar nya lagi sambil mengeluarkan ekspresi wajah gemas.


"eeh,mmm i-iya bo-leh..."Alex pun berjalan masuk ke dalam kamar mereka bersama bulan, sedang Adit dan Sarah hanya tersenyum melihat tingkah ayah dan anak itu.


"dek, kakak ke rumah Novi dulu yah,


ada hal yang harus di bahas di sana...?"


ujar Adit permisi.


"membahas apa kak ?


masalah pernikahan kakak yah...?"tanya Sarah penasaran.


"hmm iya dek,


doain yah, supaya berjalan dengan lancar..."


"iya kak, semoga di permudahkan..."Sarah pun berdiri menyambut kakak nya dan tersenyum bahagia kearah kakak nya,


ia yakin ada begitu banyak beban yang sedang kakak nya hadapi saat ini,


mengingat detik detik pernikahan mereka.


terdengar suara bulan dan ayah nya dari arah kamar,


mereka sangat bahagia meski yang mereka obrolkan adalah percakapan receh yang membuat sakit perut saking lucunya.


" papa, ini kamar tidur,


bulan tidur sama mama disini,


ada kelambu nya juga loh papa,


ini kelambu nya nenek sama kakek, tapi kata mama masih bisa di pakai kok..."ujar bulan memperlihatkan kelambu usang bekas almarhum papa dan mama nya Sarah yang sudah terkoyak sana sini dan penuh tempelan.


"eeh, hmm bu-bulan...


kelambu nya nggak usah di pakai yah nak, udah pada koyak, nggak layak pakai kayak nya, kita beli yang baru yah, nanti papa temani ?" ujar Alex sambil menatap lekat kearah perabotan kamar Sarah yang sudah tak layak pakai semua,


mereka menggunakan kasur kapuk yang sudah tak layak pakai, hingga membuat orang yang berada di kamar terbatuk-batuk,


tempat pakaian yang mereka gunakan, hanya lemari tua yang pintu nya ntah hilang kemana,


begitu pula dengan selimut dan perabot yang lain, Alex merasa bersalah terhadap Sarah dan anak nya, ia hidup dengan kemewah-mewahan sedang kan istri dan anak nya malah hidup menderita seperti ini.


"Sarah..."ujar Alex memanggil Sarah, Sarah yang berada di luar pun langsung menghampiri Alex dan bulan di kamar.


"iya, ada apa kak...?ujar Sarah sambil melirik bulan dan Alex secara berganti.


"hmm Sarah, maaf kan kakak yah..."ujar Alex Merasa bersalah.


"maaf ?


maaf untuk apa kak...?"lanjut Sarah bingung.


"Sarah, kakak mau semua perabotan di rumah ini di ganti yah,


kakak mau kalian mengunakan perabotan yang layak pakai,


kakak bakal menghubungi furniture untuk membawa barang-barang baru buat kalian dan barang yang lama bisa di Simpan di gudang yah..."ujar Alex sambil menatap Sarah, mengharap Sarah menyetujui ucapan nya,


Sarah nampak berpikir hingga akhirnya ia mengangguk menyetujui ucapan Alex dan Alex bernafas lega karena Sarah menyetujui menyimpan barang-barang mereka di gudang.